Jakarta, Optimaise News – Bilal Hasan menuntaskan Mridul Saikia dengan TKO hanya 45 detik di Dana White’s Contender Series di Meta Apex, Rabu (12/8/2026) pagi WIB, lalu langsung diganjar kontrak UFC. Presiden UFC Dana White memuji finish itu sebagai bukti hype terbesar Contender Series dalam satu dekade, membuka babak baru petarung Indonesia di kelas flyweight.
Inti artikel
- Di atas kanvas Meta Apex, Bilal melepaskan pukulan lurus kanan yang membuat Saikia goyah dan jatuh
- Ia segera mengeroyok di posisi bawah sampai wasit menghentikan tanding
- Seluruh aksi itu berlangsung 45 detik
Dalam rangkuman Optimaise News dari laporan ESPN dan pernyataan pasca laga, kemenangan kilat itu menempatkan Bilal di jalur yang sama dengan Jeka Saragih, sementara juara flyweight saat ini Joshua Van dari Myanmar jadi penanda seberapa padat kompetisi Asia Tenggara di divisi itu.
Finish TKO 45 detik lawan Saikia di Meta Apex
Di atas kanvas Meta Apex, Bilal melepaskan pukulan lurus kanan yang membuat Saikia goyah dan jatuh. Ia segera mengeroyok di posisi bawah sampai wasit menghentikan tanding. Seluruh aksi itu berlangsung 45 detik.
Usai bel berbunyi, kontrak UFC resmi diberikan. Peristiwa ini jadi alasan topik Bilal Hasan naik tajam di pencarian berita olahraga Indonesia pada hari yang sama.
Rekor 9-0 The Indo Ninja dan akar keluarga Jakarta
Julukan The Indo Ninja melekat pada Bilal Hasan yang berusia 25 tahun. Ia lahir di Oahu, Hawaii, pindah ke Washington saat berumur 10 tahun, dan orang tuanya berasal dari Jakarta.
Debut profesional MMA-nya mulai 2022. Rekornya 9-0 plus satu no contest. Tujuh kemenangan lewat TKO, satu submission, dan satu decision. Kombinasi serangan jadi andalan; ia pernah memenangi laga dengan tendangan berputar.
Komposisi finish itu menjelaskan kenapa hype masuk Contender Series begitu tinggi: mayoritas kemenangan ditutup paksa, bukan menunggu putusan juri.
Kata Dana White soal hype 10 tahun Contender Series
Bos UFC tidak menahan pujian. “Dia datang dengan hype yang luar biasa. Benar-benar membuktikan itu,” kata Dana White. Ia menambahkan, ketika seseorang menjadi unggulan terbesar dalam sejarah Contender Series dalam 10 tahun, cara terbaik membuktikannya adalah finish seperti yang ditampilkan Bilal.
“Saya sangat terkesan dengan kamu. Saya tidak sabar menantikan kamu di masa mendatang. Saya sangat tidak sabar menonton pertarungan pertamamu di UFC. Selamat datang,” sambungnya.
Dari sisi petarung, Bilal menyapa pendukung di tanah air. “Indonesia terima kasih buat semua dukungannya, Alhamdulillah menang malam ini. Insya Allah kita segera bertanding secepatnya, aku cinta kalian semua,” ujarnya.
Jalan lanjut dari Jeka Saragih di kelas flyweight
Bilal Hasan bermain di flyweight dan digambarkan sebagai petarung Indonesia kedua yang beraksi di UFC setelah Jeka Saragih. Jeka lebih dulu menjajal jalur Road to UFC; Bilal masuk lewat pintu Contender Series yang langsung berbuah kontrak.
Optimaise News mencatat dari sumber yang dihimpun bahwa status kontrak lewat DWCS membuat Bilal disebut petarung Indonesia pertama yang sukses meraih kontrak dengan cara itu, sambil tetap melanjutkan benang merah yang ditinggalkan Jeka.
Di puncak flyweight UFC saat ini berdiri Joshua Van asal Myanmar. Kehadiran juara Asia Tenggara di divisi yang sama memberi peta tantangan regional yang konkret bagi debut UFC Bilal nanti.
Apakah Bilal bisa jadi petarung RI pertama menang di UFC?
Rekor 9-0 dengan tujuh TKO, plus stempel Dana White, menempatkan Bilal di posisi menguntungkan untuk debut. Namun pertanyaan terbuka tetap sama: mampukah ia mencatat kemenangan UFC pertama bagi petarung Indonesia?
Sintesis rekor finish rate, pujian Contender Series, dan kedudukan Joshua Van di titah flyweight membentuk peta nyata. Jalan masih panjang, tapi finish 45 detik di Meta Apex sudah memindahkan Bilal Hasan dari wacana ke roster resmi UFC.







