Bandung, Optimaise News – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka paket perang kejahatan jalanan di wilayahnya. Lewat unggahan Instagram @dedimulyadi71, ia mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta. Sasaran utamanya maling, copet, jambret, begal, dan rampok yang marak di jalanan, terutama Bandung Raya.
Inti artikel
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka paket perang kejahatan jalanan di wilayahnya
- Lewat unggahan Instagram @dedimulyadi71, ia mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta
- Sasaran utamanya maling, copet, jambret, begal, dan rampok yang marak di jalanan, terutama Bandung Raya
Program ini digabung dengan siaga multi-instansi, patroli malam, dan siskamling. Optimaise News menyajikan gambaran utuh lima lapisan respons keamanan. Tujuannya melindungi warga, bukan sekadar mengandalkan insentif viral belaka.
Syarat Mutlak: Pelaku Dilumpuhkan lalu Diserahkan Hidup ke Polisi
Syarat utama sangat tegas dan tidak bisa ditawar. Warga yang ingin ikut harus melumpuhkan pelaku terlebih dahulu. Setelah itu, serahkan orang tersebut dalam keadaan hidup ke kepolisian setempat.
Jika pelaku tewas, hadiah tak diberikan sama sekali. Aturan ini mencegah aksi main hakim sendiri yang berisiko tinggi. Warga diimbau mengukur kemampuan diri dan selalu utamakan keselamatan saat bertindak di lapangan.
Hadiah Berjenjang Rp5 Juta hingga Rp50 Juta untuk Lima Jenis Kejahatan

Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp5 juta sampai Rp50 juta. Nilai disesuaikan dengan jenis serta bobot kejahatan. Lima sasaran utama meliputi maling, copet, jambret, begal, serta rampok.
| Sasaran Kejahatan | Rentang Hadiah |
|---|---|
| Maling, copet, jambret, begal, rampok | Rp5 juta hingga Rp50 juta (berjenjang) |
Proses penyerahan hadiah dilakukan setelah verifikasi polisi. Warga yang berhasil diapresiasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keamanan bersama. Besaran tepat ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan penangkapan.
Siaga Malam Multi-Instansi: Patroli, Satpol PP, dan Damkar

Mobil patroli diminta siaga setiap malam tanpa kecuali. Lampu tanda bahaya harus terus menyala sebagai sinyal kehadiran aparat di jalan raya. Detail ini menegaskan kehadiran visual yang jarang disorot.
Satpol PP dan Damkar ditempatkan di titik-titik strategis. Mereka siap membantu penanganan situasi darurat atau keramaian mendadak. Koordinasi lintas instansi memperkuat penindakan cepat di malam hari.
Warga Diajak Hidupkan Siskamling dengan Prinsip Jaga Diri
Warga didorong mengaktifkan siskamling atau ronda malam. Landasannya prinsip jaga diri dan dijaga diri. Gotong royong ini menjadi benteng pertama komunitas di lingkungan masing-masing.
Siskamling bukan hanya menjaga lingkungan fisik. Ia menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama antarwarga. Dengan prinsip itu, warga saling melindungi tanpa menunggu aparat semata.
Koordinasi Polda Jabar dan Polda Metro Jaya di Wilayah Rawan
Koordinasi terus dilakukan dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Fokus diarahkan ke wilayah rawan yang berbatasan atau rawan kejahatan jalanan. Sinergi dua polda memperluas jangkauan penindakan silang.
Lima lapisan membentuk peta lengkap: koordinasi dua polda, patroli dengan lampu menyala, penempatan Satpol PP-Damkar, siskamling berbasis jaga diri, dan sayembara hadiah. Gabungan itu membedakan pendekatan Dedi Mulyadi dari sayembara biasa.







