Gemini Bakal Punya Pesaing di HP Android Imbas Aturan Ini:

Author Image

Dyah

18 Juli 2026

Gemini Bakal Punya Pesaing di HP Android Imbas Aturan Ini:

Google diwajibkan membuka sejumlah fitur penting Android agar layanan kecerdasan buatan pesaing, termasuk OpenAI, bisa mengaksesnya. Kewajiban itu lahir dari Digital Markets Act Uni Eropa, sehingga Gemini bakal punya pesaing di HP Android imbas aturan ini dengan asisten suara non-Google mulai tersedia Juli 2027.

Komisi Eropa merinci kewajiban tersebut setelah enam bulan proses kepatuhan DMA. Regulator menilai langkah ini perlu agar pesaing di bidang AI dan mesin pencari mendapat akses yang lebih setara ke layanan Google.

Sebelas fitur Android dibuka untuk asisten AI saingan

Salah satu ketentuan mewajibkan Google membuka 11 fitur di sistem operasi Android yang selama ini dipakai layanannya sendiri, termasuk Gemini. Dengan perubahan itu, asisten AI perusahaan lain nantinya bisa diaktifkan lewat perintah suara, serupa dengan “Hey Google”.

Pengguna, misalnya, bisa memanggil asisten AI pilihan untuk memesan taksi atau mencari informasi lokasi. Fitur-fitur tersebut, menurut Komisi Eropa, akan tersedia mulai Juli 2027 lewat versi Android berikutnya.

Akses hanya diberikan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan keamanan dan perlindungan privasi. Komisi menyatakan aturan itu sudah dilengkapi pengamanan demi menjaga keamanan perangkat dan data pengguna.

Data pencarian Google wajib dibagikan ke chatbot AI

Data pencarian Google wajib dibagikan ke chatbot AI

Selain membuka Android, Google juga diwajibkan membagikan data yang selama ini dipakai mengoptimalkan mesin pencarinya kepada OpenAI serta pengembang chatbot AI lain yang punya fungsi pencarian. Data tersebut harus dianonimkan sebelum dibagikan.

Google tetap boleh menilai lebih dulu apakah perusahaan peminta akses menimbulkan risiko keamanan siber atau perlindungan data. Skema pembagian data itu mulai diterapkan pada Januari 2027, dan Komisi Eropa menetapkan formula perhitungan biaya akses.

Menurut pantauan Optimaise News, skema data ini menyasar kesetaraan akses yang selama ini hanya bisa dikumpulkan secara besar-besaran oleh Google Search, terutama dari chatbot AI.

Bukan vonis pelanggaran, tapi tekanan desain ulang

Bukan vonis pelanggaran, tapi tekanan desain ulang

Pengumuman Komisi Eropa bukan temuan ketidakpatuhan terhadap DMA. Langkah ini menekan Google merancang ulang layanannya agar selaras dengan batasan bagi perusahaan teknologi besar di Eropa.

Bagi pengguna HP Android, dampak praktisnya adalah pilihan asisten AI di perangkat tidak lagi terikat eksklusif pada ekosistem Gemini. Syarat keamanan tetap jadi filter sebelum pesaing Android imbas aturan DMA bisa masuk penuh.

Harapan Komisi Eropa dan kritik Google

Komisioner Teknologi Uni Eropa Henna Virkkunen berharap muncul alternatif bagi Google Search dan layanan AI Google. “Melalui langkah-langkah ini kami berharap akan muncul alternatif bagi Google Search dan layanan AI Google, seperti Gemini, sehingga pengguna di Uni Eropa memiliki lebih banyak pilihan layanan,” ujar Virkkunen dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Kamis (16/7).

Google mengkritik kebijakan itu. Penasihat hukum Google, Kent Walker, menilai perubahan yang diwajibkan berisiko melemahkan privasi dan keamanan jutaan pengguna di Eropa.

“Keputusan hari ini berisiko melemahkan perlindungan privasi dan keamanan yang sangat penting bagi jutaan warga Eropa,” kata Walker dalam sebuah email. Menurutnya, Google sudah beberapa kali mengajukan solusi yang diklaim menjaga keamanan pengguna sekaligus memenuhi tujuan DMA, namun bukti dampak ke pengguna disebut diabaikan regulator.

Sebagaimana dihimpun Optimaise News, timeline kunci yang perlu diingat adalah pembagian data pencarian pada Januari 2027 dan pembukaan fitur asisten di Android pada Juli 2027. Keduanya hanya berlaku bagi penyedia yang lolos syarat keamanan dan privasi Uni Eropa.