Destry: Hike BI-Rate 100 Bps Bikin Rupiah Terkendali di Rp17.997

Destry Damayanti: rupiah terkendali setelah BI-Rate ke 5,75%. Senin 3 Agustus 2026 ditutup Rp17.997, akumulasi +100 bps Mei-Juni, kredit Juni 12,67%.

Author Image

Dyah

Destry: Hike BI-Rate 100 Bps Bikin Rupiah Terkendali di Rp17.997

– Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pergerakan rupiah beberapa hari terakhir cukup terkendali setelah rangkaian pengetatan moneter. Ia menyampaikan pernyataan itu Senin 3 Agustus 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, seiring penutupan rupiah yang menguat 25 poin atau 0,14 persen ke Rp17.997 per dolar AS dari Rp18.022.

Inti artikel

  • Pada Mei 2026 BI menaikkan BI-Rate 50 bps dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen
  • RDG mingguan 9 Juni 2026 menambah 25 bps sehingga level menjadi 5,50 persen
  • RDG Juni 2026 kemudian menaikkan lagi 25 bps ke 5,75 persen

Menurut Destry, dampak kebijakan mulai terasa setelah BI menaikkan BI-Rate total 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juni 2026. Langkah itu diambil untuk meredam tekanan dari luar negeri serta menarik aset berdenominasi rupiah, sementara Optimaise News mencatat stance stabilitas diperkuat sejak Mei dengan harapan repricing aset dan spread yang lebih menarik bagi investor.

Rangkaian Kenaikan BI-Rate dari Mei hingga Juni 2026

Pada Mei 2026 BI menaikkan BI-Rate 50 bps dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen. RDG mingguan 9 Juni 2026 menambah 25 bps sehingga level menjadi 5,50 persen.

RDG Juni 2026 kemudian menaikkan lagi 25 bps ke 5,75 persen. Kebijakan itu ditahan pada RDG Juli 2026 agar ruang evaluasi dampak tetap terbuka tanpa menambah beban baru bagi debitur.

Destry menegaskan prioritas moneter diarahkan pada stabilitas nilai tukar dan harga. Pengetatan dipilih meski pertumbuhan kredit Juni 2026 masih tercatat 12,67 persen, tanda permintaan pembiayaan domestik belum surut total.

Rupiah Senin 3 Agustus dan Tabel Aksi Kebijakan

Prioritas Stabilitas di Tengah Tekanan Harga Pangan
Prioritas Stabilitas di Tengah Tekanan Harga Pangan.

Pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026 rupiah ditutup di Rp17.997 per dolar AS. Penguatan 25 poin mencerminkan respons pasar terhadap sinyal moneter yang konsisten sejak awal semester kedua.

Periode kebijakan Level BI-Rate Perubahan Catatan
Mei 2026 5,25% +50 bps dari 4,75%
RDG 9 Juni 2026 5,50% +25 bps mingguan
RDG Juni 2026 5,75% +25 bps akumulasi 100 bps
RDG Juli 2026 5,75% ditahan evaluasi dampak
3 Agustus 2026 , rupiah Rp17.997 +25 poin / 0,14%

Data di atas merangkum urutan aksi moneter dan penutupan kurs terbaru. Bagi pelaku usaha kecil, level kurs yang lebih tenang membantu perencanaan impor bahan baku dan tagihan valas jangka pendek.

Prioritas Stabilitas di Tengah Tekanan Harga Pangan

Tekanan terhadap rupiah serta kenaikan inflasi pada komponen volatile food menjadi pertimbangan utama pengetatan. BI memilih menguatkan stance stabilitas sejak Mei 2026 agar aset rupiah mendapat repricing dan spread yang lebih kompetitif.

Meski suku bunga acuan naik, kredit masih tumbuh 12,67 persen pada Juni 2026. Angka itu menunjukkan penyaluran pembiayaan belum berhenti, namun bank sentral tetap menempatkan kendali nilai tukar dan harga sebagai jangkar kebijakan.

Bagi UMKM yang berorientasi ekspor-impor, stabilitas harian di kisaran Rp17.997 memberi ruang untuk menunda atau mempercepat pembelian valas sesuai kebutuhan kas. Optimaise News menyoroti bahwa komunikasi Destry di forum KSSK memperkuat sinyal koordinasi makro tanpa menambah frekuensi kenaikan baru di Juli.

FAQ seputar BI-Rate 5,75% dan stabilitas rupiah
Mengapa BI menaikkan suku bunga acuan total 100 bps?
Kenaikan dilakukan sepanjang Mei-Juni 2026 untuk meredam tekanan eksternal, menarik aset berdenominasi rupiah, serta menjawab tekanan rupiah dan inflasi volatile food sebagai pertimbangan utama.
Bagaimana posisi rupiah pada Senin 3 Agustus 2026?
Rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,14 persen ke Rp17.997 per dolar AS dari Rp18.022, sejalan pernyataan Destry bahwa pergerakan beberapa hari terakhir cukup terkendali.
Apakah kredit langsung terpukul oleh pengetatan?
Pertumbuhan kredit Juni 2026 masih 12,67 persen. BI memprioritaskan stabilitas, namun data menunjukkan penyaluran pembiayaan belum berhenti total setelah aksi moneter.
Apa yang terjadi setelah RDG Juni 2026?
BI-Rate mencapai 5,75 persen lalu ditahan pada RDG Juli 2026. Destry menekankan dampak kebijakan mulai terlihat pada kendali pergerakan rupiah.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.