Frank Alexander Hutapea secara terbuka mengkritik ayahnya, Hotman Paris Hutapea, di media sosial karena dinilai terlalu mengedepankan citra publik. Sorotan itu bergulir seiring keputusan sang ayah menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan pernyataan tidak mengharapkan bayaran.
Kritik putra itu viral lantaran menyinggung angpao di resepsi adik Fritz Hutapea serta menantang narasi profesional sang pengacara. Sebagaimana dihimpun Optimaise News, perdebatan membesar setelah warganet menyoroti barang bukti 74 kg emas batangan dalam perkara tersebut.
Kritik internal keluarga yang menggoyang citra publik
Bukan pihak luar yang memantik riuh, melainkan anggota keluarga sendiri yang menyampaikan penilaian pedas di ruang digital. Frank menempatkan fokus ayahnya pada pencitraan sebagai inti keberatan, bukan sekadar perbedaan pandangan soal perkara hukum.
Pola komunikasi terbuka itu membuat citra profesional Hotman Paris tiba-tiba berhadapan dengan dinamika rumah tangga yang jarang dibahas di muka publik. Banyak netizen menangkap nuansa ketegangan personal di balik unggahan singkat sang putra.
Sebelumnya, Frank juga pernah mengingatkan ayahnya soal pentingnya bertaubat. Pola peringatan itu menandakan friksi keluarga tidak muncul mendadak hanya karena satu kasus.
Hubungan kasus emas dengan tuduhan pencitraan

Awal perdebatan muncul dari pertanyaan warganet terhadap klaim Hotman Paris yang tidak mengharapkan bayaran saat menangani perkara Febrie Adriansyah. Netizen itu mengaitkan klaim tersebut dengan skala barang bukti emas dalam berkas kasus.
“Hotman Paris bilang bayarannya super mahal, gak harap bayaran dari ex-jampidsus Febrie Adriansyah. Tapi tetep ambil kasus yang ada 74 kg emas batangan sebagai barang bukti. Semahal-mahal fee-nya pengacara, emang ada pengacara yang denger segitu banyak emas, matanya gak ijo?” tulis seorang netizen.
Frank langsung membalas dan menilai ayahnya sedang membangun citra di hadapan publik. “Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit,” tulis Frank Alexander.
Gabungan antara angka 74 kg emas dan tuduhan pencitraan membuat unggahan itu mudah tersebar. Publik melihat kontras antara citra pro bono yang disuarakan dan dugaan motif di balik penerimaan kuasa hukum.
Ungkapan soal angpao di resepsi pernikahan adik

Bagian yang paling menyita perhatian bukan hanya soal fee perkara, melainkan rujukan Frank ke momen pernikahan adiknya, Fritz Hutapea. Ia mengklaim angpao di acara itu turut diambil Hotman Paris.
Komentar ringkas itu langsung memicu spekulasi soal batas antara urusan keluarga dan pengelolaan uang di lingkaran rumah tangga. Timingnya pun sensitif karena beriringan dengan pernyataan ayahnya yang menolak kesan mengincar bayaran dari klien.
Walau hanya muncul di balasan media sosial, isu angpao memperluas sorotan dari ranah profesi ke ranah privat. Itu menjelaskan mengapa reaksi warganet terasa lebih emosional dibanding diskusi hukum biasa.
Gelombang reaksi warganet atas pengakuan putra
Karena pengakuan datang langsung dari putra Hotman Paris, warganet menilai bobotnya berbeda dari gosip selebritas semata. Banyak yang menafsirkan unggahan Frank sebagai sinyal keretakan komunikasi di dalam keluarga.
Di tengah perbincangan yang juga pernah menyinggung Klarifikasi Hotman Paris Soal Berita Anaknya Mengusir Aspri, badai terbaru justru mengunci fokus pada tuduhan pencitraan dan uang angpao. Rangkaian isu keluarga yang berulang membuat publik merasa ada pola, bukan insiden tunggal.
Optimaise News mencermati adanya gelombang perbandingan antara citra panggung Hotman Paris dan suara internal yang kini terbuka. Sebagian netizen menunggu tanggapan resmi, sebagian lagi merinci jejak unggahan Frank di postingan terkait.
Di berita-berita seputar topik yang sama, Frank juga sempat menyinggung program Hotman 911 sebagai strategi pemasaran. Nuansa itu memperkuat persepsi bahwa citra media menjadi salah satu titik sensitif antara ayah dan anak.
Latar keputusan menerima kuasa hukum eks pejabat
Keputusan Hotman Paris menerima kuasa hukum Febrie Adriansyah sudah lebih dulu memantik perdebatan publik sebelum kritik Frank mencuat. Klaim tidak mengharapkan bayaran justru membuka ruang tafsir soal motif, reputasi, dan risiko reputasi.
Dalam konteks itu, suara Frank berfungsi seperti penantang narasi resmi yang beredar di ruang publik. Ia tidak membantah keahlian ayahnya, melainkan mempertanyakan cara citra dibangun di hadapan khalayak.
Pilihan Frank membuka jalur karier sendiri, termasuk jejak sebagai tenaga ahli di DPN menurut liputan terkait, memberi latar bahwa jarak profesional keduanya sudah mengendur. Kritik di medsos menjadi perluasan jarak itu ke ranah opini publik.
Hasilnya, publik mendapat dua lapisan berita sekaligus: perkara hukum eks pejabat yang sensitif, dan friksi keluarga yang membuat citra pengacara senior digoyang dari dalam.
FAQ
Siapa yang membongkar tabiat Hotman Paris di media sosial?
Frank Alexander Hutapea, putra Hotman Paris Hutapea, menyampaikan kritik terbuka di media sosial.
Apa yang dipersoalkan Frank soal ayahnya?
Ia menilai ayahnya terlalu banyak pencitraan, menyinggung klaim tidak mengharapkan bayaran, dan mengungkit angpao di pernikahan adik Fritz Hutapea.
Mengapa isu 74 kg emas batangan muncul?
Warganet mengaitkan barang bukti emas batangan 74 kg dalam perkara Febrie Adriansyah dengan keputusan Hotman Paris tetap menerima kasus itu.
Mengapa unggahan Frank cepat viral?
Karena datang dari anggota keluarga sendiri dan menyinggung sisi pribadi serta citra profesional sang pengacara secara bersamaan.







