Milestone First Gold Pour di Tambang Pani
Gorontalo, Optimaise News – Transisi EMAS dari fase konstruksi ke produksi komersial menandai fondasi kuat untuk pertumbuhan jangka panjang di tengah tren emas global yang sedang naik. EMAS mulai kegiatan ore feeding pada November 2025 dan mencapai first gold pour pada Februari 2026 di Tambang Emas Pani. Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola proyek pertambangan secara profesional.
Inti artikel
- EMAS mulai kegiatan ore feeding pada November 2025 dan mencapai first gold pour pada Februari 2026 di Tambang Emas Pani
- Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola proyek pertambangan secara profesional
- Awal produksi mencatat 1.818 ounce emas serta 3.500 ounce perak di kuartal I 2026
Awal produksi mencatat 1.818 ounce emas serta 3.500 ounce perak di kuartal I 2026. Acara ini disaksikan langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahid yang menekankan kepatuhan terhadap AMDAL sebagai syarat utama sebelum produksi dimulai. Kehadiran pemimpin daerah memperkuat komitmen bersama untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Aset Emas Primer Terbesar dengan 7,4 Juta Ounce

Penemuan sumber daya tambahan di Kolokoa menambah 445 ribu ounce, sehingga total sumber daya mineral EMAS naik menjadi 7,4 juta ounce emas. Angka ini menjadikan tambang Pani sebagai aset emas primer terbesar di Indonesia saat ini. Potensi ini tidak hanya memperluas cadangan melainkan juga meningkatkan nilai tambang secara keseluruhan.
Penemuan Kolokoa menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam eksplorasi. Menurut laporan dari Optimaise News, penemuan ini membuka peluang baru bagi ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan dan investasi lanjutan.
Strategi Ramp-up Produksi Menuju 115 Ribu Ounce

EMAS merencanakan ramp-up produksi hingga 115 ribu ounce emas sepanjang 2026 melalui heap leach pad. Strategi ini memanfaatkan target produksi awal yang sudah tercatat dengan 1.818 ounce emas di kuartal pertama. Pendekatan bertahap ini dirancang untuk mencapai efisiensi operasional maksimal.
Target produksi perak juga mencapai 100-200 ribu ounce untuk memaksimalkan keuntungan. Proyek ini menunggu ramp-up penuh agar EBITDA berubah menjadi positif di masa mendatang. Analis melihat potensi ini sebagai kunci keberhasilan jangka panjang perusahaan.
Dukungan Grup Merdeka dan Akses Pasar Global
Proyek ini merupakan bagian dari Grup Merdeka dengan dukungan dari MDKA serta rencana fasilitas Carbon-in-Leach untuk output mencapai 500.000 ounce. Penandatanganan kesepakatan REC dengan PLN menandai komitmen energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dukungan ini juga mencakup akses teknologi dan jaringan pasar yang lebih luas.
Dukungan Grup Merdeka memastikan sinergi yang kuat dalam pengelolaan sumber daya. Rencana pencatatan sekunder di Bursa Hong Kong melalui HDR akan semakin memperkuat posisi EMAS di pasar keuangan internasional. Pendekatan ini menandai kesiapan perusahaan menghadapi dinamika global.
Kepatuhan ESG serta Manfaat bagi Masyarakat Gorontalo
Proyek ini berkomitmen tinggi pada prinsip ESG dengan kepatuhan terhadap AMDAL yang ditegaskan pemimpin daerah. Hal ini menjamin tidak ada dampak negatif bagi lingkungan sekitar dan masyarakat setempat. Pendekatan ini menjadi contoh terbaik dalam pertambangan modern yang bertanggung jawab.
Manfaat ekonomi bagi Provinsi Gorontalo mencakup kontribusi Pendapatan Asli Daerah yang meningkat, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan ekonomi lokal. Bagi investor saham EMAS, outlook ini sangat positif dengan potensi dividen dan pertumbuhan nilai perusahaan di masa mendatang.







