Asing Jual Bersih Rp759 Miliar, IHSG Anjlok 1,88% ke Rp759 Miliar

IHSG anjlok 1,88% ke 6.196,43 usai asing jual bersih Rp759 miliar. BMRI dilepas Rp386 miliar, diperparah Brent US0,69 dan tarif AS 10-12,5%. Peta lengkap.

Author Image

Dyah

Asing Jual Bersih Rp759 Miliar, IHSG Anjlok 1,88% ke Rp759 Miliar

– IHSG ditutup ke level 6.196,43 dengan koreksi 1,88 persen atau sekitar 118 poin pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Pelemahan tajam ini dipicu gelombang net foreign sell sesi pertama senilai Rp759,46 miliar yang dipimpin aksi lepas saham bank pelat merah.

Inti artikel

  • IHSG ditutup ke level 6.196,43 dengan koreksi 1,88 persen atau sekitar 118 poin pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026
  • Pelemahan tajam ini dipicu gelombang net foreign sell sesi pertama senilai Rp759,46 miliar yang dipimpin aksi lepas saham bank pelat merah
  • Tekanan diperparah sentimen ganda harga minyak Brent di US$100,69 dan tarif impor baru Amerika Serikat

Tekanan diperparah sentimen ganda harga minyak Brent di US$100,69 dan tarif impor baru Amerika Serikat. Bukan sekadar semua sektor merah, aliran asing keluar dari perbankan dan energi jadi pemicu utama. Optimaise News memetakan rincian aksi tersebut dari data bursa.

Tekanan Jual Asing Rp759 Miliar: BMRI Jadi Sasaran Utama

Investor asing mencatat foreign buy Rp2,89 triliun lawan foreign sell Rp3,65 triliun di sesi I. Total transaksi asing mencapai Rp6,54 triliun. Net sell Rp759,46 miliar langsung menekan indeks.

BMRI menjadi sasaran utama dengan nilai jual asing Rp386,06 miliar. Disusul BUMI Rp142,89 miliar dan CUAN Rp123,37 miliar. Aksi jual beruntun di bank pelat merah berlanjut dua hari, mempercepat pelemahan blue chips.

Emiten lain yang ikut dilepas asing meliputi TPIA, PTRO, AMMN, DEWA, TINS, ENRG, dan DSSA. Pola ini menegaskan fokus asing pada perbankan dan energi, bukan aksi acak.

Big Caps Perbankan dan Energi Menyeret Indeks ke 6.196

Big Caps Perbankan dan Energi Menyeret Indeks ke 6.196
Big Caps Perbankan dan Energi Menyeret Indeks ke 6.196.

Selain BMRI, saham big caps lain seperti AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI masuk daftar pemberat utama. Mereka menyeret IHSG berbalik jatuh ke level 6.196 pada sesi penutupan.

Seluruh 11 sektor perdagangan berakhir di zona merah. Sektor perbankan paling konsisten jadi target jual asing. Breadth pasar menunjukkan 587 saham melemah, 104 menguat, dan 105 stagnan.

Kapitalisasi besar di perbankan dan energi membuat dampaknya terasa ke seluruh indeks. IHSG level 6.196 jadi penutup terlemah dalam beberapa sesi terakhir.

Sentimen Ganda: Minyak Brent US$100,69 dan Tarif Trump 10-12,5%

Sentimen Ganda: Minyak Brent US$100,69 dan Tarif Trump 10-12,5%
Ilustrasi sentimen Ganda: Minyak Brent US$100,69 dan Tarif Trump 10-12,5%.

Harga minyak Brent yang menyentuh US$100,69 memicu kekhawatiran inflasi global. Investor global beralih ke mode risk-off dan menarik dana dari pasar emerging.

Presiden Trump menerapkan tarif impor 10 sampai 12,5 persen ke 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Kombinasi dua faktor eksternal ini memperbesar arus keluar modal asing di bursa Jakarta.

Alur sebab-akibatnya lurus. Tarif dan minyak tinggi memicu risk-off, lalu tersalur ke jual asing di bank pelat merah serta batubara-energi. Akibatnya IHSG anjlok 1,88 persen dalam sehari.

Peta Transaksi: 587 Saham Melemah, Nilai Rp17,71 Triliun

Nilai transaksi harian mencapai Rp17,71 triliun. Volume perdagangan 37,84 miliar saham dengan frekuensi 2,25 juta kali. Aktivitas masih tinggi meski arah mayoritas melemah.

Data menunjukkan partisipasi investor tetap aktif. Namun dominasi jual asing di big caps membuat breadth pasar condong ke pelemahan masif.

Saham yang Paling Banyak Dilepas Investor Asing Hari Ini

Peta aksi asing satu layar memperlihatkan ranking jual bersih terbesar. Data digabung dengan daftar big caps pemberat indeks agar pembaca ritel langsung paham tekanan utama.

Emiten Nilai Jual Asing (Rp miliar) Keterangan
BMRI 386,06 Bank pelat merah, pemberat utama
BUMI 142,89 Energi batubara
CUAN 123,37 Saham energi terkait
TPIA, PTRO, AMMN Masuk daftar dilepas asing
DEWA, TINS, ENRG, DSSA Ikut tekanan jual asing

Ranking ini jarang dijabarkan utuh di laporan lain. Gabungan net sell total plus daftar pemberat memberi gambaran lengkap bagi investor ritel.

Checklist Pantauan Pekan Depan

Arah aliran asing di BMRI dan BBRI jadi penentu pemulihan jangka pendek. Stabilitas harga minyak di atas atau di bawah US$100 juga krusial bagi sentimen energi.

Respons kebijakan domestik terhadap tarif AS perlu diawasi. Jika ada langkah mitigasi atau negosiasi, arus modal bisa berbalik. Optimaise News akan terus memantau ketiga indikator itu.

Tanya Jawab Seputar Koreksi IHSG 24 Juli 2026
Berapa tepatnya net foreign sell sesi I dan komposisinya?
Net foreign sell mencapai Rp759,46 miliar. Foreign buy Rp2,89 triliun berhadapan dengan foreign sell Rp3,65 triliun. Total transaksi asing sesi I Rp6,54 triliun.
Saham mana yang paling banyak dilepas asing dan kenapa bank pelat merah jadi sasaran?
BMRI Rp386,06 miliar jadi yang terbesar, disusul BUMI dan CUAN. Jual beruntun dua hari di bank pelat merah mempercepat pelemahan big caps perbankan dan energi.
Apa dampak langsung minyak Brent dan tarif Trump ke IHSG hari ini?
Brent di US$100,69 dan tarif 10 sampai 12,5 persen ke 60 negara termasuk Indonesia memicu risk-off. Aliran asing keluar tersalur ke bank dan energi, menyeret indeks ke 6.196.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.