Dean Henderson Urai Ketegangan dengan Guardiola di Wembley

Author Image

Adel

19 Juli 2026

Dean Henderson Urai Ketegangan dengan Guardiola di Wembley

Dean Henderson, kiper Crystal Palace, mengurai ketegangan pasca-final Piala FA 2024/2025 dengan pelatih Manchester City Pep Guardiola di Stadion Wembley. The Eagles menang 1-0 pada 17 Mei 2025 dan merayakan trofi berkat soliditas di bawah mistar.

Menurut pantauan Optimaise News, klarifikasi itu muncul sehari setelah laga final yang diwarnai penolakan jabat tangan. Henderson mengaitkan sikap manajer City dengan isu waktu yang terulur di lapangan.

Latar kemenangan Palace atas City di final Wembley

Crystal Palace menumbangkan Manchester City dengan skor 1-0 di final Piala FA di Wembley. Gol tunggal tercipta lewat Eberechi Eze pada menit ke-16 dari skema serangan balik.

Keunggulan tipis itu dijaga lewat permainan tertutup di sisa laga. Dean Henderson menjadi penentu dengan enam penyelamatan penting, termasuk menepis penalti Omar Marmoush di menit ke-36.

Eks penjaga gawang Manchester United itu menutup celah yang kerap digarap City. Hasilnya, Palace membawa pulang piala tanpa kebobolan.

Sumber dugaan kekecewaan Guardiola menurut Henderson

Sumber dugaan kekecewaan Guardiola menurut Henderson

Dalam keterangan usai juara, Dean Henderson menduga Guardiola kecewa karena penguluran waktu sepanjang final. Sudut itu ia sampaikan saat mengomentari friksi di akhir pertandingan.

Saat itu Henderson berusia 28 tahun. Catatan Optimaise News menunjukkan, isu waktu dan sportivitas sempat menjadi perbincangan publik usai peluit panjang di Wembley.

Dugaan tersebut menjadi inti klarifikasi yang beredar sehari setelah malam final. Fokus publik pun terpecah antara gelar Palace dan momen di terowongan keluar lapangan.

Kronologi penolakan jabat tangan usai peluit akhir

Kronologi penolakan jabat tangan usai peluit akhir

Selepas wasit mengakhiri laga, kamera menangkap Guardiola enggan bersalaman dengan Dean Henderson. Saat berpapasan, tangan pelatih City ditarik menjauh dari kiper Palace.

Keduanya sempat saling beradu kata hingga dilerai orang di sekitar. Momen itu berbarengan dengan perayaan juara skuad The Eagles di atas rumput Wembley.

Jabat tangan antar lawan biasanya menjadi penutup sportif final. Penolakan itu justru menambah lapisan drama di luar skor 1-0.

Arti trofi bagi skuad Crystal Palace

Piala FA 2024/2025 menjadi buah kerja keras Palace menahan tekanan City. Henderson ikut mengangkat trofi usai penampilan yang dinilai menentukan di bawah mistar.

Gol Eze dan penyelamatan kiper menjadi fondasi malam juara itu. Skuad The Eagles mengandalkan soliditas dan momen serangan balik untuk mengunci gelar.

Bagi klub, trofi itu menandai puncak musim yang dibangun dari disiplin bertahan. Peran Dean Henderson profil kiper yang krusial memperkuat narasi kemenangan di final.

Refleksi sportivitas di laga puncak kompetisi

Final puncak kompetisi lazim ditutup jabat tangan sebagai tanda hormat antar lawan. Penolakan salaman di Wembley memicu perbincangan soal emosi pelatih dan pemain usai kekalahan pahit.

Insiden itu tidak menghapus fakta Palace menang sah 1-0. Sorotan tetap terbagi antara gelar juara dan ketegangan singkat di akhir laga.

Bagi penonton, final itu meninggalkan dua jejak: kehebatan kiper Palace dan friksi singkat dengan manajer City. Keduanya menjadi bagian dari malam bersejarah di Wembley.

FAQ

Berapa skor final Piala FA antara Crystal Palace dan Manchester City?

Crystal Palace menang 1-0 atas Manchester City di Stadion Wembley pada 17 Mei 2025.

Siapa pencetak gol kemenangan Palace?

Eberechi Eze mencetak gol semata wayang pada menit ke-16 lewat serangan balik.

Apa yang diduga Henderson soal sikap Guardiola?

Henderson menduga pelatih Manchester City kecewa karena penguluran waktu di final.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.