Jakarta, Optimaise News – Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pergerakan rupiah beberapa hari terakhir cukup terkendali setelah rangkaian pengetatan moneter. Ia menyampaikan pernyataan itu Senin 3 Agustus 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, seiring penutupan rupiah yang menguat 25 poin atau 0,14 persen ke Rp17.997 per dolar AS dari Rp18.022.
Inti artikel
- Pada Mei 2026 BI menaikkan BI-Rate 50 bps dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen
- RDG mingguan 9 Juni 2026 menambah 25 bps sehingga level menjadi 5,50 persen
- RDG Juni 2026 kemudian menaikkan lagi 25 bps ke 5,75 persen
Menurut Destry, dampak kebijakan mulai terasa setelah BI menaikkan BI-Rate total 100 basis poin sepanjang Mei hingga Juni 2026. Langkah itu diambil untuk meredam tekanan dari luar negeri serta menarik aset berdenominasi rupiah, sementara Optimaise News mencatat stance stabilitas diperkuat sejak Mei dengan harapan repricing aset dan spread yang lebih menarik bagi investor.
Rangkaian Kenaikan BI-Rate dari Mei hingga Juni 2026
Pada Mei 2026 BI menaikkan BI-Rate 50 bps dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen. RDG mingguan 9 Juni 2026 menambah 25 bps sehingga level menjadi 5,50 persen.
RDG Juni 2026 kemudian menaikkan lagi 25 bps ke 5,75 persen. Kebijakan itu ditahan pada RDG Juli 2026 agar ruang evaluasi dampak tetap terbuka tanpa menambah beban baru bagi debitur.
Destry menegaskan prioritas moneter diarahkan pada stabilitas nilai tukar dan harga. Pengetatan dipilih meski pertumbuhan kredit Juni 2026 masih tercatat 12,67 persen, tanda permintaan pembiayaan domestik belum surut total.
Rupiah Senin 3 Agustus dan Tabel Aksi Kebijakan

Pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026 rupiah ditutup di Rp17.997 per dolar AS. Penguatan 25 poin mencerminkan respons pasar terhadap sinyal moneter yang konsisten sejak awal semester kedua.
| Periode kebijakan | Level BI-Rate | Perubahan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Mei 2026 | 5,25% | +50 bps | dari 4,75% |
| RDG 9 Juni 2026 | 5,50% | +25 bps | mingguan |
| RDG Juni 2026 | 5,75% | +25 bps | akumulasi 100 bps |
| RDG Juli 2026 | 5,75% | ditahan | evaluasi dampak |
| 3 Agustus 2026 | , | rupiah Rp17.997 | +25 poin / 0,14% |
Data di atas merangkum urutan aksi moneter dan penutupan kurs terbaru. Bagi pelaku usaha kecil, level kurs yang lebih tenang membantu perencanaan impor bahan baku dan tagihan valas jangka pendek.
Prioritas Stabilitas di Tengah Tekanan Harga Pangan
Tekanan terhadap rupiah serta kenaikan inflasi pada komponen volatile food menjadi pertimbangan utama pengetatan. BI memilih menguatkan stance stabilitas sejak Mei 2026 agar aset rupiah mendapat repricing dan spread yang lebih kompetitif.
Meski suku bunga acuan naik, kredit masih tumbuh 12,67 persen pada Juni 2026. Angka itu menunjukkan penyaluran pembiayaan belum berhenti, namun bank sentral tetap menempatkan kendali nilai tukar dan harga sebagai jangkar kebijakan.
Bagi UMKM yang berorientasi ekspor-impor, stabilitas harian di kisaran Rp17.997 memberi ruang untuk menunda atau mempercepat pembelian valas sesuai kebutuhan kas. Optimaise News menyoroti bahwa komunikasi Destry di forum KSSK memperkuat sinyal koordinasi makro tanpa menambah frekuensi kenaikan baru di Juli.






