Barito Renewables Energy Tbk mencatat laba bersih konsolidasian US$106 juta pada semester I 2026. Angka itu setara Rp1,91 triliun dengan kurs Rp18.030 dan naik 29 persen dari US$82,13 juta di periode sama 2025.
Inti artikel
- Barito Renewables Energy Tbk mencatat laba bersih konsolidasian US$106 juta pada semester I 2026
- Angka itu setara Rp1,91 triliun dengan kurs Rp18.030 dan naik 29 persen dari US$82,13 juta di periode sama 2025
- Pertumbuhan premium di portofolio panas bumi milik Prajogo Pangestu ini ditopang pendapatan serta margin EBITDA yang solid
Pertumbuhan premium di portofolio panas bumi milik Prajogo Pangestu ini ditopang pendapatan serta margin EBITDA yang solid. Perusahaan menyiapkan ekspansi kapasitas terpasang ke lebih dari 1 GW. Optimaise News merangkum laporan keuangan lengkap beserta rencana strategisnya.
Laba Bersih Konsolidasian Naik 29% Menjadi US$106 Juta
Laba bersih US$106 juta mencerminkan ketangguhan portofolio operasional. Capaian ini premium dibanding basis US$82,13 juta semester I 2025.
Laba tumbuh 29 persen, jauh lebih kencang dari kenaikan pendapatan 11,5 persen. Selisih itu menandakan efisiensi biaya yang makin baik di seluruh segmen.
Konversi ke rupiah Rp1,91 triliun memberi gambaran nilai lokal yang signifikan bagi investor domestik. Angka jumbo ini memperkuat posisi emiten di sektor energi terbarukan.
Pendapatan dan EBITDA Naik Dua Digit dengan Margin 87,6%

Pendapatan konsolidasian mencapai US$334 juta, naik 11,5 persen dari US$300 juta tahun lalu. Kenaikan itu ditopang volume produksi panas bumi yang stabil.
EBITDA naik 13,1 persen menjadi US$293 juta. Margin melonjak ke 87,6 persen dari 86,3 persen, menunjukkan daya saing biaya yang unggul.
| Indikator | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | US$106 juta | US$82,13 juta | 29% |
| Pendapatan | US$334 juta | US$300 juta | 11,5% |
| EBITDA | US$293 juta | – | 13,1% |
| Margin EBITDA | 87,6% | 86,3% | – |
Perbandingan tiga metrik utama memperlihatkan laba tumbuh paling cepat. Efisiensi operasional berhasil mengubah tambahan pendapatan menjadi lonjakan laba yang lebih besar.
Kinerja Operasional Panas Bumi dan Segmen Angin Stabil

Kapasitas terpasang panas bumi naik menjadi 926 MW setelah retrofit Wayang Windu selesai di awal 2026. Proyek itu menambah keandalan pasokan listrik.
Segmen angin tetap mempertahankan pembangkitan listrik yang kuat sepanjang semester. Kombinasi dua sumber energi membuat portofolio tahan fluktuasi cuaca.
Stabilitas operasional ini jadi fondasi pertumbuhan premium. Perusahaan tidak hanya mengandalkan volume tapi juga keandalan aset yang sudah beroperasi.
Perbaikan Rasio Keuangan serta Rencana Ekspansi ke >1 GW
Rasio Net Debt-to-Equity membaik menjadi 1,73 kali dari 1,87 kali di akhir 2025. Neraca lebih sehat memberi ruang leluasa untuk investasi baru.
Rencana ekspansi fokus pada Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3. Ketiga proyek itu ditargetkan mengangkat kapasitas total di atas 1 GW akhir 2026.
Peningkatan kapasitas akan memperkuat posisi energi terbarukan Indonesia. Barito Renewables berpeluang jadi lokomotif pasokan listrik hijau yang andal.
Kutipan CEO Hendra Soetjipto Tan tentang Strategi Terbarukan
CEO Hendra Soetjipto Tan menegaskan fokus pada konsistensi strategi pertumbuhan. Ia menekankan ketangguhan operasional portofolio sebagai prioritas utama.
Menurut Hendra, penyelesaian proyek ekspansi utama akan menjaga momentum. Strategi terbarukan residual dijalankan dengan disiplin biaya dan keandalan aset.
Pernyataan itu sejalan dengan data laporan keuangan yang solid. Manajemen menempatkan ekspansi terukur di atas pertumbuhan agresif yang berisiko.







