Riau, Optimaise News – Dirbinmas Polda Riau Kombes Eko Budhi Purwono meraih penghargaan Hoegeng Awards 2026 karena orkestrasi program Green Policing yang menciptakan keseimbangan lingkungan dan ketertiban sosial di Provinsi Riau. Program ini menggabungkan pendekatan kepolisian dengan pelestarian alam melalui kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kombes Eko memimpin inisiasi yang digagas Kapolda Riau agar wilayah menjadi lebih hijau dan aman. Hasilnya, upaya ini berdampak positif pada pengendalian konflik lahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Green Policing sebagai Inovasi Polri yang Integrasikan Hukum dan Lingkungan
Green Policing merupakan pendekatan kepolisian yang menyatukan penegakan hukum dengan perlindungan lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan keteraturan sosial yang seimbang dengan kelestarian alam tanpa mengorbankan satu pun pihak.
Petugas tidak lagi hanya menindak melainkan juga mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan sungai. Kolaborasi ini menjadi ciri khas program yang mencakup seluruh unsur pemerintahan setempat.
Seleksi Ketat Hoegeng Awards 2026 Melibatkan Lima Pakar Masyarakat

Seleksi Hoegeng Awards 2026 dilakukan secara ketat oleh lima dewan pakar independen dari unsur masyarakat. Proses ini dimulai sejak awal tahun sehingga setiap penerima harus melalui evaluasi menyeluruh.
Lima pakar ini menilai program-program kepolisian di berbagai daerah berdasarkan inovasi dan dampaknya terhadap masyarakat. Pemenang akhirnya ditetapkan dengan pertimbangan objektif yang mencakup aspek sosial dan lingkungan.
Langkah Operasional Program Jalur dan Green Policing di Lapangan

Program Green Policing melibatkan Direktorat Binmas, Intel, Kriminal Khusus, dan seluruh Polres di bawah naungan Polda Riau. Kombes Eko berperan sebagai orkestrator utama yang mengkoordinasikan seluruh satuan.
Setiap hari petugas melakukan pendataan pohon yang ditanam dan sekolah yang menerima sosialisasi lingkungan melalui Program Jalur. Ditreskrimsus juga ikut terlibat dalam penanganan kasus pidana pembakaran lahan dan perambahan hutan.
Langkah ini memastikan edukasi rutin berjalan lancar sambil memberikan bukti konkret bagi penegakan hukum. Model kepolisian berbasis masyarakat seperti ini bisa diadopsi di wilayah lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dampak Nyata Kurangi Karhutla dan Perbaiki Kualitas Udara Pekanbaru
Dampak program terlihat jelas di Pekanbaru di mana karhutla berhasil dikurangi berkat pengawasan ketat dan pendidikan rutin. Masyarakat kini lebih waspada terhadap aktivitas yang merugikan alam.
Kualitas udara di Pekanbaru jauh lebih baik dibanding tahun 2016 saat kabut asap sering menyelimuti wilayah. Data menunjukkan penurunan signifikan tingkat polusi yang dirasakan langsung oleh penduduk.
Inspirasi dari program ini mendorong personel Polri lain untuk menerapkan pendekatan serupa demi menciptakan keseimbangan antara ketertiban dan kelestarian alam di daerah masing-masing. Hasilnya, wilayah-wilayah baru juga bisa ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan nasional.







