Jakarta, Optimaise News – Bilal Hasan meraih kontrak UFC setelah menang TKO hanya 45 detik atas Mridul Saikia di Dana White’s Contender Series (DWCS) di Meta Apex, Las Vegas, Rabu (12/8/2026) pagi waktu Indonesia. Kemenangan di kelas flyweight itu mengubah rekor sempurna 9-0 miliknya menjadi tiket langsung ke octagon.
Inti artikel
- Kemenangan di kelas flyweight itu mengubah rekor sempurna 9-0 miliknya menjadi tiket langsung ke octagon
- Dampaknya jelas bagi penggemar MMA di tanah air: Indonesia mendapat petarung berdarah Indonesia kedua di UFC setelah Jeka Saragih
- Bilal Hasan lahir di Oahu, Hawaii, lalu pindah ke Washington, Amerika Serikat, saat berusia 10 tahun
Dampaknya jelas bagi penggemar MMA di tanah air: Indonesia mendapat petarung berdarah Indonesia kedua di UFC setelah Jeka Saragih. Optimaise News merangkum, kemenangan kilat dan pujian Dana White menandai peluang terbesar petarung berjuluk The Indo Ninja untuk menulis sejarah baru di panggung global.
Asal-usul Bilal Hasan sebagai petarung asal Jakarta
Bilal Hasan lahir di Oahu, Hawaii, lalu pindah ke Washington, Amerika Serikat, saat berusia 10 tahun. Orang tuanya berasal dari Jakarta, sehingga ia kerap disebut petarung berdarah Indonesia meski tumbuh di luar negeri.
Julukannya The Indo Ninja menempel kuat di usia 25 tahun. Debut MMA profesionalnya mulai 2022 di kelas flyweight. Sebelum DWCS, ia menjadi juara flyweight CFFC dengan tingkat penyelesaian tinggi sekitar 88 persen dan mempertahankan gelar itu tiga kali.
Rekornya 9-0 plus sekali no contest. Tujuh kemenangan lewat TKO, satu submission, dan satu decision. Serangan kombinasi serta tendangan berputar sudah jadi andalannya jauh sebelum tampil di Contender Series musim ke-10.
Detail pertarungan yang membuat rekor sempurna

Duel melawan Mridul Saikia asal India berlangsung di kelas terbang. Bilal membuka dengan tendangan samping dan tendangan rendah keras. Saat Saikia mencoba calf kick, Bilal membaca serangan itu dan melepaskan pukulan kanan lurus yang menjatuhkan lawan.
Di atas kanvas, ia meneruskan pukulan bertubi-tubi. Wasit menghentikan laga. Hasilnya TKO ronde pertama hanya dalam 45 detik. Rekor profesional tetap bersih 9-0, sementara Saikia yang datang dengan catatan 9-1 gagal membawa laga ke grappling.
Kemenangan kilat itu memperkuat posisi Bilal sebagai unggulan besar di DWCS. Menurut sumber yang dihimpun Optimaise News, kecepatan dan presisi striking-nya memaksa lawan ke sudut tanpa peluang membangun ground game.
Kata-kata Dana White yang puji penampilan Bilal

Presiden UFC Dana White memberi pujian tinggi setelah kontrak diberikan. Ia menyebut Bilal datang dengan hype luar biasa dan benar-benar membuktikan itu. White menekankan bahwa Bilal menjadi unggulan terbesar dalam sejarah Contender Series dalam 10 tahun, dan cara terbaik memperlakukan unggulan seperti itu adalah menepati janji di dalam kandang.
White juga bilang sangat terkesan dan tak sabar menantikan masa depan Bilal. Ia menantikan pertarungan pertama di UFC dan menyambut petarung itu dengan selamat datang. Di sisi lain, Bilal sendiri menekankan dukungan keluarga dan niat mengejar kehebatan, bukan sekadar hasil biasa-biasa saja.
Dalam unggahan DWCS, Bilal juga menyampaikan terima kasih kepada dukungan dari Indonesia serta harapan segera bertanding lagi. Nada bicaranya mencampur rasa syukur dengan target menjadi petarung besar di UFC.
Perjuangan lanjutan ke octagon
Dengan kontrak di tangan, Bilal melanjutkan jalur yang pernah dibuka Jeka Saragih lewat Road to UFC pada 2023. Bedanya, Bilal masuk lewat DWCS dan digadang sebagai unggulan kuat. Langkah berikutnya adalah debut resmi di roster UFC flyweight.
Di divisi yang sama, juara saat ini berasal dari Asia Tenggara, Joshua Van asal Myanmar. Perbandingan itu memberi konteks: petarung berlatar kawasan sudah pernah menembus puncak. Peluang Bilal jadi petarung Indonesia pertama yang menang di octagon UFC tetap terbuka, meski jalan masih panjang.
Jadwal debut belum diumumkan secara rinci di sumber yang ada. Yang jelas, antusiasme White menempatkan debut itu sebagai momen yang ditunggu. Bagi penggemar, catatan finishing Bilal jadi indikator seberapa cepat ia bisa mengunci kemenangan di level lebih tinggi.
Dampak sukses Bilal bagi dunia MMA Indonesia
Kehadiran Bilal di UFC menambah pilihan idola bagi penggemar MMA di Indonesia. Setelah Jeka, publik kini punya nama kedua dengan rekor tak terkalahkan dan gaya striking agresif. Tren pencarian nama Bilal Hasan ikut melonjak setelah kemenangan 45 detik itu beredar luas.
Dampaknya bukan hanya soal prestise. Kontrak UFC memberi panggung rutin, eksposur global, dan peluang mematahkan mitos bahwa petarung berdarah Indonesia sulit menembus roster utama. Justru rekor 9-0 dan pujian “unggulan terbesar” memberi bukti bahwa jalur Contender Series bisa dilalui keras dan cepat.
Penggemar kini menunggu duel pertama di octagon. Apakah Bilal bisa menyamai atau melampaui jejak petarung Asia Tenggara di flyweight masih jadi pertanyaan terbuka. Yang pasti, kemenangan kilat di Meta Apex sudah mengubah peta harapan MMA Indonesia.







