Usai Enzo Fernández diusir wasit di ujung waktu normal, Argentina bermain 10 orang dan ruang antarlini Albiceleste semakin terbuka. Ferran Torres memanfaatkan celah itu pada menit ke-106, menaklukkan Emiliano Martinez, dan mengubah skor menjadi Spanyol 1-0 Argentina di babak kedua extra time final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New York, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Lebih dari 100 menit tanpa gol berakhir di hadapan puluhan ribu penonton. Hasil pemantauan Optimaise News menunjukkan Spanyol kini hanya perlu menjaga struktur, sementara Lionel Scaloni terdesak mengejar penyeimbang dengan sisa waktu di bawah 15 menit.
Menit 106 MetLife Stadium: Torres pecahkan kebuntuan setelah 100 menit tanpa gol
Babak kedua perpanjangan waktu dibuka Argentina dengan sepak mula. Lagu The Final Countdown menggelegar di MetLife Stadium saat 15 menit penentu dimulai.
Hanya sekitar satu menit berjalan, Spanyol langsung memecah skor. Pada menit ke-106, Ferran Torres berhasil menembus kiper Emiliano Martinez dan membawa La Roja unggul 1-0.
Ledakan sorak pemain serta pendukung Spanyol langsung memenuhi tribun. Gol itu menjadi ganjaran atas tekanan panjang yang dibangun sejak awal laga, bukan dari serangan mendadak semata.
Bagi penonton yang membandingkan Ferran Torres Fernando Torres, momen ini menegaskan identitas striker modern Valencia-lah yang mencetak sejarah malam itu. Nama sama beda generasi, tapi eksekusi di final dunia jelas milik Ferran.
Dampak kartu merah Enzo Fernández terhadap ruang antarlini Albiceleste

Kartu merah Enzo Fernández di akhir waktu normal menjadi titik balik struktural. Argentina kehilangan gelandang pengunci yang biasanya menutup jalur umpan di depan bek.
Dengan 10 pemain, jarak antarlini Albiceleste melebar dan sulit ditutup selama babak tambahan. Celah antara bek tengah dan bek sayap justru menjadi arena favorit Ferran Torres.
Pergerakannya di sela-sela pasangan bek itu memaksa lini belakang Argentina salah posisi berulang kali. Akhirnya satu tembusan cukup untuk menaklukkan Martinez dan mengubah arah final.
Data performa yang biasa dilacak lewat laman sejenis Ferran Torres WhoScored sering menyoroti gerakan tanpa bola di setengah lapangan lawan. Malam ini pola itu terbukti mematikan saat lawan kekurangan personel.
Sirkulasi umpan cepat de la Fuente paksa Argentina bertahan total

Tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Argentina dipaksa bertahan di area sendiri dan menguras energi lewat sirkulasi umpan cepat Spanyol.
Tekanan tanpa henti itu sudah terasa jauh sebelum extra time. Setelah Enzo keluar, ruang yang terbuka makin mempermudah Spanyol merakit serangan terstruktur.
Ferran Torres, yang jalur kariernya kerap dikaitkan dengan label Ferran Torres Valencia di pangkalan data pemain, tampil sebagai ujung tombak yang siap menghukum setiap celah. Ia bukan hanya penutup serangan, melainkan pemicu kegelisahan bek lawan.
Dominasi half-space dan umpan pendek beruntun membuat Albiceleste jarang merakit serangan balik bersih. Energi dan konsentrasi pemain Argentina terus terkikis sebelum gol penentu datang.
Tekanan beralih ke Scaloni: 10 pemain, sisa waktu tipis, harus kejar imbang
Setelah skor 1-0, beban mental berpindah penuh ke bangku Lionel Scaloni. Sisa waktu kurang dari 15 menit dan personel hanya 10 orang memaksa Argentina bertaruh segalanya demi gol penyeimbang.
Setiap bola mati dan umpan panjang menjadi peluang terakhir Albiceleste. Spanyol sebaliknya cukup menjaga organisasi, menghindari pelanggaran konyol, dan menutup jalur umpan ke area kotak penalti.
Lionel Messi dan rekan-rekannya tak tinggal diam, tetapi ruang untuk berkreasi makin sempit. Tanpa Enzo di lini tengah, transisi Argentina lebih mudah diantisipasi barisan Spanyol.
Dalam ringkasan Optimaise News, momen ini memperlihatkan bagaimana satu kartu merah di waktu normal bisa menentukan skenario extra time final dunia.
Penantian 16 tahun Spanyol: organisasi solid demi trofi pertama sejak 2010
Spanyol terakhir juara dunia pada 2010. Gol Ferran Torres di menit 106 membuka jalan menuju trofi pertama mereka dalam 16 tahun bila keunggulan itu bertahan sampai peluit akhir.
Organisasi permainan menjadi kunci, bukan spekulasi serangan berlebih. De la Fuente menekankan konsistensi sirkulasi dan disiplin posisi agar Argentina tak menemukan celah balasan.
Bagi fans yang sering menyandingkan Ferran Torres Fernando Torres di percakapan media sosial, malam ini memberi pembeda jelas: gol di final dunia 2026 adalah karya Ferran, bukan nostalgia legenda sebelumnya.
MetLife Stadium menjadi saksi pergeseran nasib dua raksasa. Spanyol selangkah lebih dekat mengakhiri penantian panjang, sementara Argentina harus mencari keajaiban dengan modal terbatas.
FAQ
Kapan dan di mana Ferran Torres mencetak gol penentu?
Gol dicetak pada menit ke-106 di babak kedua extra time final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New York, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB. Skor berubah menjadi Spanyol 1-0 Argentina.
Mengapa Argentina bermain 10 pemain di babak tambahan?
Enzo Fernández menerima kartu merah di akhir waktu normal. Albiceleste kehilangan satu personel dan ruang antarlini mereka terbuka lebar sepanjang extra time.
Siapa pelatih kedua tim di final ini?
Spanyol dilatih Luis de la Fuente, sementara Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni. Keduanya memainkan peran penting dalam pola dominasi dan percobaan comeback.
Berapa lama Spanyol menunggu gelar juara dunia lagi?
Spanyol terakhir juara dunia pada 2010. Jika unggul 1-0 bertahan, trofi itu akan menjadi yang pertama setelah penantian 16 tahun.







