Bank Mandiri Taspen menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan nasabah purnabakti di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat, 18 Juli 2026. Agenda bertajuk Bangkit Bersama memadukan budaya Minangkabau, kesehatan, kebersamaan, dan peluang ekonomi agar lansia tetap aktif.
Menurut pantauan Optimaise News, kegiatan itu menempatkan budaya lokal sebagai pintu masuk gaya hidup produktif setelah masa kerja formal berakhir. Noer Fajrieansyah, pejabat yang membidangi transformasi bisnis perseroan, mengajak peserta memaknai fase purnabakti sebagai babak baru yang bermakna.
Budaya lokal jadi jembatan aktivitas bersama dan peluang ekonomi
Agenda di Padang mengangkat kekayaan adat Minangkabau sebagai bingkai aktivitas harian. Peserta tidak hanya menonton, tetapi ikut bergerak dan berinteraksi.
Rangkaian itu meliputi tarian bersama Tari Piring serta memasak menu khas Minang. Sesi memasak dirancang agar keterampilan dapur bisa diubah menjadi peluang usaha skala kecil.
Pendekatan budaya ini membedakan program dari seminar formal semata. Interaksi fisik dan rasa kebersamaan menjadi jembatan menuju minat wirausaha di kalangan lansia.
Kehadiran pejabat daerah perkuat dukungan lingkungan untuk lansia

Wali Kota Padang diwakili Wakil Wali Kota Maigus Nasir, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan. Kehadiran pejabat daerah memberi sinyal dukungan lingkungan kota terhadap komunitas purnabakti.
Apresiasi juga disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu kelancaran acara. Dukungan lokal dinilai penting agar semangat produktif tidak berhenti di satu hari kegiatan.
Optimaise News mencatat, kolaborasi bank dan pemerintah kota memperkuat pesan bahwa lansia tetap menjadi bagian vital kehidupan sosial-ekonomi Padang.
Tiga pilar kesejahteraan jadi kerangka program holistik

Bangkit Bersama digambarkan sebagai wujud nyata kerangka Mantap Indonesia. Tiga penopangnya menekankan kesehatan, keaktifan, dan kesejahteraan di masa purnabakti.
Mantap Sehat mendorong pola hidup yang menjaga kondisi tubuh. Mantap Aktif menuntut partisipasi dalam kegiatan sosial dan fisik, sementara Mantap Sejahtera menyentuh sisi daya ekonomi.
Dengan memadukan ketiga arah itu, bank berharap nasabah tidak hanya menerima layanan rekening. Mereka diajak membangun ritme hidup yang seimbang setelah berhenti dari pekerjaan utama.
Inspirasi wirausaha pasca-purnabakti dari sesama peserta
Bagian inti acara adalah berbagi kisah bersama para Mantapreneur yang sudah sukses membuka usaha setelah pensiun. Sesi ini memberi contoh nyata bahwa usia tidak menutup jalan usaha.
Platform Mantapreneur – Pensiun Berkarya sering mengangkat narasi serupa di kanal digital bank, termasuk unggahan yang memuat jargon tiada kata pensiun. Di Padang, pesan itu dibawa ke ruang tatap muka.
Noer Fajrieansyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/7/2026), menegaskan: “Tiada Kata Pensiun untuk Berkarya.” Ia menilai lansia bukan sekadar penerima layanan, melainkan individu yang telah berjasa bagi keluarga dan masyarakat.
“Kami meyakini bahwa masa purnabakti adalah babak baru yang tetap dapat dijalani dengan sehat, aktif, produktif, dan penuh makna,” ujarnya.
Layanan pendampingan melampaui produk perbankan semata
Perseroan berencana terus menghadirkan inisiatif yang selaras kebutuhan nasabah purnabakti. Fokusnya bukan hanya produk keuangan, tetapi juga pendampingan gaya hidup.
Noer Fajrieansyah menjelaskan, layanan ideal mencakup dukungan agar masa purnabakti dijalani lebih berkualitas. Bank ingin membangun semangat belajar, berkarya, dan menikmati hari-hari dengan bahagia.
Dengan memadukan budaya, komunitas, dan wirausaha, Bangkit Bersama di Padang menjadi contoh program yang menjangkau sisi sosial nasabah di luar transaksi harian.







