Sektor ganda putra andalan Malaysia mengalami rontok total di China Open 2026. Seluruh wakil mereka tersingkir di babak 16 besar turnamen Super 1000 yang digelar di China pada 24 Juli 2026.
Inti artikel
- Sektor ganda putra andalan Malaysia mengalami rontok total di China Open 2026
- Seluruh wakil mereka tersingkir di babak 16 besar turnamen Super 1000 yang digelar di China pada 24 Juli 2026
- Kegagalan massal ini menyingkap debut buruk seluruh racikan baru pelatih Herry Iman Pierngadi sebelum fase perempat final
Kegagalan massal ini menyingkap debut buruk seluruh racikan baru pelatih Herry Iman Pierngadi sebelum fase perempat final. Tidak satu pun pasangan ganda putra Malaysia yang lolos ke delapan besar.
Eliminasi Massal Wakil Ganda Putra Malaysia di Babak 16 Besar
China Open 2026 menjadi ajang pahit bagi kontingen ganda putra Malaysia. Semua pasangan yang dikirim kandas serempak di babak 16 besar. Sektor yang paling diharapkan justru jadi sumber kekecewaan terbesar.
Rontok berjamaah ini meninggalkan Malaysia tanpa sisa wakil di fase gugur. Turnamen Super 1000 biasanya jadi panggung unjuk gigi, namun kali ini mereka pulang lebih cepat di lini andalan tersebut.
Tidak ada celah untuk balas dendam di perempat final. Eliminasi dini ini memaksa pehobi melihat ulang kesiapan tim sebelum laga-laga bergengsi berikutnya.
Man Wei Chong/Soh Wooi Yik: Debut Beruntun Gagal di Tangan Herry IP
Man Wei Chong dan Soh Wooi Yik merupakan racikan anyar di bawah asuhan Herry Iman Pierngadi. Duo ini digadang sebagai harapan baru namun ikut gugur di babak 16 besar China Open 2026.
Mereka juga kalah di babak pertama Japan Open minggu sebelumnya. Debut beruntun gagal ini memperlihatkan pola penyesuaian yang belum efektif di level Super 1000.
Sebagai murid terakhir Herry IP, kekalahan mereka di China Open 2026 – Murid Terakhir Herry IP menandai puncak kekecewaan. Sintesis dari dua turnamen berturut-turut menunjukkan adaptasi yang masih sulit dijalani pasangan anyar tersebut.
Herry Iman Pierngadi yang dijuluki Naga Api membawa harapan tinggi lewat rombakan ini. Namun hasil di lapangan belum sejalan dengan ekspektasi publik Malaysia.
Tiga Pasangan Anyar Lain yang Juga Gugur Lebih Dulu
Herry Iman Pierngadi tak hanya membawa Man Wei Chong/Soh Wooi Yik. Ia turut meracik tiga pasangan anyar lain untuk China Open 2026. Ketiga duet tersebut justru gugur lebih dulu dibanding duo Man/Soh.
Total empat pasangan baru dibawa ke dua turnamen beruntun. Belum satu pun yang mampu beri ancaman nyata di babak-babak krusial.
Timeline singkatnya cukup jelas. Dari Japan Open ke China Open, status seluruh racikan baru masih di tahap penyesuaian tanpa hasil positif. Rombakan ini belum menghasilkan lonjakan performa yang diharapkan.
Pola debut yang berulang gagal jadi catatan utama bagi tim Malaysia. Mereka butuh waktu lebih panjang agar chemistry pasangan baru menguat di level tertinggi.
Apa Arti Rontoknya Harapan Malaysia di Turnamen Super 1000
Rontok total di Super 1000 ini mengikis harapan Malaysia untuk bersaing di level tertinggi. Posisi tanpa sisa wakil ganda putra di fase gugur membuat mereka tertinggal di papan klasemen sementara.
Di tengah rivalitas regional dengan Indonesia, kehadiran wakil Indonesia yang masih bertahan semakin menekan. Malaysia kehilangan momentum di sektor yang biasa diandalkan untuk meraih poin.
Optimaise News merangkum kegagalan beruntun rombakan Herry IP dari Japan Open ke China Open sebagai sinyal penyesuaian masih butuh waktu. Pola debut yang belum matang jadi isu utama yang harus dibenahi segera.
Bagi pehobi bulu tangkis, ini jadi catatan bahwa rombakan besar tak selalu langsung berbuah di turnamen bergengsi. Harapan kini beralih ke turnamen berikutnya agar racikan anyar bisa bangkit.







