Final Piala Dunia 2026: Akhir Era Messi atau Yamal?

Author Image

Dwi

17 July 2026

Final Piala Dunia 2026: Akhir Era Messi atau Yamal?

Argentina memastikan tiket final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal. Mereka akan bertemu Spanyol pada Senin (20/7) dini hari WIB di New York/New Jersey Stadium, dengan narasi kuat duel Lionel Messi dan Lamine Yamal.

Menurut pantauan Optimaise News, laga puncak ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini penutup era Messi, atau pintu masuk generasi Yamal di panggung dunia.

Comeback Argentina di semifinal lawan Inggris

Albiceleste sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Inggris bertahan ketat di sisa laga, sementara Argentina terus menekan.

Messi mengirim sepasang assist pada menit ke-85 dan ke-90+2. Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menyelesaikan peluang itu dengan manis, sekaligus memutus mimpi The Three Lions ke final.

Spanyol lolos, Yamal dan Porro dilatih terpisah

Spanyol lolos, Yamal dan Porro dilatih terpisah

Di semifinal lainnya, Spanyol menang 2-0 atas Prancis di Stadion Dallas. Gol penalti Mikel Oyarzabal dan tendangan Pedro Porro mengantar La Furia Roja ke partai puncak.

Baca juga: Mungkin Ini yang Picu Jude Bellingham Keplak Valentin Barco! · Profil Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic, Tegas

Jelang final, skuad Luis de la Fuente sudah memulai sesi latihan. Namun Yamal dan Porro tidak ikut latihan bersama; keduanya menjalani sesi ringan terpisah karena isu kebugaran dan sempat hanya duduk di pinggir lapangan.

Yamal tampil di semua laga Spanyol di turnamen ini. Ia hanya sekali tidak jadi starter, yakni di laga perdana grup lawan Tanjung Verde, setelah baru pulih dari cedera hamstring.

Meski baru mencetak satu gol, pergerakannya kerap merepotkan lini belakang lawan. Ia membuka ruang bagi rekan setim di lini serang Spanyol.

Kontroversi wasit dan bantahan kapten Argentina

Kontroversi wasit dan bantahan kapten Argentina

Perjalanan Argentina ke final back to back tak lepas dari sorotan keputusan wasit. Kritik menguat setelah kemenangan lewat perpanjangan waktu atas Cape Verde dan Swiss, serta comeback 3-2 atas Mesir usai tertinggal 0-2 di 11 menit terakhir waktu normal.

Keputusan paling dipersoalkan adalah ketika VAR menganulir gol Mesir setelah bola bergulir sejauh 91 meter dari posisi pelanggaran terhadap pemain Argentina. Kubu Swiss dan Mesir sama-sama mengkritik performa wasit.

Messi membantah tuduhan itu. Ia menilai performa Tim Tango justru membuktikan status mereka di level tertinggi.

“Sejauh ini kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir ini, suka atau tidak suka, dan apapun yang dikatakan orang lain,”

kata pemain terbaik dunia delapan kali itu di ESPN. Ia menambahkan penegasan serupa tentang status dua tim di puncak kompetisi.

“Sekali lagi, kami menegaskan diri sebagai dua tim terbaik di dunia. Hal itu membuktikan bahwa semua yang sudah kami lakukan bukanlah kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami begitu saja,”

ucap Messi, dikutip dari ESPN sebagaimana dihimpun Optimaise News.

Duel generasi di New York: legenda lawan bintang muda

Yamal dulu sempat dimandikan Messi saat masih bayi, dan kini keduanya berdiri di sisi berlawanan di final. Spanyol datang dengan semangat muda sekaligus status juara Euro 2024.

Argentina ingin menjadi tim pertama yang meraih Piala Dunia back to back di era modern. Final Senin dini hari WIB di New York/New Jersey Stadium menjadi ujian langsung antara pengalaman Messi dan geliat generasi Yamal.

Peta kekuatan masih terbuka: kebugaran sayap Spanyol, ketajaman serangan Argentina, serta tekanan narasi wasit. Siapa yang menutup babak, atau membuka era baru, akan dijawab di lapangan.

Leave a Comment