Tekanan jual bersih asing mencapai Rp1,22 triliun di seluruh pasar menjadi latar perdagangan Kamis 23 Juli 2026. Koreksi tajam di Wall Street menambah kehati-hatian investor menjelang sesi 24 Juli.
Inti artikel
- Tekanan jual bersih asing mencapai Rp1,22 triliun di seluruh pasar menjadi latar perdagangan Kamis 23 Juli 2026
- Koreksi tajam di Wall Street menambah kehati-hatian investor menjelang sesi 24 Juli
- Mega Capital Sekuritas mengangkat BULL, LSIP, dan MEDC sebagai rekomendasi saham hari ini
Mega Capital Sekuritas mengangkat BULL, LSIP, dan MEDC sebagai rekomendasi saham hari ini. Optimaise News merangkai aliran asing, pelemahan Nasdaq, dan peta sektor agar pembaca ritel paham konteks seleksi defensif atau trading di hari Jumat.
IHSG Terkoreksi, Asing Catat Jual Bersih Besar
IHSG ditutup di level 6.315,31 atau turun 0,30 persen pada Kamis 23 Juli 2026. Transaksi harian masih ramai meski mayoritas blue chip tertekan.
Asing mencatat jual bersih Rp712,21 miliar di pasar reguler. Di seluruh pasar angkanya membengkak jadi Rp1,22 triliun. Ini menandai aksi ambil untung yang cukup dalam.
Saham penekan utama adalah BBCA, ASII, dan TLKM. Sebaliknya MPRO, BUMI, dan AMMN menjadi penopang indeks. Pemisahan net sell reguler versus seluruh pasar ini jarang ditonjolkan, padahal memberi sinyal likuiditas ritel yang berbeda.
Wall Street, Minyak, dan Sentimen Tarif AS

Wall Street ditutup lemah semalam. Dow turun 0,97 persen, S&P 500 anjlok 1,21 persen, dan Nasdaq jatuh 2,15 persen. ETF EIDO ikut terkoreksi 2,13 persen sementara MSCI Indonesia melemah 1,76 persen.
Sentimen tarif AS dan pergerakan harga minyak global menambah bayang risiko. Investor lokal cenderung menunggu kejelasan sebelum menambah posisi besar. Kondisi ini membuat seleksi saham lebih selektif di sesi berikutnya.
Tiga Nama yang Diangkat: BULL, LSIP, MEDC

Paket rekomendasi saham hari ini dari Mega Capital menonjolkan BULL, LSIP, dan MEDC. Ketiga nama ini muncul di tengah aliran asing yang negatif dan pelemahan big-cap.
Sintesis sederhana: net sell Rp1,22 triliun plus koreksi Nasdaq-EIDO mendorong fokus ke emiten yang punya ruang trading atau defensif di luar perbankan besar. LSIP jarang muncul di daftar kompetitor top, sehingga paket ini memberi opsi berbeda bagi ritel.
Bagi sesi Jumat, arti praktisnya jelas. Net sell besar dan pelemahan global mendorong investor lebih hati-hati memilih saham yang punya katalis internal atau likuiditas memadai. BULL-LSIP-MEDC ditawarkan sebagai area pantauan, bukan janji return.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| IHSG penutupan | 6.315,31 (-0,30%) |
| Net sell asing reguler | Rp712,21 miliar |
| Net sell asing seluruh pasar | Rp1,22 triliun |
| Dow / S&P 500 / Nasdaq | -0,97% / -1,21% / -2,15% |
| EIDO / MSCI Indonesia | -2,13% / -1,76% |
Sinyal Korporasi: GPSO ke Aftermarket Asia, BLOG Tumbuh
Di luar big-cap, ada dua sinyal korporasi yang relevan bagi ritel. GPSO memperluas rantai aftermarket Asia setelah diakuisisi PIMSF Pulogadung atau Tjokro Group pada November 2025, dengan tender Februari 2026.
Transformasi ini mengubah GPSO jadi kendaraan distribusi suku cadang di kawasan. BLOG juga melaporkan kinerja solid. Pendapatan semester I-2026 mencapai Rp732,90 miliar atau naik 17 persen. Laba bersih Rp77,60 miliar, tumbuh 9,1 persen.
BLOG kini mengelola 16 fasilitas gudang dan cold storage, terutama di Jawa. Kedua emiten ini memberi warna di luar saham perbankan dan tambang yang sedang tertekan asing.
Peta Sektor: Properti Memimpin, Industri Paling Dalam
Empat dari 11 sektor ditutup merah. Sektor industri paling dalam dengan koreksi 1,32 persen. Sebaliknya properti memimpin penguatan 3,13 persen berkat aksi beli di sejumlah emiten properti.
Peta ini mempertegas rotasi. Investor beralih ke sektor yang masih punya momentum domestik saat aliran asing negatif. Properti jadi penopang indeks sementara industri menanggung tekanan terbesar.







