Emiliano Martínez Selamatkan Argentina di Menit ke-115

Emiliano Martínez menepis Cape Verde di menit 115 meski jari patah. Argentina nyaris tersingkir di tiap babak gugur, lalu bangkit ke final Piala Dunia 2026.

Author Image

Adel

Emiliano Martínez Selamatkan Argentina di Menit ke-115

Emiliano Martínez tampil sebagai penyelamat berulang Argentina di babak gugur Piala Dunia 2026. Meski bermain dengan jari patah, ia menepis tendangan bebas Cape Verde di menit ke-115 dan membantu menjaga mimpi juara tetap hidup.

Tim asuhan Lionel Scaloni yang mulus di fase grup justru nyaris tersingkir di hampir setiap putaran knockout. Aksi Martínez, Messi, serta rekan lain di saat-saat terakhir membawa Albiceleste terus melaju ke final.

Dominasi sempurna di fase grup yang berbalik jadi ujian bertahan hidup

Di babak penyisihan grup, Argentina meraih tiga kemenangan dan memuncaki klasemen. Mereka hanya kebobolan satu gol sepanjang fase itu.

Situasi berubah total begitu babak gugur dimulai. Hampir setiap laga berubah menjadi ujian kelangsungan hidup, bukan lagi pesta dominasi.

Menurut pantauan Optimaise News, kontras itu yang membuat nama Martínez dan pahlawan dadakan lain jadi pusat perbincangan. Mimpi juara nyaris putus berulang kali sebelum intervensi krusial muncul.

Aksi tangan Martínez yang mematahkan ancaman Cape Verde di perpanjangan waktu

Aksi tangan Martínez yang mematahkan ancaman Cape Verde di perpanjangan waktu

Di babak 32 besar, Argentina menghadapi Cape Verde dalam pertandingan sengit hingga perpanjangan waktu. Skor berakhir 3-2 untuk Albiceleste, tapi momen penentu datang di detik-detik akhir.

Cape Verde nyaris memaksa adu penalti lewat tendangan bebas di menit ke-115. Emiliano Martínez, yang dikenal juga sebagai Damián Emiliano Martínez di sejumlah basis data game dan profil pemain, menepis bola meski tampil dengan jari patah.

Penyelamatan itu memberi Argentina napas pertama yang sesungguhnya di jalur knockout. Tanpa aksi tersebut, perjalanan juara bertahan bisa berakhir lebih dini.

Catatan emiliano martínez stats di putaran itu menonjolkan peran clutch-nya di bawah mistar. Profil emiliano martínez transfermarkt juga kerap dirujuk penggemar saat menelusuri reputasi kiper Aston Villa ini di turnamen besar.

Kebangkitan dari ketertinggalan dua gol lawan Mesir

Kebangkitan dari ketertinggalan dua gol lawan Mesir

Lawan Mesir, Argentina untuk pertama kalinya tertinggal dua gol. Lionel Messi bahkan gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, sehingga ancaman tersingkir terasa nyata.

Sepuluh menit sebelum akhir, Messi memberi umpan yang disundul Coty Romero. Empat menit kemudian sang kapten menyamakan skor lewat tendangan kaki kiri setelah memulai serangan sendiri.

Bola pantul dari aksi itu dikuasai cermat Gonzalo Montiel di kotak penalti. Gol penyeimbang membuka comeback paling epik Argentina di Piala Dunia ini, setidaknya hingga semifinal.

Di waktu tambahan, Omar Marmoush nyaris mendapat peluang satu lawan satu. Leandro Paredes memotong bola tepat waktu, lalu serangan balik dimanfaatkan Enzo Fernández untuk gol kemenangan 3-2.

Rangkaian pahlawan dadakan yang muncul di setiap babak

Perjalanan knockout bukan hanya soal duo Messi-Martínez. Julián Álvarez, Enzo Fernández, Lautaro Martínez, Montiel, Paredes, dan keputusan VAR ikut jadi penentu di putaran berbeda.

Melawan Swiss, VAR membatalkan kartu kuning Paredes dan memberi kartu kuning kedua kepada Breel Embolo karena diving. Embolo diusir, dan keunggulan jumlah pemain memudahkan Argentina di babak tambahan.

Baru di menit ke-111 Julián Álvarez melepaskan tendangan indah dari luar kotak penalti. Gol pertamanya di turnamen itu mengunci kemenangan 2-1 dan tiket semifinal.

Lawan Inggris, dominasi Argentina terbentur penampilan Jordan Pickford. Di menit ke-85, Messi menciptakan ruang bagi Enzo Fernández yang menembak keras dari luar kotak penalti, menyamakan 1-1.

Di perpanjangan waktu, Jude Bellingham nyaris memimpin serangan balik penentu. Montiel menghentikannya, lalu serangan cepat berujung sundulan Lautaro Martínez yang membawa skor 2-1 dan tiket final.

Jalan berliku menuju final yang nyaris putus berkali-kali

Dari Cape Verde hingga Inggris, pola yang sama berulang: Argentina digoyang, lalu diselamatkan di momen kritis. Tim Scaloni terus melaju bukan karena laga yang nyaman, melainkan karena intervensi di saat-saat terakhir.

Emiliano Martínez membuka rantai penyelamatan itu dengan tangan di menit 115. Setelahnya, kontribusi Messi, Paredes, Álvarez, Enzo, Montiel, Lautaro, dan VAR merangkai jaring pengaman yang sama.

Optimaise News mencermati bahwa drama berlapis di babak gugur justru memperkuat narasi mimpi juara yang nyaris putus. Final menjadi hasil dari serangkaian “keajaiban” kolektif, bukan sekadar dominasi grup yang mulus di awal.

FAQ

Apa aksi paling krusial Emiliano Martínez di babak gugur?

Ia menepis tendangan bebas Cape Verde di menit ke-115 perpanjangan waktu, meski bermain dengan jari patah. Aksi itu mencegah adu penalti dan menjaga Argentina tetap di turnamen.

Bagaimana perjalanan Argentina di fase grup dibandingkan babak gugur?

Di grup mereka menang tiga kali, unggul klasemen, dan hanya kebobolan satu gol. Di babak gugur hampir setiap laga berubah menjadi ujian bertahan hidup hingga menit-menit akhir.

Siapa saja pahlawan dadakan selain Martínez dan Messi?

Leandro Paredes memotong serangan Marmoush, Enzo Fernández mencetak gol penentu, Julián Álvarez mengalahkan Swiss di menit 111, Montiel menghentikan Bellingham, dan Lautaro memastikan tiket final lewat sundulan.

Apakah Argentina akhirnya lolos ke final Piala Dunia 2026?

Ya. Kemenangan 2-1 atas Inggris di perpanjangan waktu, lewat gol Lautaro usai intervensi Montiel, membawa Albiceleste ke final setelah melewati rangkaian drama knockout.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.