Aceh, Optimaise News – Ayah Dea Arronaya, dr. Nevirizal, akhirnya undur diri dari jabatan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Keputusan itu muncul setelah unggahan lama putrinya soal liburan luar negeri, biaya kuliah kedokteran, dan pembelian BBM besar-besaran kembali beredar luas di media sosial serta memicu kritik publik yang kencang.
Inti artikel
- Nevirizal, akhirnya undur diri dari jabatan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues
- Dea Arronaya disebut menghilang dari media sosial usai sorotan itu
- Optimaise News merangkai kronologi sebab-akibat utuh dari unggahan flexing hingga mundurnya pejabat daerah agar pembaca paham konteks penuh
Dea Arronaya disebut menghilang dari media sosial usai sorotan itu. Optimaise News merangkai kronologi sebab-akibat utuh dari unggahan flexing hingga mundurnya pejabat daerah agar pembaca paham konteks penuh.
Jabatan Ayah dan Identitas Dea Arronaya
Dea Arronaya adalah putri dr. Nevirizal yang sebelumnya menjabat Asisten I Setdakab di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Jabatan Asisten I Setdakab termasuk posisi eselon tinggi yang mendampingi Sekretaris Daerah dalam urusan administrasi pemerintahan, pembangunan, dan koordinasi dinas.
Posisi strategis itu membuat unggahan keluarga pejabat mudah disorot soal etika dan citra publik. Dea Arranoya, anak seorang pejabat di Kabupaten Gayo, sempat aktif membagikan potongan kehidupan sehari-hari lewat akun media sosialnya sebelum polemik meledak.
Unggahan Lama yang Kembali Memicu Gelombang Kritik

Sejumlah unggahan lama milik Dea tiba-tiba dibagikan ulang warganet dan viral. Salah satu unggahan memuat frasa hidup kadang di Paris, Inggris, Jerman.
Unggahan lain menyebut papa kerja sementara anak-istri di Eropa. Ada juga cerita anak-istri tiba-tiba ke Korea. Rangkaian postingan itu memicu gelombang kritik yang menuding gaya hidup mewah tidak sejalan dengan kondisi pejabat daerah.
Jejak Liburan Eropa-Korea dan Biaya Kuliah Kedokteran

Jejak liburan Dea mencakup perjalanan ke Eropa dan Korea Selatan yang digambarkan santai di unggahannya. Biaya pendidikan kedokteran hingga jenjang lanjutan disebut dibiayai ayahnya sepenuhnya.
Banyak warganet mempertanyakan sumber pembiayaan tersebut. Kasus flexing gaya hidup mewah anak mantan pejabat ini menyoroti kesenjangan persepsi antara pejabat dan masyarakat awam di daerah.
Sorotan 15 Jeriken BBM hingga Dea Menghilang dari Medsos
Salah satu unggahan paling disorot adalah cerita ayah membeli 15 jeriken BBM. Detail itu dikaitkan warganet dengan isu etika pejabat soal akses BBM atau pembelian massal yang dinilai janggal.
Setelah kritik memuncak, Dea Arronaya disebut telah menghilang dari media sosial. Akunnya tak lagi memuat unggahan baru terkait gaya hidup mewah. Optimaise News mencatat hilangnya aktivitas ini sebagai bagian dari dampak langsung sorotan publik.
Mundurnya Asisten I Setdakab Gayo Lues sebagai Konsekuensi
Sebagai konsekuensi langsung, dr. Nevirizal memutuskan mundur dari jabatan Asisten I Setdakab Gayo Lues. Ulah anak flexing ke Eropa berujung pejabat Gayo ini memperlihatkan dampak nyata unggahan pribadi pejabat publik.
Langkah undur diri diharapkan meredam polemik yang sudah menyebar luas. Kronologi utuh unggahan flexing, kritik, hilangnya Dea dari medsos, hingga mundurnya ayah menunjukkan alur sebab-akibat yang jelas di mata publik.







