Jakarta, Optimaise News – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memastikan program streamlining akan menghapus kurang lebih 652 perusahaan pelat merah. Setelah selesai, struktur BUMN ditargetkan tinggal sekitar 250 entitas.
Inti artikel
- Setelah selesai, struktur BUMN ditargetkan tinggal sekitar 250 entitas
- Per akhir Juli 2026, 274 perusahaan sudah ditata
- BP BUMN bersama BPI Danantara mempercepat penataan agar rantai holding lebih ramping, efektif, dan efisien
Per akhir Juli 2026, 274 perusahaan sudah ditata. Optimaise News mencatat dari keterangan resmi yang dikutip Minggu (9/8/2026), target itu dilengkapi contoh konsolidasi di Telkom, IFG, dan Pupuk Indonesia, plus pengawalan lintas lembaga.
Target akhir: 652 entitas hilang, struktur BUMN ke 250
BP BUMN bersama BPI Danantara mempercepat penataan agar rantai holding lebih ramping, efektif, dan efisien. Skema yang disebut mencakup merger, akuisisi, likuidasi, dan divestasi.
Dony menyampaikan target akhir secara terbuka. “Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Angka itu menjadi kerangka besar transformasi: dari struktur yang dianggap terlalu gemuk menuju portofolio yang lebih mudah dikelola dan berdaya saing.
Capaian per Juli 2026: 274 perusahaan sudah ditata

Progress tidak dimulai dari nol. Dony melaporkan bahwa streamlining sudah membuahkan hasil pada ratusan entitas.
“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, resultnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” terang dia.
CEO Danantara Rosan Roeslani juga dilaporkan menyampaikan capaian serupa ke Presiden Prabowo: sekitar 274 perusahaan sudah distreamline per akhir Juli. Data ini menegaskan fase pelaksanaan sudah berjalan, bukan sekadar rencana di atas kertas.
Contoh konsolidasi: Telkom, IFG, dan Pupuk Indonesia
Beberapa holding besar sudah punya angka potongan yang jelas. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan memangkas 34 anak usaha.
Holding asuransi, penjaminan, dan investasi Indonesia Financial Group (IFG) diarahkan menjadi 12 entitas bisnis saja di ekosistemnya. PT Pupuk Indonesia (Persero) akan memangkas 42 entitas bisnis hingga tersisa 15 perusahaan.
Pada sisi kinerja, Pupuk Indonesia disebut membukukan laba Rp 6,1 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini usai perubahan strategi. Perusahaan itu sudah membangun 8 pabrik dan memperbaiki 8 pabrik lain, serta mencatat ekspor perdana pupuk ke Australia. Dony menyebut posisi Pupuk kini sebagai eksportir, sebagai contoh dampak operasional yang sejalan dengan penataan.
Dampak awal yang dilaporkan ke Utusan Khusus Presiden
Dony mengadakan pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden untuk memaparkan perkembangan transformasi BUMN. Forum itu tidak hanya menghitung entitas yang dipangkas, tetapi juga dampak positif yang mulai terasa di sejumlah perusahaan pelat merah.
Bagi pembaca dan pelaku usaha, rampingnya struktur holding diarahkan pada kecepatan keputusan dan fokus investasi. Holding yang lebih ringkas dinilai lebih mudah dievaluasi kinerjanya tanpa lapisan anak usaha yang berlebihan.
Pengawalan lintas lembaga dan arahan efisiensi layer
Proses streamlining dikawal lembaga negara. Tim Pengawalan Streamlining BUMN melibatkan Kejaksaan Agung hingga Kementerian Hukum, termasuk BPKP dan BPK, agar penataan mengikuti prosedur hukum.
Diskusi lintas lembaga di Wisma Danantara dihadiri antara lain Jamdatun Narendra Jatna, Jamintel Reda Manthovani, dan Wakil Menteri Hukum Edward O.S. Hiariej. Reda menekankan masukan agar streamlining tertata efektif dan bersih.
Presiden Prabowo, menurut laporan yang dirangkum Optimaise News dari sumber terkait, meminta pengurangan layer birokrasi di BUMN besar seperti Pertamina dan PLN agar keputusan lebih cepat dan efisiensi terjaga. Arahan itu selaras dengan tujuan struktur yang sehat, adaptif, dan kompetitif.







