Saat makan bareng Jerome Polin, Ciccio Manassero hendak membagi tagihan lewat QRIS. Alih-alih membuka m-banking, ia membidik kode dengan kamera ponsel biasa hingga transfer gagal total.
Pengakuan itu disampaikan di kawasan Senayan, Jumat (17/7/2026). Aktor yang sudah sekitar 25 tahun berkarya di industri hiburan itu terang-terangan menyebut dirinya gaptek.
Gagal total di meja makan: QRIS dibidik kamera biasa
Momen lucu sekaligus memalukan itu muncul setelah keduanya selesai makan. Jerome menawarkan cara cepat: cukup pindai kode agar transfer langsung masuk.
Ciccio mengikuti instruksi itu, tetapi salah pintu masuk. Ia membuka aplikasi kamera bawaan, bukan fitur pindai di aplikasi bank.
“Temanku Jerome (Jerome Polin) waktu itu nawarin aku kan mau transfer ke dia, kita makan bareng kan, pakai QRIS. Terus dia bilang, ‘scan aja QRIS’. Aku scan-nya dari kamera bukan dari m-banking, jadi nggak bakal jadilah. Gaptek-nya segitu,”
ujar Ciccio saat menceritakan kejadian itu. Tanpa aplikasi pembayaran yang aktif, kode yang terbaca kamera tidak memicu transaksi apa pun.
Menurut pantauan Optimaise News, cerita ini menjadi penanda sederhana betapa kebiasaan digital tidak otomatis mengikuti popularitas selebritas. QRIS sudah masif di restoran, tapi satu langkah salah di ponsel cukup membuat tagihan menggantung.
M-banking terpasang, tapi nomor rekening tetap diketik manual

Yang menarik, Ciccio tidak anti total terhadap perbankan digital. Aplikasi m-banking sudah terpasang di ponselnya; yang berbeda adalah cara pakainya sehari-hari.
Ia lebih nyaman mengetik nomor rekening manual ketimbang membidik kode QR. Fitur pindai yang kini umum justru jarang disentuhnya.
“Ada, ada m-banking, tapi kan aku biasanya ketik nomornya aja berapa gitu. Ini dia kayak QR QR, aku scan-nya malah pakai kamera bukan dari m-banking, nggak bisa gitu. Berarti lebih cuek aja sih kalau masalah teknologi,”
katanya. Cuek, bukan sekadar tidak mampu: ia memilih rute lama yang sudah dikuasai, meski rekan di meja mendorong cara instan.
Dalam ringkasan Optimaise News, kebiasaan mengetik nomor ini menjelaskan kenapa momen bareng Jerome berujung gagal. Instruksi “scan aja” bertabrakan dengan pola kerja yang sudah mendarah daging di jarinya.
Ponsel klasik yang sengaja dipertahankan

Sikap yang sama terlihat dari pilihan gawai. Ciccio mengaku lebih betah memakai ponsel model lama dibanding perangkat keluaran anyar yang penuh fitur.
“HP lama aku gimana ya, ya klasik lah gitu,”
ujarnya singkat. Preferensi itu selaras dengan cara bertransaksi: semuanya diarahkan ke hal yang familiar, bukan yang paling mutakhir.
Ponsel klasik tidak menghalangi karier di layar, tetapi memperlambat adaptasi ke alur bayar digital. Ketika rekan sudah mengandalkan QRIS, ia masih berada di jalur ketik manual dan kamera bawaan.
Sisi jarang terekspos setelah 25 tahun di industri hiburan
Publik mengenal Ciccio lewat karier panjang di dunia hiburan. Sisi gaptek yang diakuinya di Senayan justru jarang masuk sorotan, padahal ia sendiri tak berusaha menutupi.
“Iya. He-eh. Aduh parah banget sih,”
katanya sambil tertawa saat mengiyakan label gaptek. Nada itu terdengar legowo, bukan defensif.
Kontrasnya jelas: pengalaman panggung dan layar selama seperempat abad beriringan dengan ketergantungan pada pola transfer lama. Jerome Polin hanya menjadi pemicu cerita; akarnya adalah sikap cuek yang sudah lama terbentuk.
Bagi pembaca yang terbiasa bayar non-tunai, momen meja makan itu terasa sepele. Bagi Ciccio, itu pengingat jujur bahwa m-banking terpasang belum berarti fitur pindai sudah dikuasai.
FAQ
Apa yang membuat transaksi QRIS Ciccio Manassero gagal?
Ia memindai kode lewat kamera ponsel biasa, bukan lewat fitur pindai di m-banking, sehingga transfer tidak berjalan.
Siapa yang bersama Ciccio saat momen makan itu?
Jerome Polin. Rekan itu yang menyarankan agar tagihan dibayar dengan memindai QRIS.
Kapan dan di mana pengakuan gaptek itu disampaikan?
Di kawasan Senayan, Jumat (17/7/2026), saat Ciccio ditemui media.
Apakah Ciccio punya aplikasi m-banking?
Ada. Namun ia terbiasa mengetik nomor rekening manual dan jarang memakai fitur pindai kode QR.







