Fenita Arie Urai Rantai Komplikasi Mertua Usia 86

Author Image

Dyah

19 Juli 2026

Fenita Arie Urai Rantai Komplikasi Mertua Usia 86

H. Untung Rumekso, ayah presenter Arie Untung, berpulang Sabtu malam 18 Juli 2026 pukul 23.14 setelah rantai komplikasi multi-organ di usia 86 tahun. Duka menyelimuti keluarga Arie Untung setelah sang ayah melewati rawat intensif yang bermula dari insiden jatuh di masa senja.

Menantu, Fenita Arie, merinci urutan penurunan kondisi mertuanya di lokasi pemakaman Jakarta Selatan. Optimaise News mencatat penuturan itu menegaskan satu kecelakaan di usia lanjut memicu efek beruntun pada paru, jantung, dan ginjal.

Insiden jatuh memicu keputusan rawat medis

Menurut Fenita, gejala kritis bermula saat mertuanya tersungkur. Ia menyebut kondisi sepuh dan usia 86 tahun sebagai faktor yang membuat tubuh mudah goyah.

“Sebenarnya itu awalnya jatuh ya. Awalnya jatuh karena kan udah sepuh, udah senior banget. Pukung kan umurnya udah 86 tahun,” kata Fenita di lokasi pemakaman, Sabtu (18/7/2026).

Keluarga sempat mempertimbangkan penanganan tradisional. Namun durasi pemulihan yang diperkirakan lama mendorong keputusan beralih ke fasilitas medis.

“Terus pas jatuh memang harus tindakan operasi karena kalau kita pakai cara tradisional itu lumayan lama. Akhirnya kita putusin ke rumah sakit,” lanjutnya.

Asma kambuh dan reaksi obat usai tindakan bedah

Setibanya di rumah sakit, asma yang semula tidak menonjol justru kambuh. Proses pemulihan setelah tindakan bedah pun terganggu.

Operasi sendiri berjalan relatif mulus. Namun tubuh lansia kesulitan menahan beban obat-obatan pascaprosedur.

“Nah, dari rumah sakit itu ya ternyata ya ada keluarlah asmanya beliau juga kambuh. Terus habis itu pas waktu operasinya juga alhamdulillah lancar, tapi malah mungkin karena kena obat-obatan dan sebagainya, ya mungkin Pukung nggak kuat,” ucap Fenita.

Titik inilah yang, dalam ringkasan Optimaise News, menjadi gerbang komplikasi organ yang lebih luas.

Fungsi paru jantung ginjal melemah beruntun

Efek beruntun kemudian merambat ke organ vital. Satu sisi paru masih bekerja, sementara sisi lain sudah tak optimal.

Jantung mengalami pembengkakan. Ginjal juga kehilangan daya karena akumulasi obat yang masuk ke tubuh.

“Dari paru-parunya juga cuma bisa sebelah aja berfungsi. Terus habis itu jantungnya juga ada pembengkakan. Terus ya mungkin organ ginjalnya juga karena terlalu banyak obat yang dimasukin jadi udah nggak kuat,” jelasnya.

Rangkaian itu menggambarkan pola multi-organ failure yang kerap dihadapi pasien lanjut usia pascainsiden dan rawat intensif.

Drop mendadak di ICU hingga detik terakhir

Malam menjelang kepergian, kondisi mendadak anjlok di ruang ICU. Tim medis sempat melakukan pemompaan dada untuk menjaga stabilitas.

Setelah sempat membaik sesaat, keluarga memutuskan melepaskan dengan ikhlas. Detik kepergian dicatat pukul 23.14.

“Jadi ya makanya semalam ya, semalam itu yang drop banget, sempat dipompa gitu dadanya. Terus sempat balik lagi gitu kan. Sampai akhirnya jam 11.14 kita sekeluarga tuh udah kayak udah ikhlas aja,” tutur Fenita.

Jenazah dikebumikan di pemakaman TPU kawasan Kampung Kandang di Jakarta Selatan pada hari yang sama, menutup rangkaian perawatan yang berlangsung cepat.

Pernyataan menantu di lokasi pemakaman

Fenita menyampaikan urutan kejadian sambil mendampingi Arie Untung di area pemakaman. Suasana duka terasa dekat, namun ia tetap merinci fakta medis secara runut agar publik memahami alur sesungguhnya.

Beberapa laporan di hasil pencarian menyoroti kronologi ayah Arie Untung meninggal dunia secara ringkas. Fokus penuturan menantu justru menempatkan rantai organ sebagai tulang cerita, bukan sekadar tanggal perpisahan.

Keluarga besar menghadiri prosesi pemakaman dengan penekanan pada penerimaan. Usia 86 tahun dan beban multi-organ menjadi konteks yang berulang dalam penuturan tersebut.

FAQ

Kapan H. Untung Rumekso berpulang?

Beliau berpulang Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 23.14 setelah kondisi drop di ICU.

Apa yang memicu awal perawatan di rumah sakit?

Insiden jatuh di usia 86 tahun; keluarga memilih operasi di RS karena pengobatan tradisional dinilai memakan waktu lebih lama.

Organ mana yang paling terdampak?

Paru hanya satu sisi berfungsi, jantung bengkak, dan ginjal melemah akibat beban obat pascaoperasi.

Di mana prosesi pemakaman digelar?

Di TPU kawasan Kampung Kandang, Jakarta Selatan, pada hari yang sama dengan kepergiannya.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.