Hewlett-Packard menorehkan jejak panjang di perangkat mobile sebelum beralih penuh ke PC dan printer. Spesifikasi HP berubah drastis dari PDA iPAQ berbasis Windows Mobile hingga flagship Elite x3 yang memakai Windows Phone.
Inti artikel
- Hewlett-Packard menorehkan jejak panjang di perangkat mobile sebelum beralih penuh ke PC dan printer
- Spesifikasi HP berubah drastis dari PDA iPAQ berbasis Windows Mobile hingga flagship Elite x3 yang memakai Windows Phone
- Rangkuman ini menyatukan spek inti lebih dari 40 model yang tercerai di katalog lama
Rangkuman ini menyatukan spek inti lebih dari 40 model yang tercerai di katalog lama. Pembaca melihat lompatan hardware nyata: RAM 64 MB menjadi 4 GB, kamera 1,3 MP menjadi 16 MP, serta alasan HP berhenti di ponsel.
Era PDA: Seri iPAQ Windows Mobile 2004, 2009
Seri iPAQ menjadi wajah Hewlett-Packard di era PDA. Perangkat ini mengandalkan Windows Mobile dan stylus untuk email serta kalender kantor.
RAM umumnya hanya 64, 128 MB. Baterai berkisar 1.100, 1.840 mAh. Kamera 1,3, 3,15 MP. Layar 2,0, 3,5 inci sudah memadai saat itu.
Model-model mid-2000s ini jadi fondasi sebelum HP bereksperimen bentuk baru. Pengguna bisnis mengandalkannya harian meski spek terasa sangat terbatas kini.
webOS dan Form Factor Unik: Pre, Veer, TouchPad

Setelah mengakuisisi Palm, HP meluncurkan webOS. Form factor jadi pembeda utama di 2011.
Pre 3 punya layar 3,58 inci, chipset Snapdragon S2, kamera 5 MP, baterai 1.230 mAh, storage 8, 16 GB, dan RAM 512 MB. Veer lebih mungil: layar 2,6 inci, chipset MSM7230, kamera 5 MP, baterai 910 mAh, storage 8 GB.
TouchPad tampil sebagai tablet 9,7 inci. Chipset Snapdragon S3, kamera 1,3 MP, baterai 6.300 mAh, storage 32 GB, RAM 1 GB. webOS gagal menarik pasar massal meski gestur multi-touchnya maju.
Tablet & Hybrid Android: Keluarga Slate dan VoiceTab

HP beralih ke Android untuk tablet dan hybrid. Keluarga Slate 2013, 2015 memakai chipset beragam: Nvidia Tegra, Marvell, Intel Atom atau Celeron, hingga Snapdragon 800.
Pro Slate 8 (2015) mengusung layar 7,86 inci, Snapdragon 800, kamera 8 MP + 2 MP, baterai 5.900 mAh, storage 32 GB plus RAM 2 GB, serta Gorilla Glass 4. VoiceTab Ultra (2014) hadir sebagai hybrid 7,0 inci dengan kamera 13 MP + 5 MP, baterai 5.000 mAh, storage 16 GB dan RAM 2 GB.
VoiceTab menempati kategori tersendiri: tablet yang bisa digenggam seperti ponsel besar untuk panggilan. Form factor ini jarang diulas sebagai kelompok utuh di katalog kompetitor.
Elite x3: Flagship Windows Phone Terakhir HP
Elite x3 diumumkan Februari 2016 sebagai penutup bab ponsel HP. Layar 5,96 inci, chipset Snapdragon 820, kamera 16 MP + 8 MP, baterai 4.150 mAh, storage 64 GB plus RAM 4 GB.
Perangkat ini lulus uji MIL-STD-810G dan dilindungi Gorilla Glass 4. Spek flagship-level itu menempatkannya setara pesaing Windows Phone saat itu.
Sayangnya ekosistem Windows Phone tak berkembang. Elite x3 jadi model terakhir sebelum HP meninggalkan ponsel sepenuhnya.
Lompatan Spek: Dari 64 MB RAM ke Snapdragon 820
Perbandingan lintas dekade memperlihatkan lompatan keras. Era iPAQ hanya 64, 128 MB RAM; Elite x3 membawa 4 GB. Kamera melonjak dari 1,3 MP ke 16 MP. Baterai dari kisaran 1.100 mAh ke 4.150 mAh.
Chipset beralih dari prosesor PDA lawas ke Snapdragon 820 yang kala itu flagship. Storage naik dari ratusan MB ke 64 GB. Layar membesar dan mendapat perlindungan kaca modern.
Sintesis 40-an model menunjukkan HP selalu mengejar form factor baru, PDA, webOS mungil, tablet hybrid, lalu continuum Windows Phone, namun kalah di ekosistem. Hasilnya, merek ini kini lebih dikenal di Indonesia lewat laptop dan printer.
Arti Katalog Ini bagi Kolektor di Indonesia
Di pasar lokal, nama HP identik dengan PC dan printer. Ponsel serta tablet lawasnya jarang dibahas. Katalog spek ini berfungsi sebagai arsip.
Kolektor gadget vintage bisa menelusuri urutan generasi secara utuh. Dari iPAQ Windows Mobile, eksperimen webOS, tablet Android Slate-VoiceTab, hingga Elite x3. Satu alur sejarah yang tak digabung situs spesifikasi populer.
Perubahan spek juga memberi konteks praktis: mengapa perangkat 2005 terasa lambat kini, dan mengapa flagship 2016 masih layak dibahas sebagai penutup era.







