Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat Q2 2026: Purbaya Prediksi 5,4

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2026 diprediksi melambat, dengan proyeksi Menteri Keuangan Purbaya 5,4 persen dibandingkan beberapa ekonom.

Author Image

Adel

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat Q2 2026: Purbaya Prediksi 5,4

Badan Pusat Statistik dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Angka itu diperkirakan melambat dibanding kuartal I yang mencapai 5,6%.

Inti artikel

  • Badan Pusat Statistik dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026
  • Angka itu diperkirakan melambat dibanding kuartal I yang mencapai 5,6%
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 5,4%, sementara sejumlah ekonom menempatkan kisaran di bawah 5%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 5,4%, sementara sejumlah ekonom menempatkan kisaran di bawah 5%. Gap prediksi ini mencerminkan tekanan harga energi, pelemahan rupiah, dan normalisasi konsumsi pasca-Lebaran.

Faktor penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi kuartal II

LPEM FEB UI menunjuk tiga beban utama. Pertama, efek basis tinggi: kuartal II 2025 tumbuh 5,12% sehingga pembandingnya berat. Kedua, Ramadan dan Idul Fitri jatuh di kuartal I 2026, sehingga Q2 kehilangan dorongan musiman belanja.

Ketiga, guncangan eksternal. Lonjakan harga energi global dan pelemahan rupiah memicu inflasi impor, menaikkan biaya produksi. Kebijakan harga Pertamax juga merembes ke tarif transportasi dan harga barang, menekan daya beli.

Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 123,0 pada April ke 120,9 di Mei, lalu 117,8 di Juni. Rata-rata IKK kuartal II 120,6, anjlok 4,4 poin dari kuartal sebelumnya. Inflasi umum naik dari 2,42% menjadi 3,34% year on year, didorong volatile food yang sempat 6,24% di Mei.

Perbandingan prediksi Purbaya vs para ekonom utama

Purbaya menilai empat lembaga mematok angka di bawah 5,6%, namun tak jauh dari 5,4%. “Kalau kami lihat prediksi semua, empat lembaga, kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal kedua, tapi enggak jauh dari 5,4% juga. Jadi melambat, tapi enggak parah-parah amat,” katanya.

Teuku Riefky dari LPEM FEB UI mematok 4,80% (rentang 4,78, 4,82%) dan pertumbuhan penuh tahun 2026 sekitar 5%. Yusuf Rendy Manilet (CORE) memproyeksikan 4,8, 4,9%, menekankan normalisasi konsumsi rumah tangga serta pelemahan net ekspor.

David Sumual (BCA) lebih optimistis di 5,12%, dengan investasi sebagai penopang utama meski neraca barang mulai defisit. Faisal Rachman (Bank Permata) mematok 5,35%, menilai konsumsi rumah tangga tetap di atas 5% berkat kebijakan daya beli, sementara ekspor ke AS dan Cina lesu.

Optimaise News mencatat rentang prediksi Q2 membentang dari 4,78% hingga 5,35%, menandakan ketidakpastian yang masih tinggi di pasar.

Dampak ketidakpastian global terhadap kinerja ekonomi

IMF memprakirakan pertumbuhan global 2026 hanya 3% year on year, sedikit di bawah proyeksi April. Konflik Timur Tengah menekan harga energi, pupuk, dan rantai pasok. Neraca perdagangan Indonesia berbalik defisit 1,6 miliar dolar AS di Mei setelah surplus tipis di April, seiring impor migas di atas 20 miliar dolar AS per bulan.

Ekspor turun dari 25,3 miliar dolar AS di April menjadi 23,2 miliar di Mei. PMI manufaktur sempat di zona kontraksi sepanjang sebagian besar kuartal II, meski mulai membaik di Juli. Belanja pemerintah realisasi Rp841 triliun (tumbuh 7,04% yoy), sementara penerimaan Rp884,5 triliun. Investasi kuartal II Rp511,8 triliun, setara 25,1% target tahunan Rp2.041,3 triliun.

Prospek pemulihan di paruh kedua tahun 2026

Purbaya memperkirakan kondisi membaik di paruh kedua. KSSK memproyeksikan pertumbuhan tahunan 5,6, 6% jika sinergi antarlembaga terjaga. ADB mempertahankan proyeksi Indonesia 5,2% untuk 2026, tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam.

Daya beli ditopang peran APBN sebagai peredam guncangan: perlindungan sosial, stabilisasi pangan-energi, dan penciptaan lapangan kerja. Investasi diharapkan menguat lewat proyek infrastruktur prioritas dan kredit investasi. Konsumsi pemerintah didorong belanja program, gaji ke-13 ASN, dan bansos.

Strategi koordinasi untuk memperkuat mesin pertumbuhan

Kementerian Keuangan akan mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia agar mesin pertumbuhan kembali bergerak. Sinergi KSSK (Kemenkeu, OJK, BI, LPS) dinilai kunci menjaga momentum di tengah ruang fiskal yang terbatas.

David Sumual menekankan kebijakan yang mendorong investasi swasta agar lapangan kerja dan daya beli naik. Faisal Rachman melihat permintaan domestik tetap tangguh jika fiskal tetap mendukung pertumbuhan tanpa mengorbankan ruang anggaran.

Hasil pemantauan Optimaise News menunjukkan, data BPS hari ini akan menjadi penanda apakah perlambatan Q2 masih dalam koridor “tidak parah” seperti yang digambarkan Menkeu, atau lebih dekat ke skenario di bawah 5% yang dipegang LPEM dan CORE.

FAQ
Berapa prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026?
Purbaya 5,4%; LPEM 4,78, 4,82%; CORE 4,8, 4,9%; BCA 5,12%; Bank Permata 5,35%.
Kapan BPS merilis data kuartal II 2026?
Rabu, 5 Agustus 2026, sesuai jadwal yang diumumkan media nasional.
Apa penyebab utama perlambatan?
Efek basis tinggi dari Q2 2025 (5,12%), hilangnya dorongan Lebaran di Q2, harga energi global, pelemahan rupiah, dan normalisasi konsumsi.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.