Spanyol mengakhiri final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas juara bertahan Argentina. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan di stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, memastikan gelar kedua La Roja.
Hasil itu menutup rentang 16 tahun sejak trofi pertama di Afrika Selatan 2010. Dalam ringkasan Optimaise News, skenario skor dan timing gol ekstra waktu mengingatkan final klasik melawan Belanda, sekaligus menandai keberhasilan regenerasi di era Luis de la Fuente.
Gol menit 106 dan jejak nama Torres
Umpan panjang melewati lini belakang Argentina. Nico Williams mengejar bola, menyundulnya kembali ke kotak penalti, lalu Ferran menyambar dengan sepakan setengah voli yang tak dihentikan Emiliano Martinez.
Gol kedua Ferran sempat tercipta tidak lama kemudian, namun dianulir karena offside. Sundulan sebelumnya dari sepak pojok Lamine Yamal juga masih diamankan kiper Argentina.
Angka 1-0 di extra time menciptakan paralel historis: di Johannesburg 2010, Andrés Iniesta memutus final pada menit ke-116 dengan skor yang sama. Kini nama Torres—16 tahun setelah Fernando ikut mengangkat piala—kembali menjadi penentu.
Awal turnamen sempat berat bagi Ferran. Peluang emas kontra Tanjung Verde terbuang, penampilan kontra Arab Saudi dinilai belum setara rekan setim, dan posisinya di skuad sempat diperdebatkan.
Ia menjawab tekanan saat masuk sebagai pengganti di fase gugur, memberi assist gol kemenangan Mikel Merino. Peran pemain bangku cadangan yang ia tekankan di momen itu terbukti lagi di final.
Jalan gugur konsisten hingga puncak

Di putaran gugur 2026, La Roja menyingkirkan Austria pada babak 32 besar, lalu Portugal di 16 besar. Belgia jatuh di perempat final, dan Prancis kalah di semifinal sebelum laga puncak melawan Argentina yang masih diperkuat Lionel Messi.
Fondasi skuad dibangun de la Fuente lewat gelar Nations League 2023 serta juara Eropa 2024. Ia memadukan senior dan talenta muda tanpa kehilangan ritme kompetitif di turnamen besar.
Masa gelap sebelumnya terasa jauh. Spanyol keluar di fase grup 2014, lalu berhenti di babak 16 besar pada 2018 dan 2022. Konsistensi 2026 membalikkan narasi itu secara tegas.
Generasi baru mengganti era emas

Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, Gavi, Rodri, dan Pau Cubarsí menjadi tulang punggung yang berbeda dari legenda masa lalu. Mereka mewarisi rasa percaya diri tanpa meniru formasi personel lama yang digawangi Casillas, Xavi, Iniesta, Ramos, serta Villa.
Keberhasilan spanyol juara dunia kali ini bukan hanya soal trofi kedua. Ia membuktikan regenerasi yang digarap pelatih nasional berhasil di panggung paling keras.
Bagi pembaca di Indonesia, final ini juga menonjolkan pola klasik 1-0 di extra time: ketahanan mental dan kehadiran penentu di menit krusial sering menentukan juara, bukan dominasi penguasaan bola semata.
Optimaise News mencermati bahwa penantian panjang La Roja berakhir lewat satu sentuhan Ferran, bukan lewat hujan gol. Itu menguatkan citra Spanyol sebagai tim final yang efisien.
FAQ
Berapa skor final dan siapa pencetak gol kemenangan?
Spanyol menang 1-0. Ferran Torres mencetak gol penentu pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Di mana final Piala Dunia 2026 digelar?
Final berlangsung di stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026 waktu setempat.
Kapan Spanyol terakhir juara dunia sebelum gelar 2026?
Trofi pertama diraih 2010 di Afrika Selatan usai mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol Iniesta di extra time. Jeda menuju gelar kedua mencapai 16 tahun.
Siapa pelatih Spanyol dan apa rekor besarnya sebelum final?
Luis de la Fuente. Di bawah arahannya Spanyol juara Nations League 2023 dan Euro 2024 sebelum menuntaskan puncak di Piala Dunia 2026.
Gelar itu membuka babak baru bagi La Roja di peta sepak bola global. Dengan spanyol akhirnya juara di level dunia untuk kedua kalinya, fondasi pemain muda kini punya bukti di panggung tertinggi.
Satu gol extra time cukup mengakhiri saga penantian. Bagi pendukung, juara dunia lagi bukan hanya skor, melainkan validasi proyek regenerasi yang digarap sejak pasca Euro 2024.







