Palu, Optimaise News – YouTuber Aulion dan Pila resmi menikah lewat akad pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kabar itu tersebar lewat unggahan media sosial yang menampilkan keduanya tertawa lepas sambil berpelukan.
Inti artikel
- YouTuber Aulion dan Pila resmi menikah lewat akad pada Minggu, 9 Agustus 2026
- Kabar itu tersebar lewat unggahan media sosial yang menampilkan keduanya tertawa lepas sambil berpelukan
- Rangkaiannya padat: Kolontigi atau Malam Pacar digelar Jumat, 7 Agustus 2026, lalu janji suci dua hari kemudian
Rangkaiannya padat: Kolontigi atau Malam Pacar digelar Jumat, 7 Agustus 2026, lalu janji suci dua hari kemudian. Optimaise News merangkum, larangan bertemu di malam pacar justru jadi pengantar jumpa di meja akad.
Akad Minggu 9 Agustus: Busana Putih-Songket Emas dan Peci
Di momen akad, Aulion tampil serba putih dengan detail songket keemasan di bagian bawah dan peci putih. Pila memakai busana pengantin yang senada.
Keduanya saling berpelukan sambil tertawa. Suasana terasa hangat, bukan kaku, dan unggahan di akun Instagram twosoul.memories memperlihatkan tawa yang menular ke warganet.
Dalam rangkuman Optimaise News dari potret usai akad di sumber lain, Aulion juga sempat tampil dengan beskap putih dan kain batik sebagai bawahan. Pila terlihat dalam kebaya panjang, untaian melati, serta sanggul.
Kolontigi Malam Pacar: Pakaian Adat Merah-Kuning Palu

Sehari sebelum akad, tepatnya Jumat 7 Agustus, mereka menjalani Kolontigi atau Malam Pacar adat Kaili. Tradisi ini biasanya digelar menjelang pernikahan di Sulawesi Tengah.
Pila mengenakan busana adat merah-keemasan dan mahkota bersulam manik-manik. Di depan kamera ia ceria, menjulurkan lidah sambil merentangkan tangan.
Aulion serasi dalam busana kuning-keemasan dan penutup kepala khas. Kedua calon pengantin memakai pakaian adat Palu, Sulawesi Tengah, dalam upacara yang dihadiri keluarga serta teman dekat.
Prosesi mencakup pemakaian daun pacar di telapak tangan Aulion, didampingi keluarga. Momen itu menandai restu menjelang akad.
Makna Suku Kaili Sulawesi Tengah dari Penjelasan Pila
Aulion menjelaskan suasana malam itu dengan nada santai. “Malam ini kami menjalani Malam Pacar (Kolontigi), salah satu rangkaian adat Kaili menjelang pernikahan. Dan karena katanya pengantin nggak boleh ketemu dulu malam ini… Jadi yaudah, besok aja ketemunya sekalian di meja akad,” ujarnya.
Pila menegaskan asal tradisi tersebut. “Itu adat suku Kaili, suku asli dari Sulawesi Tengah, kakak,” jawabnya.
Bagi pembaca awam, Malam Pacar berarti rangkaian sakral yang menjaga jarak calon pengantin semalaman, lalu mempertemukan mereka di hari akad. Penjelasan singkat ini membantu memahami mengapa unggahan mereka menekankan “besok aja ketemunya”.
Suasana Tirai Warna-Warni dan Tawa Usai Janji Suci
Latar Kolontigi dihiasi tirai kain merah, hijau, kuning, hingga ungu. Kombinasi itu membuat prosesi terasa meriah dan kental budaya Sulawesi Tengah.
Usai akad, interaksi keduanya tetap ceria. Senyum dan tawa dibagikan kepada tamu serta warganet yang mengikuti unggahan.
Kemeriahan adat dan kehangatan momen putih pengantin saling melengkapi. Pembaca melihat transisi dari suasana sakral malam pacar ke pelukan lepas di hari pernikahan.
Dari Lamaran Mei ke Restu Keluarga di Upacara Adat
Alur lengkapnya dimulai dari lamaran Mei 2026. Lalu Kolontigi 7 Agustus dengan daun pacar, pakaian adat Palu, dan restu keluarga, dilanjutkan akad 9 Agustus.
Sintesis timeline itu memudahkan pembaca merangkai tiga momen tanpa membuka banyak berita. Kontras busana juga jelas: merah-keemasan di malam adat, putih-songket di akad, lalu beskap batik dan kebaya melati di potret lanjutan.
Teman dekat hadir sebagai saksi perjalanan cinta. Rangkaian adat Kaili ini menutup fase lajang dan membuka rumah tangga dengan nuansa lokal yang kuat.







