Don Nelson, sosok yang mengubah wajah serangan NBA lewat konsep point forward dan era cepat Golden State Warriors, meninggal Minggu (9/8/2026) waktu Amerika Serikat dalam usia 86 tahun. Kabar duka itu diumumkan Warriors, klub yang ia tangani dalam dua periode (1988-1995 dan 2006-2010). Keluarga tidak menyebut penyebab kematian.
Inti artikel
- Kabar duka itu diumumkan Warriors, klub yang ia tangani dalam dua periode (1988-1995 dan 2006-2010)
- Keluarga tidak menyebut penyebab kematian
- Pernyataan keluarga menyebut suami, ayah, kakek, dan buyut itu berpulang tenang dikelilingi orang-orang tercinta
Pernyataan keluarga menyebut suami, ayah, kakek, dan buyut itu berpulang tenang dikelilingi orang-orang tercinta. Optimaise News merangkum, warisannya lebih dari angka 1.335 kemenangan regular season: ia membimbing rookie Stephen Curry, memberi kebebasan Dirk Nowitzki di Dallas, dan memicu kejutan We Believe 2007 yang masih dikutip fans Warriors.
Lima Ring Celtics ke Bangku Pelatih Tiga Franchise
Sebelum digelari pelatih inovator, Nelson adalah pemain Celtics. Sebelas dari empat belas musim profesinya dihabiskan di Boston. Ia hadir di lima skuat juara di bawah empat pelatih berbeda, termasuk era Red Auerbach yang kelak memengaruhi caranya menyusun serangan cepat.
Usai pensiun sebagai pemain, ia menjadi asisten di Milwaukee Bucks. Ketika Larry Costello mundur setelah 18 laga musim 1976-77, Nelson naik ke kursi pelatih kepala. Sebelas musim bersama Bucks menghasilkan tujuh gelar divisi beruntun. Tiga kali ia mengantar Bucks ke final konferensi.
Ia juga termasuk pelatih langka yang meraih minimal 250 kemenangan di tiga franchise berbeda: Milwaukee, Dallas Mavericks, dan Golden State, sambil sempat menjabat manajer umum di ketiga klub itu. Tiga kali ia dinobatkan Pelatih Terbaik Tahunan NBA dan membawa tim ke playoff 18 kali dalam 31 musim. Final konferensi bersama Mavericks tercapai sekali, meski gelar NBA sebagai pelatih tak pernah diraihnya.
Run TMC, Point Forward, dan We Believe 2007
Gaya menyerang cepat paling kentara di Golden State lewat era Run TMC. Nelson ingin Tim Hardaway, Mitch Richmond, dan Chris Mullin bermain bersamaan. Ide beralih dari dominasi pemain besar 1970-an ke tempo dan serangan balik, katanya, tumbuh dari masa bermain di bawah Auerbach.
Dari situ lahir praktik yang kini dikenal sebagai point forward: forward yang menginisiasi serangan seperti playmaker. Sebelas musim total bersama Warriors terpecah dua periode. Periode pertama retak saat hubungan dengan rookie Chris Webber memburuk. Webber ditukar sebulan setelah musim keduanya dimulai. Nelson yang terpukul absen sembilan laga karena sakit, lalu mengundurkan diri di bawah tekanan pada Februari 1995.
Singkat di New York Knicks pada 1995-96 berakhir dengan pemecatan kurang dari satu musim. Delapan musim di Dallas menyusul, termasuk cuti usai diagnosis kanker. Kembali ke Warriors, tim yang dipimpin Baron Davis dijuluki We Believe menumbangkan unggulan teratas Mavericks asuhan Nowitzki di putaran pertama playoff 2007. Momen itu masuk jajaran kejutan besar sejarah NBA dan menjadi jembatan emosional ke generasi Curry.
Mentor Curry-Nowitzki hingga Rekor 1.335 Kemenangan
Musim terakhir kepelatihan Nelson, 2009-2010, menjadi tahun rookie Curry. Guard itu menyebut salah satu alasan utama direkrut Warriors adalah Nelson. Meski beredar cerita Nelson jarang menyukai rookie, sejak hari pertama ia menantang Curry agar tampil terbaik di lapangan.
Nowitzki berulang kali menekankan bahwa kariernya tak akan seperti sekarang tanpa Nelson sebagai pelatih pertama yang memberi kebebasan memainkan gaya pribadinya. Baron Davis menyebut era We Believe istimewa justru karena Nellie. Optimaise News mencatat dari keterangan yang dihimpun, rekor 1.335 kemenangan regular season sempat menempatkan Nelson di puncak daftar sepanjang masa, sedikit di atas 1.332 milik Lenny Wilkens, sebelum Gregg Popovich melampauinya pada Maret 2022.
Ia masuk Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada 2012 dan menerima Chuck Daly Lifetime Achievement Award pada 2025. Nomor punggung 19 dipensiunkan Celtics sejak 1978, tanda penghormatan dini atas karier pemainnya.
Penghormatan Kerr, Davis, dan Keluarga
Steve Kerr, pelatih kepala Warriors yang kemudian meraih empat gelar NBA bersama franchise itu, menilai banyak kebiasaan NBA modern bisa dilacak ke cara Nellie membaca permainan. Dampaknya ke Warriors, kata Kerr, sama pentingnya: membentuk momen ikonik, tim berkesan, dan ikatan dengan generasi fans. Warisan itu, ujarnya, tetap bagian inti organisasi.
Davis berterima kasih atas kenangan, tawa, dan pencapaian bersama. Nowitzki hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk segalanya. Curry mengirim salam sayang kepada Joy dan keluarga serta menyebut Nelson ikon sejati dengan dampak yang sulit diukur.
Keluarga menulis bahwa di minggu terakhir, teman dan kerabat mengelilinginya dengan kasih sayang, berbagi berkat persahabatan dan kenangan berharga. Kabar itu datang tanpa detail medis, hanya penegasan bahwa kepergiannya damai.






