Harga emas dunia naik 1,11% menjadi US$4.390,26 per ons troi pada perdagangan Senin (10 Agustus 2026). Emas menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026 dan kenaikan ini memperpanjang reli dua hari sebelumnya pasca data payrolls yang mengejutkan.
Inti artikel
- Harga emas dunia naik 1,11% menjadi US$4.390,26 per ons troi pada perdagangan Senin (10 Agustus 2026)
- Pasar global mulai menghela napas setelah momentum kuat terbentuk
- Namun, investor tetap waspada terhadap data inflasi Amerika Serikat yang keluar dua hari lagi
Pasar global mulai menghela napas setelah momentum kuat terbentuk. Namun, investor tetap waspada terhadap data inflasi Amerika Serikat yang keluar dua hari lagi.
FOMO dan China Dorong Emas ke US$4.390
Kenaikan emas didorong kekuatan teknis dan pembelian agresif dari China yang terus mencari aset aman di tengah tensi geopolitik. Harga emas berjangka AS ikut melonjak ke US$4.448,45. Analis melihat potensi lebih lanjut jika pasar ingin menembus level US$4.500.
Pembeli institusional China menjadi katalis utama. Lonjakan ini juga terlihat dari reli sebelumnya yang mencapai 2,4% pada Jumat lalu setelah laporan nonfarm payrolls Departemen Tenaga Kerja AS tak sesuai ekspektasi.
Momentum Teknis Pasca Data Nonfarm Payrolls Menghebohkan

Data payrolls yang lebih rendah dari perkiraan pasar membuat bank sentral menjadi lebih longgar. Emas memanfaatkan momen ini untuk melanjutkan kenaikannya. Teknik momentum saat ini masih menunjukkan tren naik.
Emas sempat menyentuh level US$4.390 sebelumnya di sesi Senin. Kenaikan ini berlanjut dari kurs sebelumnya yang lebih lemah. Pasar kini menanti konfirmasi lebih lanjut dari data makro.
Perhatian Pasar pada Rilis CPI dan PPI AS
Rabat CPI yang diprediksi Reuters mencapai 3,4% tahunannya di Juli menjadi sorotan utama. Data ini akan menentukan arah kebijakan suku bunga Fed di masa depan. PPI yang dijadwalkan sehari setelahnya juga dikawasi ketat.
Inflasi inti diperkirakan naik ke 2,5% dan inflasi bulanan naik 0,2%. Ketakutan revisi kebijakan membuat emas bergerak hati-hati. Level saat ini tetap menjadi target potensial bagi yang ingin eksposur tinggi.
Bob Haberkorn Soroti Ketahanan Emas di Tengah Hati-Hati Pasar
“Momentum teknikal emas saat ini cukup kuat secara keseluruhan,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist StoneX, dikutip Reuters Selasa. Haberkorn menegaskan ketahanan emas meski pasar ragu dengan data berikutnya. Pernyataan ini menjadi nilai tambah bagi trader yang memilih emas.
Emas berjangka ditutup kuat meski spot lebih rendah. Kondisi ini mencerminkan ekspektasi konservatif. Analisis Haberkorn mendukung keputusan beli jangka pendek sebelum CPI.
Peluang Fed yang Bisa Perkuat Trend Emas
Jelajah cita-cita pasar kini bergantung pada pemantauan kebijakan The Fed. Data yang lebih rendah dapat memperlemah dolar dan mendorong emas lebih tinggi. CPI yang lebih kuat berpotensi memperlambat reaksi.
Emas saat ini diperdagangkan di level 9 minggu terbaru. Tinggi Juni 2026 masih menjadi patokan teknis. Trader kini fokus pada breakout di atas US$4.450.
Optimaise News mencatat data ini sebagai rangkuman terkini dari pasar komoditas. Pasar emas tetap responsif terhadap suku bunga dan inflasi.







