Fans BTS menyatakan kekecewaan mendalam setelah video penampilan Butter dan Dynamite yang pernah menjadi hit besar di Grammy 2022 kini tidak bisa diakses lagi. Keputusan ini muncul karena grup tersebut menolak mengajukan karya ke Grammy Awards 2027 akibat kategori baru Best Asian Pop Music Performance. Topik tersebut langsung trending di X Indonesia dan memicu banyak reaksi dari Army.
Inti artikel
- Topik tersebut langsung trending di X Indonesia dan memicu banyak reaksi dari Army
- BTS secara resmi mengumumkan pada akhir Juli 2026 bahwa mereka tidak akan mengirimkan lagu ke Grammy Awards 2027
- Alasan utama disampaikan manajemen adalah agar musik tetap dapat dinikmati tanpa dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa
Penyebab Boikot BTS ke Grammy 2027
BTS secara resmi mengumumkan pada akhir Juli 2026 bahwa mereka tidak akan mengirimkan lagu ke Grammy Awards 2027. Alasan utama disampaikan manajemen adalah agar musik tetap dapat dinikmati tanpa dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa. Grup ini lebih memilih memprioritaskan pengalaman mendengarkan musik secara langsung dan autentik bagi penggemar di seluruh dunia.
Keputusan ini menjadi kelanjutan dari penampilan BTS di Grammy 2022 yang lalu menjadi momen bersejarah. Namun kini muncul pertanyaan besar apakah kategori baru tersebut benar-benar mendukung atau justru membatasi ekspresi seni Asia. Manajemen BTS menekankan bahwa mereka ingin musik tetap menjadi milik semua orang tanpa batasan geografis.
Video Butter dan Dynamite Menjadi Unavailable di Situs Resmi

Setelah pengumuman boycott, video performance Butter dan Dynamite kini ditandai unavailable di situs resmi Grammy Awards serta channel YouTube Grammy. Halaman video Butter yang pernah melampaui 1 miliar views di Grammy 2022 tidak lagi dapat diakses per 31 Juli 2026. Tim teknis Grammy menyatakan bahwa semua video penampilan artis tahun 2021 hingga 2022 secara keseluruhan ditandai unavailable.
Keputusan ini segera membuat kekhawatiran di kalangan Army. Meski hanya video BTS yang terdampak, penanda unavailable ini menunjukkan dampak lebih luas terhadap arsip Grammy. Fans menyadari bahwa langkah tersebut berpotensi mengurangi akses mudah terhadap konten klasik grup mereka di platform resmi.
Army Soroti Kekecewaan di X dan Trending Topic

Army di X langsung aktif menyampaikan kekecewaan melalui berbagai tweet. Beberapa mencatat bahwa video Butter tetap menjadi penampilan dengan views terbanyak sepanjang sejarah Grammy. Pantauan menunjukkan hashtag berkaitan Grammy masuk trending topic di Indonesia dengan ribuan postingan setiap jam.
Contoh komentar Army yang paling sering dibagikan adalah ekspresi bahwa video Butter merupakan momen paling ikonik dalam sejarah acara. Banyak yang menyebut bahwa penghapusan video ini merusak pengalaman kolektif penggemar. Perdebatan semakin panas karena sebagian Army merasa keputusan label dan manajemen tidak memberikan kejelasan yang cukup.
Tanggapan CEO Recording Academy Harvey Mason Jr.
CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. menyatakan bahwa ia menghormati keputusan BTS. Namun ia menjelaskan bahwa tujuan kategori baru ini adalah untuk merayakan pencapaian artist Asia di pasar global. Menurutnya, langkah tersebut dibuat agar lebih banyak suara Asia dapat terdengar di industri musik internasional.
Harvey Mason Jr. menekankan bahwa Grammy selalu membuka ruang bagi ekspresi baru. Ia berharap keputusan BTS akan membawa diskusi lebih dalam tentang bagaimana acara tersebut dapat terus berkembang tanpa mengorbankan keberagaman suara. Tanggapan ini menjadi sorotan karena langsung merujuk pada isu inklusivitas musik Asia.
Pakar Musik Korea Beri Analisis soal Keputusan BTS
Pakar musik Korea Lim Hee Yun dan Kim Hern Sik memberikan analisis bahwa keputusan BTS merupakan respons yang cerdas terhadap tantangan industri. Mereka melihat langkah ini sebagai upaya mempertahankan identitas budaya di tengah globalisasi pop music. Kedua pakar menilai bahwa musik Asia selama ini sering kali menjadi korban dari kategori yang terlalu sempit.
Analisis mereka menyoroti bahwa meski ada kritik, keputusan BTS justru bisa membuka pintu bagi genre pop Asia yang lebih beragam. Lim Hee Yun menambahkan bahwa isu ini perlu dicermati agar Grammy tidak hanya menjadi ajang Barat tetapi juga menghargai kontribusi Asia dengan lebih proporsional. Diskusi ini semakin relevan mengingat tren K-pop yang sudah mendominasi banyak pasar global.
Kronologi Penolakan dan Reaksi Army
Tahun 2022 menjadi titik awal ketika BTS tampil di Grammy Awards dengan Butter dan Dynamite. Video tersebut langsung menjadi yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah acara. Namun berita tahun 2026 menunjukkan bahwa keputusan grup tersebut membawa konsekuensi jangka panjang terhadap akses penggemar.
Sintesis dari pengumuman resmi, reaksi di X, serta respons CEO menghasilkan narasi yang jelas: keputusan BTS bukan hanya soal kategori saja, melainkan juga tentang bagaimana seni harus diperlakukan secara universal. Army merasa bahwa penghapusan video mengurangi nilai koleksi mereka sebagai penggemar setia.







