Malang, Optimaise News – Tiga wilayah Malang Raya sudah menjalankan Sekolah Rakyat saat Kementerian Sosial menggelar rapat koordinasi di Jakarta, 12-13 Agustus 2026. Berita terbaru hari ini menempatkan Kabupaten Malang sebagai titik terpadat: 323 siswa SD, SMP, dan SMA memulai pendidikan berasrama di SRT Kabupaten Malang 1, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, pada tahun ajaran 2026/2027.
Inti artikel
- Tiga wilayah Malang Raya sudah menjalankan Sekolah Rakyat saat Kementerian Sosial menggelar rapat koordinasi di Jakarta, 12-13 Agustus 2026
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong pemerintah daerah mempercepat lahan dan syarat bangunan permanen
- Kota Malang dan Kota Batu ikut tercatat sudah operasional, meski jenjang, kapasitas, dan angka siswa tidak sama
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong pemerintah daerah mempercepat lahan dan syarat bangunan permanen. Kota Malang dan Kota Batu ikut tercatat sudah operasional, meski jenjang, kapasitas, dan angka siswa tidak sama. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, desakan pusat bertemu peta lapangan yang sudah bergerak, bukan lagi wacana kosong.
Rakor Kemensos dan desakan lahan permanen
Forum di ibu kota melibatkan pemda serta kementerian dan lembaga terkait. Agenda utamanya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program berasrama yang pemerintah pusat kejar agar merata.
Instruksi Gus Ipul jelas: lahan dan persyaratan teknis jangan menumpuk di meja. Tanpa tanah dan dokumen lengkap, bangunan tetap tidak bisa naik, dan siswa tetap bergantung pada fasilitas sementara.
Bagi Malang Raya, rapat itu jadi pengingat waktu. Tiga daerah sudah punya titik hidup, sehingga percepatan di Jawa Timur lebih soal mengunci lokasi permanen daripada memulai dari nol.
SRT Bantur: jenjang SD-SMA dan lahan 9,6 hektare
Titik paling lengkap secara jenjang ada di selatan kabupaten. SRT Kabupaten Malang 1 menggabungkan SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks berasrama. Para siswa mengikuti kegiatan awal plus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Pemkab sudah menyiapkan lahan sekitar 9,6 hektare di Bantur. Fasilitas permanen masuk proyek Sekolah Rakyat terintegrasi Jawa Timur, sehingga ruang kelas, asrama, dan pendampingan dirancang satu kesatuan.
Malang Selatan dengan demikian jadi simpul penting bagi keluarga kurang mampu yang butuh tempat tinggal sekaligus sekolah. Konsepnya bukan hanya jam pelajaran, melainkan hidup di lingkungan yang sama setiap hari.
SRMP 16 Kota Malang: 92 siswa sejak 2025
Kota Malang lebih dulu start. SRMP 16 beroperasi sejak Juli 2025 sebagai program jenjang SMP. Belajar dan menginap memakai fasilitas pemerintah, bukan menunggu gedung baru selesai.
Data Pemkot Malang pada Juni 2026 mencatat 92 siswa masih mengikuti pendidikan di situ. Mereka berasal dari keluarga kelompok sasaran. Selain pelajaran, sekolah menanamkan karakter, minat, dan bakat.
Hasil mulai terlihat di olimpiade mata pelajaran, bahasa Inggris, sastra, dan isu lingkungan. Angka 92 lebih kecil daripada 323 di Bantur, tapi jejak waktu lebih panjang satu tahun ajaran.
Posisi Kota Batu dalam peta tiga titik
Sumber resmi menyebut Kota Batu sudah memiliki Sekolah Rakyat yang berjalan, sejajar statusnya dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang. Yang belum tersedia adalah rincian kapasitas, jenjang, dan jumlah siswa di titik itu.
Karena itu, peta tiga titik jangan dibaca seolah Batu punya angka yang sama dengan Bantur atau SRMP 16. Yang bisa dipastikan hanya status operasional. Optimaise News mencatat dari keterangan sumber bahwa kekosongan angka Batu justru perlu diisi pemda agar publik tidak menebak-nebak.
Perbedaan itu juga berlaku pada alur masuk. Sumber yang ada tidak merinci formulir atau jadwal pendaftaran keluarga sasaran. Yang tercatat: sasaran adalah keluarga kurang mampu, jenjang di kota berupa SMP, sementara Bantur merangkum SD sampai SMA.
Apa arti asrama terpadu bagi keluarga sasaran
Bagi orang tua di kelompok sasaran, asrama terpadu berarti anak tidak pulang-pergi jauh setiap hari. Makan, tidur, belajar, dan pendampingan ada dalam satu lingkungan. Beban transportasi dan pengawasan malam hari berkurang.
Risikonya ada di ketepatan sasaran dan kecepatan bangunan tetap. Kalau lahan 9,6 hektare lambat naik, kegiatan tetap bergantung fasilitas sementara. Kalau Batu tidak merilis data, warga sulit membandingkan kuota antarkota.
Secara praktis, keluarga di selatan kabupaten menatap Bantur; keluarga di kota menatap SRMP 16. Titik Batu menunggu penjelasan resmi supaya peta Malang Raya utuh.







