Padang, Optimaise News – Tim SAR Padang mengevakuasi pelajar dan guru yang terjebak di kompleks SMP dan SMA PMT Prof Dr Hamka, Jalan Bypass Padang, Air Pacah, Senin (3/8/2026) sore. Banjir padang yang dipicu hujan intensitas tinggi memutus akses pejalan kaki di pekarangan dan jalan sekolah, sehingga Basarnas menurunkan perahu karet.
Inti artikel
- Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menegaskan genangan membuat sejumlah guru dan murid tidak bisa pulang
- Mereka bertahan di bagian bangunan yang masih kering sambil menunggu bantuan
- Air menggenangi pekarangan dan sekeliling sekolah di Bypass Padang, Air Pacah
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menegaskan genangan membuat sejumlah guru dan murid tidak bisa pulang. Mereka bertahan di bagian bangunan yang masih kering sambil menunggu bantuan. Pantauan Optimaise News, aksi di Hamka menjadi potret risiko genangan yang memutus jalur sekolah di tengah 15 titik banjir di Kota Padang.
Mengapa akses jalan sekolah Hamka jadi tak aman dilalui kaki
Air menggenangi pekarangan dan sekeliling sekolah di Bypass Padang, Air Pacah. Areal banjir kemudian meluas hingga merendam akses jalan menuju kompleks, sehingga pejalan kaki berisiko jika memaksa menerobos.
Pelajar dan guru memilih tetap di zona yang belum terendam. Keputusan itu diambil demi menghindari aliran yang tak terukur di jalan sekitar. Situasi serupa sempat menahan siswa SMP Negeri 27 Padang di kawasan Sungai Sapih karena akses rumah terendam.
Perahu karet Basarnas: cara tim angkut guru dan pelajar dari pekarangan tergenang

Setelah tiba, Tim SAR Padang langsung mengangkut guru dan murid dengan perahu karet melintasi genangan. “Banjir mengakibatkan sejumlah guru dan murid tidak bisa pulang atau keluar dari lingkungan sekolah, sehingga kami lakukan evakuasi,” kata Abdul Malik di Padang.
Personel Basarnas juga menyisir lokasi banjir lain di kota. Mereka memberi penanganan kepada warga yang membutuhkan, bukan hanya di satu titik sekolah. Evakuasi di Hamka jadi contoh penanganan cepat saat fasilitas pendidikan terputus dari jalan darat.
Imbauan kewaspadaan hidrometeorologi dari Kepala SAR Padang
SAR Padang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat. Ancaman yang disebut meliputi pohon tumbang, genangan, banjir, longsor di perbukitan, dan angin kencang.
Optimaise News mencatat imbauan itu sejalan dengan peringatan dini BMKG soal hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Barat. Warga di bantaran sungai dan lereng diminta mengikuti arahan petugas serta mengungsi bila kondisi membahayakan.
Kaitan evakuasi sekolah ini dengan 15 titik genangan lain di Kota
Hujan intensitas tinggi Senin (3/8/2026) memicu banjir di sedikitnya 15 titik di Kota Padang. Sekretaris BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Kota Padang, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan untuk penanganan darurat.
Evakuasi masih berjalan di Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kuranji, serta Gunuang Sariak. Lokasi lain yang terdampak antara lain Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD Rasyidin Aia Pacah, SDIT Alam AR Royan Bypass Pegambiran, SMP Negeri 27 Sungai Sapih, RT 01 RW 07 Pasa Lalang, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji, dan Jalan Usang Sungai Sapiah Simpang Perumahan Taman Asri III.
Laporan lapangan juga menyebut genangan di Kampung Lapai Nanggalo, Kampung Tanjung Kuranji, Sungai Sarik, Batu Busuak, dan Gunung Sarik. BPBD Kota Padang menurunkan personel untuk asesmen dan mengevakuasi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau sejumlah lokasi terdampak. Di luar Padang, cuaca ekstrem memengaruhi Agam dan Pariaman; di Pariaman tercatat minimal sepuluh pohon tumbang. BPBD terus mendata warga terdampak dan kerusakan seiring perkembangan di lapangan.




