Barcelona mengalahkan Nottingham Forest 1-0 pada laga pramusim di Bluenergy Stadium, Udine, Italia, dalam Friuli Venezia Giulia Cup. Gol penentu dicetak Raphinha lewat penalti di menit-menit terakhir laga yang hanya berdurasi 45 menit, usai lini tengah Catalan bangkit dari tekanan awal tim Inggris.
Inti artikel
- Barcelona mengalahkan Nottingham Forest 1-0 pada laga pramusim di Bluenergy Stadium, Udine, Italia, dalam Friuli Venezia Giulia Cup
- Format singkat memaksa satu momen penalti menentukan hasil, bukan dominasi panjang 90 menit
- Momen hening itu memberi nuansa khidmat di laga uji coba yang sebenarnya murni evaluasi pramusim
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, kemenangan itu jadi catatan pertama skuad Hansi Flick di turnamen segitiga yang digelar Sabtu malam waktu setempat, menjelang musim 2026-2027. Format singkat memaksa satu momen penalti menentukan hasil, bukan dominasi panjang 90 menit.
Penghormatan Jorge Messi sebelum anjungan Udine
Sebelum kick-off Barcelona vs Nottingham Forest, pemain dan penonton di stadion memberi penghormatan bagi mendiang Jorge Messi, ayah Lionel Messi yang baru wafat. Momen hening itu memberi nuansa khidmat di laga uji coba yang sebenarnya murni evaluasi pramusim.
Flick menurunkan mix starter senior dan anak muda La Masia. Lini belakang diisi nama-nama muda, Wojciech Szczesny menjaga gawang, sementara Raphinha dan Fermín López dapat menit perdana persiapan musim mereka di turnamen ini.
15 menit awal Forest sempat mengunci pertahanan Catalan
Nottingham Forest membuka dengan tekanan tinggi di sepertiga lapangan Barca. Lima belas menit pertama milik tim Premier League: tembakan Igor Jesus menekan, sundulan Gibbs-White membentur mistar, dan peluang satu lawan satu NDoye ditepis Szczesny.
Barcelona kesulitan menghubungkan lini tengah ke trio penyerang. Hamza Abdelkarim, yang dipasang di ujung tombak, terus bergerak namun kerap terkunci duel fisik para bek Forest. Flick butuh waktu agar pola main mengunci diri.
Fariñas hantam tiang, Fermin picu penalti handball
Setelah badai awal redup, Fermín López dan Brian Fariñas mulai menguasai alur di tengah. Barcelona naik perlahan, membangun dari belakang, meski finalisasi masih jarang.
Puncak ancaman pertama datang lewat tembakan jarak jauh Fariñas dari luar kotak penalti. Bola menghantam tiang gawang Forest, hampir memecah kebuntuan. Momentum bergeser total ke sisi Catalan pada menit-menit akhir babak 45 menit.
Di waktu tambahan, Fermin dilanggar di dalam area. Wasit menunjuk titik penalti setelah handball bek lawan dalam duel dengan gelandang Spanyol itu. Satu keputusan itu memutus kebuntuan yang hampir bertahan sepenjang laga singkat.
Raphinha eksekusi, skuad Flick catat menit berharga
Raphinha maju sebagai eksekutor dan mengubah hadiah penalti menjadi gol kemenangan. Barcelona keluar sebagai pemenang 1-0 tanpa sempat Forest membalas sebelum peluit akhir.
Dalam rangkuman Optimaise News, laga ini lebih berharga sebagai laboratorium rotasi. Flick memberi ruang pemain muda dan menguji chemistry Raphinha-Fermin usai absen cedera. Total di dua laga turnamen, Barca memakai 21 pemain, tanda targetnya evaluasi, bukan piala semata.
Konteks turnamen segitiga setelah absen 24 tahun
Friuli Venezia Giulia Cup mempertemukan Barcelona, Udinese, dan Nottingham Forest. Setiap pertandingan hanya 45 menit. Barcelona terakhir ikut format serupa 24 tahun lalu, di Amsterdam 2002 bersama Ajax dan Parma, setelah jejak panjang sejak 1947 di Palma de Mallorca.
Setelah tekan Forest, Barca masih menghadapi Udinese pada laga malam yang sama. Tuan rumah juara turnamen: mengalahkan Forest 1-0 lewat Oumar Solet, lalu menang 1-0 atas Barca lewat Vakoun Issouf Bayo di menit ke-45. Klasemen final sederhana.
| Posisi | Tim | Catatan | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Udinese | 2 kemenangan | 6 |
| 2 | Barcelona | 1 menang, 1 kalah | 3 |
| 3 | Nottingham Forest | 2 kalah | 0 |
Dampak format 45 menit jelas: frekuensi peluang terbatas, satu penalti atau satu serangan balik Bayo langsung menentukan peringkat. Flick memanfaatkan malam ganda itu untuk memutar anak muda tanpa memaksakan trofi pramusim sebagai ukuran kesiapan La Liga.
Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti tren Barcelona vs Nottingham Forest, intinya sederhana. Lini tengah Catalan butuh waktu bangkit, penalti Raphinha menutup laga tipis, dan turnamen Udine hanya titik awal evaluasi Flick menjelang kompetisi resmi.







