Gudang Garam Melemah ke Rp20.675 Saat IHSG Anjlok 1,58%

Gudang Garam tutup di Rp20.675 (-0,36%) sesi kedua 11 Agustus 2026. IHSG anjlok 1,58%, analis sarankan wait and see dengan support 20.300.

Author Image

Adel

Gudang Garam Melemah ke Rp20.675 Saat IHSG Anjlok 1,58%

– PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menutup sesi kedua perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 di level Rp20.675 per saham. Harga itu setara pelemahan 0,36 persen di lantai Bursa Efek Indonesia Jakarta, membalikkan posisi hijau yang sempat tercatat di sesi pagi.

Inti artikel

  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menutup sesi kedua perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 di level Rp20.675 per saham
  • Harga itu setara pelemahan 0,36 persen di lantai Bursa Efek Indonesia Jakarta, membalikkan posisi hijau yang sempat tercatat di sesi pagi
  • IHSG ikut tertekan 1,58 persen ke 6.264 pada periode yang sama

IHSG ikut tertekan 1,58 persen ke 6.264 pada periode yang sama. Data RTI pukul 14.42 WIB menunjukkan GGRM sempat menyentuh Rp21.050 sebagai puncak, Rp20.475 sebagai dasar, dan dibuka stagnan di Rp20.750 sebelum akhirnya tutup di zona merah.

Rincian volume dan frekuensi GGRM di sesi kedua

Aktivitas perdagangan kode GGRM terekam sebanyak 2.394 frekuensi. Volume yang berpindah tangan mencapai 16.388 saham dengan nilai transaksi Rp34,1 miliar. Angka-angka ini mencerminkan perputaran yang aktif meski arah harga berbalik dari sesi pertama.

Pelemahan ini muncul setelah saham sempat bertahan di zona hijau pagi hari. Koreksi siang hari menandai perubahan sentimen dalam hitungan jam di pasar modal domestik.

Metrik perdagangan GGRM Nilai
Harga penutupan sesi kedua Rp20.675
Perubahan -0,36%
Tertinggi Rp21.050
Terendah Rp20.475
Pembukaan Rp20.750
Frekuensi 2.394
Volume 16.388 saham
Nilai transaksi Rp34,1 miliar

Pandangan analis soal aksi ambil untung dan level pantauan

IHSG dan LQ45 ikut tertekan seiring pelemahan emiten rokok
Ilustrasi iHSG dan LQ45 ikut tertekan seiring pelemahan emiten rokok.

Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas menilai pelemahan sebagai aksi profit taking setelah kenaikan yang cukup signifikan sebelumnya. Ia menyarankan pendekatan wait and see bagi pelaku pasar yang memegang atau memantau GGRM.

Level support yang disebut berada di 20.300. Resistance dipatok di 20.950. Kedua patokan itu menjadi acuan pendek bagi trader yang ingin mengukur ruang gerak harga ke depan.

Di sisi lain, data Google Finance mencatat GGRM masih mencatat kenaikan 0,86 persen dalam lima hari terakhir. Fakta itu memberi konteks bahwa koreksi sesi kedua belum menihilkan kinerja mingguan.

IHSG dan LQ45 ikut tertekan seiring pelemahan emiten rokok

Indeks LQ45 turun 1,65 persen ke 623,61 sejalan pelemahan GGRM. Di seluruh papan, 545 saham melemah, 129 menguat, dan 113 stagnan. Total nilai transaksi IHSG mencapai Rp10,6 triliun pada sesi tersebut.

Lebarnya jumlah emiten yang melemah menegaskan tekanan pasar tidak hanya pada satu kode. Optimaise News melihat pola ini sebagai gambaran risk-off yang menyebar ke saham-saham likuid, termasuk anggota LQ45.

Kombinasi data frekuensi GGRM dan tekanan indeks utama memberi sinyal bahwa investor memilih amankan laba di sesi siang. Tidak ada indikator tambahan di luar angka-angka di atas yang dimasukkan dalam laporan ini.

FAQ singkat seputar pergerakan GGRM 11 Agustus 2026
Mengapa GGRM berbalik ke zona merah di sesi kedua?
Menurut pandangan Herditya Wicaksana, pelemahan diperkirakan berasal dari aksi profit taking setelah kenaikan signifikan. Koreksi tersebut membalikkan penguatan yang sudah tercatat di sesi pertama.
Berapa level support dan resistance yang dipantau?
Support dipatok di 20.300 dan resistance di 20.950. Saran yang diberikan adalah wait and see sambil memantau kedua level tersebut.
Bagaimana kinerja GGRM dalam lima hari terakhir?
Data Google Finance menunjukkan kenaikan 0,86 persen dalam periode lima hari, meski sesi kedua 11 Agustus 2026 berakhir dengan pelemahan harian.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.