Kegagalan duet Listen dan Kiara meraih Standing Ovation di Final Audition D’Academy 8 jadi bukti konkret. Vokal bagus keduanya belum cukup tanpa keseimbangan energi, tempo, dan attitude panggung.
Inti artikel
- Kegagalan duet Listen dan Kiara meraih Standing Ovation di Final Audition D’Academy 8 jadi bukti konkret
- Vokal bagus keduanya belum cukup tanpa keseimbangan energi, tempo, dan attitude panggung
- Dewi Perssik bersama Lesti dan Soimah memberi catatan keras
Dewi Perssik bersama Lesti dan Soimah memberi catatan keras. Coach Fildan memasangkan mereka lewat karakter centil manja yang mirip. Optimaise News mencatat penampilan lagu Cuma Satu itu jadi pelajaran keras bagi peserta lain.
Pairing Centil Coach Fildan yang Berujung Catatan Keras Juri
Coach Fildan sengaja menyandingkan Listen dan Kiara. Ia melihat karakter centil dan manja keduanya cocok untuk duet.
Lagu Cuma Satu dipilih sebagai materi Final Audition D’Academy 8. Harapannya harmoni visual dan vokal langsung terbentuk.
Fakta di panggung justru sebaliknya. Pairing karakter serupa memunculkan ketidakseimbangan energi. Catatan juri datang beruntun tanpa Standing Ovation.
Energi Timpang: Kiara Off Tempo, Listen Dinilai Lemes

Dewi Perssik menyoroti energi yang timpang. Listen dinilai kurang energik dan kurang ekspresif.
Kiara sebaliknya. Ia terlalu energik hingga off tempo di beberapa bagian lagu.
Performa atau attitude panggung sama pentingnya dengan kemampuan bernyanyi. Gerak tidak harus dance berlebihan. Yang wajib ada adalah keselarasan nada, gerak, dan ketukan.
Dewi Pilih Kiara di Vokal, Listen Diakui Lebih Oke Jika Berpower

Saat Ramzi meminta pilihan, Dewi unggulkan Kiara dari segi vokal. Suaranya lebih stabil di duet tersebut.
Listen diakui punya potensi. Ia akan lebih oke jika power ditambah dan energi dinaikkan.
Split penilaian ini jadi pelajaran dua jalur. Satu jalur unggul vokal murni. Jalur lain fokus potensi penampilan jika power diperbaiki. Keduanya tetap butuh attitude panggung yang utuh.
Lesti dan Soimah Lengkapi Kritik: RAL Buru-buru hingga Napas Patah
Lesti menyoroti RAL yang diburu-buru. Duet kurang menikmati alunan lagu.
Soimah mencatat tempo awal terlalu cepat. Akibatnya napas patah di bagian tertentu.
Kekompakan koreografi juga belum solid. Tiga juri ini saling melengkapi satu sama lain tanpa saling bertolak belakang.
Attitude Panggung Versi Dewi: Selaras Nada, Gerak, dan Ketukan
Dewi menegaskan attitude panggung harus selaras nada, gerak, dan ketukan lagu. Pengalaman Dewi Perssik Saat Jadi Juri Dangdut Academy 8 membuatnya peka pada detail seperti ini.
Gabungan catatan Dewi, Lesti, dan Soimah membentuk kerangka praktis. Jaga keseimbangan energi. Pastikan ketepatan tempo. Nikmati RAL tanpa buru-buru. Atur teknik mencuri napas. Jaga kekompakan gerak dengan ketukan.
Bagi peserta D’Academy 8 dan penyanyi dangdut pemula, attitude panggung berarti selaraskan gerak-ketukan-nada. Dance berlebihan tidak wajib. Yang penting setiap gerakan mendukung lagu. Vokal bagus baru terasa utuh bila attitude ini hadir.







