Indonesia Basketball League kembali menghadirkan serial dokumenter KITA Season 2026 dengan sudut yang lebih personal dan emosional. Pantauan Optimaise News, seri ini menyingkap proses bangkit, tekanan karier, dan keputusan besar para pemain di luar skor pertandingan.
Episode perdana bertajuk The Next Step mengangkat dua pebasket nasional, Andakara Prastawa dan Yesaya Saudale. Total 15 episode tayang eksklusif di IBL TV setiap Jumat pukul 19.00 WIB.
Dokumenter KITA Dirilis Lagi, Cerita di Balik Layar IBL 2026
IBL ingin penonton melihat sisi lain kehidupan atlet: bukan hanya menang-kalah, tetapi juga cara merespons kegagalan dan terus berkembang. Serial ini menjadi season kedua dokumenter KITA setelah edisi sebelumnya.
AVP Media & Content IBL, Guustave Fabiano, menyebut proyek ini sebagai komitmen mendekatkan cerita manusiawi pemain kepada penggemar basket tanah air.
“Lewat KITA Season 2026, kami ingin menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan sisi manusiawi para pemain. Tidak hanya tentang menang atau kalah di lapangan, tetapi juga tentang proses bangkit, mengambil keputusan besar, menghadapi tekanan, dan bagaimana mereka terus melangkah dalam kariernya. KITA menjadi gambaran bahwa setiap pemain selalu punya cerita perjuangan di balik pertandingan,”
ujar Guustave dalam keterangan resmi yang dihimpun Optimaise News.
The Next Step: Andakara dan Yesaya di fase karier krusial

Andakara Prastawa dari Pelita Jaya membingkai dokumenter ini sebagai refleksi setelah gagal mempertahankan gelar juara musim lalu. Bagi Yesaya Saudale, episode yang sama merekam keberanian keluar dari zona nyaman dan memulai tantangan baru di jalur profesional.
Keduanya sama-sama berada di titik penting perjalanan karier, sehingga pembuka musim terasa lebih intim dibanding highlight skor semata.
“Dokumenter ini buat saya sangat personal. Banyak orang cuma melihat hasil akhir di lapangan, tapi jarang melihat bagaimana seorang pemain belajar menerima kekalahan, bangkit lagi, dan menjaga rasa lapar untuk terus berkembang. Saya berharap cerita ini bisa memberikan perspektif baru bahwa menjadi juara bukan cuma soal menang, tapi soal bagaimana kita merespon kegagalan,”
kata Andakara. Ia menambahkan harapan agar penonton membawa pulang semangat untuk terus melangkah.
“Kalau ada satu hal yang saya harap bisa dirasakan penonton setelah menonton dokumenter ini, itu adalah semangat untuk terus melangkah. Karena dalam hidup, setiap orang pasti pernah jatuh. Yang membedakan adalah siapa yang mau bangkit dan mengambil next step,”
lanjut Andakara.
Harapan Yesaya: bertumbuh di luar zona nyaman

Yesaya menekankan bahwa kisah di layar bukan sekadar catatan satu musim kompetisi. Ia ingin penonton melihat proses tumbuh yang sering tak tampak di highlight reel.
“Buat saya, dokumenter ini bukan cuma tentang basket atau perjalanan satu musim. Ini tentang bagaimana setiap orang punya prosesnya masing-masing untuk bertumbuh. Ada masa di mana kita harus keluar dari zona nyaman, mengambil keputusan besar, dan belajar menerima tekanan. Saya berharap orang yang menonton bisa melihat bahwa di balik setiap langkah seorang atlet, ada perjuangan yang mungkin tidak selalu terlihat,”
ucap Yesaya. Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan jarang datang instan.
“Semoga tayangan ini bisa jadi pengingat kalau perjalanan menjadi lebih baik itu nggak pernah instan. Kadang kita harus berani memulai langkah baru, walaupun belum tahu hasil akhirnya seperti apa,”
tambahnya.
Jadwal KITA Season 2026 dan apa yang ditawarkan ke penonton
KITA Season 2026 dijadwalkan hadir tiap Jumat pukul 19.00 WIB secara eksklusif di IBL TV. Episode perdana The Next Step menjadi penanda pembuka season kedua serial dokumenter tersebut.
Sepanjang kompetisi, 15 episode akan merangkai cerita inspiratif dari pemain dan insan basket Indonesia. Format ini memberi ruang lebih panjang dibanding cuplikan media sosial usai laga.
Bagi penonton yang biasa hanya mengikuti klasemen, seri ini menawarkan konteks emosional di balik layar IBL. Cerita balik layar itu diharapkan mempererat kedekatan fans dengan perjalanan profesional para atlet.







