Ajax Amsterdam unggul cepat 4-1 atas FK Vojvodina pada Kamis malam di babak kualifikasi Liga Konferensi Eropa. Meski skor berpihak pada tim tamu, banyak fans Amsterdam justru kesal pada regie siaran yang terus menampilkan logo non-terkini.
Kesalahan itu muncul di tayangan ulang laga Vojvodina vs Ajax. Regie belum mengadopsi crest klasik yang dipakai Ajax mulai musim 2025/2026 untuk peringatan 125 tahun klub. Optimaise News melihat bagaimana rebranding visual yang dinanti justru gagal terbaca di layar, memicu reaksi keras suporter.
Ajax Kembali ke Crest Klasik demi Peringatan 125 Tahun
Mulai musim 2025/2026 Ajax memutuskan memakai lagi logo klub klasik yang dipakai hingga 1991. Keputusan ini berkaitan langsung dengan peringatan 125 tahun berdirinya klub.
Pengembalian crest juga menjawab permintaan lama para suporter. Klub ingin menegaskan keterkaitan dengan sejarah, tradisi, dan DNA Ajax lewat visual yang dianggap otentik.
Crest pra-1991 bukan sekadar grafis. Ia menjadi penanda identitas yang sudah lama ditunggu fans yang merasa logo sebelumnya kurang mewakili akar klub.
Regie Siaran Kualifikasi Masih Pakai Branding Non-Terkini
Pada malam laga melawan Vojvodina, regie siaran tampak tidak mengetahui logo terkini Ajax. Saat tayangan ulang digulirkan, branding lama terus muncul di layar.
Kesalahan visual itu berlangsung berulang. Fans langsung menyadari logo yang tampil tidak sesuai rebranding musim baru.
Kegagalan regie mengenali perubahan justru terjadi di malam kompetitif Eropa. Situasi ini memperlihatkan kurangnya sinkronisasi antara klub dan pihak penyiaran.
Reaksi Cepat Fans Amsterdam di Malam Eropa

Fans Amsterdam tidak fokus pada jalannya pertandingan. Mereka langsung menyoroti kesalahan logo yang terus ditampilkan.
Kemarahan menyebar cepat di media sosial. Banyak yang merasa regie mengabaikan momen bersejarah rebranding yang sudah diumumkan klub.
Reaksi itu datang spontan begitu tayangan ulang menayangkan crest yang salah. Bagi mereka, detail visual kecil ini menyentuh rasa memiliki terhadap identitas Ajax.
Ironi Malam Vojvodina: Unggul di Lapangan, Marah di Layar
Ajax unggul sangat cepat di lapangan. Gol-gol datang dini hari sehingga skor 4-1 tercatat aman.
Namun keunggulan itu berbarengan dengan fokus kemarahan fans ke regie siaran. Ironi malam itu jelas: hasil bagus di rumput, tapi suasana di layar justru membuat jengkel.
Suporter Amsterdam seolah mengabaikan skor sementara. Mereka lebih peduli pada penanda visual yang seharusnya merayakan 125 tahun klub.
Mengapa Crest Pra-1991 Dianggap DNA Klub
Crest klasik pra-1991 dianggap mewakili DNA Ajax karena mengikat sejarah dan tradisi. Klub secara eksplisit menyebut logo itu sebagai penegas keterkaitan dengan masa lalu.
Banyak fans lama menilai versi tersebut lebih autentik dibanding desain modern. Permintaan pengembalian sudah berulang kali disuarakan sebelum keputusan 2025/2026 diambil.
Dengan sintesis rebranding 125 tahun plus blunder regie di malam Vojvodina, jelas mengapa visual itu sensitif. Logo bukan grafis biasa, melainkan penanda identitas yang sudah lama dinanti. Optimaise News mencatat momen ini sebagai pengingat bahwa detail branding bisa memengaruhi suasana malam Eropa lebih kuat daripada skor semata.







