Jakarta, Optimaise News – Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara, menyampaikan bahwa IPO akan menjadi salah satu strategi utama setelah proses konsolidasi, restrukturisasi, dan penguatan fundamental BUMN selesai dilakukan. Dalam pertemuan dengan Kementerian Keuangan, ia menyebut sejumlah BUMN dengan kapitalisasi pasar besar yang dinilai layak IPO.
Inti artikel
- Dalam pertemuan dengan Kementerian Keuangan, ia menyebut sejumlah BUMN dengan kapitalisasi pasar besar yang dinilai layak IPO
- Transformasi BUMN di bawah Danantara dirancang secara bertahap selama lima tahun
- Tahun pertama fokus pada pengembangan visi-misi serta konsolidasi dan restrukturisasi portofolio
Langkah ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas pilihan investasi di pasar modal melalui kehadiran emiten-emiten berkapitalisasi besar.
Roadmap Lima Tahun Transformasi BUMN di Bawah Danantara
Transformasi BUMN di bawah Danantara dirancang secara bertahap selama lima tahun. Tahun pertama fokus pada pengembangan visi-misi serta konsolidasi dan restrukturisasi portofolio. Tahun kedua menekankan people development dan penguatan corporate culture.
Tahun ketiga difokuskan pada percepatan inovasi teknologi dan integrasi kecerdasan buatan. Tahun keempat menargetkan value creation melalui aksi korporasi serta kemitraan strategis.
Tahun kelima menetapkan target pertumbuhan laba yang berstandar global. Seluruh tahapan ini menjadi fondasi sebelum memilih langkah selanjutnya seperti IPO atau strategic partnership.
BUMN Kelas Kakap dengan Market Cap Besar yang Masuk Radar IPO
Beberapa BUMN dinilai memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar sehingga berpotensi IPO di Bursa Efek Indonesia. PT Pegadaian dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi contoh perusahaan pelat merah kelas kakap yang masuk dalam daftar target.
PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo serta PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports juga disebut memiliki potensi serupa. Keberadaan mereka akan memperkuat representasi sektor jasa keuangan, agrikultur-kimia, serta infrastruktur.
Manfaat IPO bagi Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia
IPO bertujuan meningkatkan nilai BUMN sekaligus memperluas pilihan investasi di pasar modal melalui kehadiran emiten-emiten berkapitalisasi besar. Dengan menambahkan lebih banyak perusahaan berkualitas, pasar modal dapat semakin dalam.
Langkah ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penambahan emiten yang dapat berkontribusi pada indeks harga saham gabungan. Pendalaman pasar modal akan mengurangi konsentrasi IHSG yang selama ini cenderung pada sektor perbankan dan komoditas.
Langkah Diskusi Strategi Partnership versus Go Public
Setelah roadmap lima tahun selesai, Danantara akan membahas dengan Kementerian Keuangan mana yang akan dilaksanakan strategic partnership, mana yang IPO, dan mana yang tetap tertutup. Pilihan ini akan menentukan arah penataan BUMN sebagai milik negara.
Diskusi ini mencakup penentuan target potensial yang lebih tinggi lagi. Seluruh proses harus memperhatikan kepentingan negara dan manfaat bagi investor ritel.
Analisis Kesiapan Fundamental PT Pegadaian hingga Pelindo
Pegadaian dinilai paling siap IPO karena model perseroannya sudah matang, pendapatan terprediksi, serta kebiasaan menerapkan standar tata kelola ketat dari Otoritas Jasa Keuangan. Pupuk Indonesia memiliki kompleksitas lebih tinggi mengingat peran dalam penyaluran subsidi pupuk.
Aspek penetapan harga dan tata kelola menjadi sensitif terhadap kebijakan pemerintah. Pelindo dan Angkasa Pura perlu kejelasan terkait konsesi jangka panjang serta struktur tarif sebelum pemodal bisa menilai secara percaya diri.







