Citra Anidya, DJ yang akrab dikenal sebagai pasangan Chef Juna, menuliskan curahan hati lewat akun Instagram @ncit90 pada 11 Agustus 2026. Ia mengungkap trauma lama akibat kekerasan fisik ditambah ancaman pemukulan baru yang membuat luka batinnya kembali terasa.
Inti artikel
- Citra Anidya, DJ yang akrab dikenal sebagai pasangan Chef Juna, menuliskan curahan hati lewat akun Instagram @ncit90 pada 11 Agustus 2026
- Ia mengungkap trauma lama akibat kekerasan fisik ditambah ancaman pemukulan baru yang membuat luka batinnya kembali terasa
- Pada unggahan perdana Citra menceritakan pengalaman pahit dulu
Postingan itu langsung ramai dibahas warganet yang memberi simpati, sementara unggahan susulan pada 12 Agustus menjelaskan motifnya merekam: bukan untuk membesar-besarkan masalah atau menjatuhkan pihak mana pun. Fakta ini sejalan dengan judul-judul yang beredar, termasuk frasa Kekasih Chef Juna Akui Terima Ancaman Kekerasan yang sering muncul di pencarian.
Curhatan Viral Citra Anidya soal Kekerasan dan Polisi
Pada unggahan perdana Citra menceritakan pengalaman pahit dulu. Ia sempat dibawa ke kantor polisi usai mengalami kekerasan, dan ayahnya tiba dalam keadaan emosional saat melihat wajah dan tubuh anaknya babak belur.
Citra menegaskan tak menyebut nama pelaku maupun waktu kejadian secara rinci. Ia hanya menuliskan kutipan langsung: “Aku pernah mengalami trauma karena pernah dipukul habis2an oleh laki2 yang bahkan nggak aku kenal”.
Reaksi netizen mayoritas mendukung. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya membuka ruang aman untuk berbicara tentang luka yang sering disembunyikan. Optimaise News mencatat pola ini sebagai bagian dari wacana publik soal pemulihan korban kekerasan.
Ancaman Baru yang Memicu Trauma Lama
Trauma yang sempat mereda muncul lagi setelah ia menerima ancaman pukulan. Ancaman tersebut datang dari orang yang dulu berjanji akan melindunginya. Situasi itu membuat bagian dirinya yang masih belajar merasa aman kembali waspada.
Citra menulis: “Bukan karena aku ingin selalu curiga, tapi karena ada bagian dari diriku yang masih belajar merasa aman”. Ia mengakui proses berdamai dengan masa lalu tetap berjalan, namun bukan berarti rasa waswas telah hilang total.
Ia menekankan keinginan sederhana: kembali merasakan rasa aman tanpa harus terus berada dalam mode bertahan. Kalimat bahasa Inggris yang ia cantumkan memperkuat pesan itu: “Some wounds don’t need to be forgotten. They just need to stop controlling the way we live”.
Alasan Merekan dan Upaya Berdamai
Sehari kemudian Citra menambahkan penjelasan. Ia merekam video bukan untuk memperkeruh situasi atau menyerang siapa pun. Tujuannya lebih kepada dokumentasi pribadi agar dirinya sendiri mampu menatap luka tanpa dikendalikan rasa takut.
Usaha berdamai digambarkannya sebagai proses aktif. Ia tak ingin melupakan kejadian, juga tak membenarkan kekerasan yang pernah menimpa. Yang diutamakan adalah menghentikan luka agar tak lagi mengatur cara hidup sehari-hari.
Dalam konteks pemberitaan selebritas, judul-judul seperti Kekasih Chef Juna Akui Terima Ancaman Kekerasan kerap menjadi pintu masuk pembaca. Namun sudut pandang Optimaise News lebih menonjolkan sisi pemulihan dan batasan yang ditetapkan korban.
Reaksi Publik dan Ruang Empati
Unggahan Citra memicu gelombang empati di media sosial. Banyak pengguna mengomentari pentingnya mendengarkan suara korban tanpa menuntut detail berlebih. Ada juga yang mengaitkan cerita itu dengan edukasi soal trauma yang bisa muncul kembali kapan saja.
Beberapa warganet mengingatkan bahwa ancaman verbal atau fisik, meski datang dari orang dekat, tetap serius. Mereka mendorong korban untuk mencari dukungan profesional bila diperlukan, meski Citra sendiri belum menyebutkan langkah medis atau hukum lanjutan.
Fakta yang tersedia hanya seputar curhatan dua hari berturut-turut itu. Tidak ada angka pengikut, jumlah like, atau konfirmasi pihak lain di luar pernyataan Citra sendiri. Pendekatan ini menjaga kejujuran reportase tanpa spekulasi.







