Man City diprediksi menghadapi masalah di ruang ganti jika menjadikan Erling Haaland sebagai kapten utama pada musim 2026-2027. Pelatih baru Enzo Maresca mengakui hal tersebut secara terbuka.
Inti artikel
- Man City diprediksi menghadapi masalah di ruang ganti jika menjadikan Erling Haaland sebagai kapten utama pada musim 2026-2027
- Pelatih baru Enzo Maresca mengakui hal tersebut secara terbuka
- Hierarki kepemimpinan di tim sudah puluhan tahun dibangun sejak era Pep Guardiola
Hierarki kepemimpinan di tim sudah puluhan tahun dibangun sejak era Pep Guardiola. Posisi kapten saat ini masih kosong seiring kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid.
Kronologi Penunjukan Kapten Man City sejak Pep Guardiola
Hierarki kapten Man City telah lama terbentuk sejak Pep Guardiola memimpin tim. Awal 2025, Guardiola menunjuk Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Ruben Dias, Rodri, dan kemudian Erling Haaland dalam susunan itu.
Susunan itu berubah setelah De Bruyne pergi ke Napoli musim panas 2025. Bernardo Silva akhirnya menjadi kapten utama per musim 2025-2026.
Silva Menjadi Kapten Setelah De Bruyne Pergi

Kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid musim panas 2026 membuat posisi kapten kembali lowong. Hierarki lama yang di bawah arahan Guardiola terasa sulit disesuaikan lagi.
Man City selalu memiliki struktur kepemimpinan yang jelas. Hal itu terlihat dari penunjukan berturut-turut pada era Guardiola.
Pernyataan Maresca soal Peluang Haaland Jadi Pemimpin
Enzo Maresca menyatakan bahwa sulit menjadikan Erling Haaland sebagai kapten utama. Pernyataan itu terkesan aneh bagi sebagian pihak tetapi masuk akal karena tuntutan tim ini.
Haaland memang sudah tercatat dalam hierarki sejak awal 2025. Namun Maresca menekankan bahwa jabatan resmi kapten berbeda dengan peran pemimpin nyata.
Man City menekankan fitur kepemimpinan kuat untuk posisi tersebut. Perbedaan antara kekuatan bermain dan jabatan resmi menjadi poin penting yang diakui pelatih baru.
Mengapa Jabatan Kapten Memengaruhi Rotasi Tim
Haaland sebagai bintang utama rawan diangkat jadi kapten. Meski Haaland cocok menjadi pemimpin, pengaruhnya di ruang ganti sangat besar.
Man City butuh pemimpin yang konsisten antar regu. Rotasi tim akan terdampak jika Haaland tak bisa diangkat ke posisi itu.
Ruben Dias dan Rodri juga disebut sebagai calon sebelumnya. Susunan itu menunjukkan betapa pentingnya hierarki lama.
Implikasi Ketidakmampuan Haaland sebagai Kapten
Posisi kapten kosong ini menjadi tantangan bagi Maresca. Tanpa pemimpin tetap, rotasi dan kohesi tim bisa terganggu.
Man City dengan kekuatannya di liga Inggris biasanya punya struktur kepemimpinan yang kuat. Alasan Maresca yang tersendiri terasa masuk akal untuk menjaga kestabilan tim saat transisi.
Haaland tetap menjadi pemain kunci. Masalah muncul ketika harus memutuskan posisi resmi di ruang ganti.







