Brian Madjo, striker muda Aston Villa, mencuri perhatian di Piala Super Eropa 2026 meski timnya kalah 2-1 dari Paris Saint-Germain. Pemain berusia 17 tahun 212 hari tersebut menyabet rekor pencetak gol termuda ajang tersebut saat mencetak gol penghibur pada menit akhir babak pertama.
Inti artikel
- Brian Madjo, striker muda Aston Villa, mencuri perhatian di Piala Super Eropa 2026 meski timnya kalah 2-1 dari Paris Saint-Germain
- Transfer Brian Madjo dari Metz ke Aston Villa pada Januari 2026 sempat memicu perdebatan FIFA soal eligibilitas dan usia pemain
- Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memenangkan banding Aston Villa sehingga pendaftaran diizinkan
Dari Larangan FIFA ke Starter Lawan PSG
Transfer Brian Madjo dari Metz ke Aston Villa pada Januari 2026 sempat memicu perdebatan FIFA soal eligibilitas dan usia pemain. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memenangkan banding Aston Villa sehingga pendaftaran diizinkan.
Dekan Emri memilih Madjo sebagai starter di Red Bull Arena, Salzburg, menggantikan Ollie Watkins. Debut kompetitif itu menjadi langkah bersejarah bagi si pemuda asal Enfield meski membawa darah Kamerun.
Performa di Kotak Penalti dan Siksa Bek PSG
Madjo berhasil menyamakan skor lewat tendangan voli kaki kiri sejak menit ke-45 usai kerja sama dengan John McGinn. Duet William Pacho dan Marquinhos kesulitan menahan kecepatan serta kekuatan fisik pemain berpostur 193 cm tersebut.
Gol tersebut membuat skor berimbang sementara saat pagi itu. Sumber menunjukkan Madjo tampil selama 72 menit di pertandingan yang akhirnya berakhir 1-2.
Sofascore, Pujian Emery, dan Angka Statistik
Sumber mencatat Madjo menghasilkan enam peluang dengan satu tembakan ke gawang. Statistik tersebut menjadi bukti kemampuan langsung di level tertinggi.
Pelatih Unai Emery memuji pengalaman pertandingan dan momen-momen penting seperti hari ini. Ia menurunkan Madjo karena konsistensi di pramusim sehingga pembaca yakin pencapaian ini bukti potensi besar untuk masa depan.
Rekor Termuda Versus Patrick Kluivert dan Perjalanan Karier
Madjo kini menjadi pencetak gol termuda di sejarah Piala Super Eropa dengan catatan 17 tahun 212 hari, mengalahkan rekor Patrick Kluivert yang bertahan 30 tahun sejak 1996. Ini juga menjadikannya starter termuda final ajang tersebut sejak data Opta dimulai tahun 2006.
Pemain yang pernah bergabung dengan tim akademi Luksemburg lalu Metz ini memiliki kombinasi kekuatan fisik dan kemampuan teknis. Delvin Skenderovic dari akademi Aston Villa menyatakan mirip dengan Romelu Lukaku dengan kelebihan kecepatan dan kontrol bola udara.
Bagaimanapun juga, perjalanan karir Madjo taklah mudah. Dari tur pramusim yang mencetak gol saat menghadapi Indonesia All-Stars di Gelora Bung Karno hingga penantian registrasi selama delapan bulan, semuanya membentuk seorang talenta yang sedang dikembangkan Unai Emery menjelang babak Premier League.
Optimaise News mencatat bahwa meski kalah di pertandingan puncak, catatan Madjo semakin menguatkan posisinya sebagai agen bintang masa depan untuk Aston Villa. Kelanjutan karirnya dipantau ketat di liga paling bergengsi di Inggris.







