Jakarta, Optimaise News – IHSG ditutup ke level 6.196,43 dengan koreksi 1,88 persen atau sekitar 118 poin pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Pelemahan tajam ini dipicu gelombang net foreign sell sesi pertama senilai Rp759,46 miliar yang dipimpin aksi lepas saham bank pelat merah.
Inti artikel
- IHSG ditutup ke level 6.196,43 dengan koreksi 1,88 persen atau sekitar 118 poin pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026
- Pelemahan tajam ini dipicu gelombang net foreign sell sesi pertama senilai Rp759,46 miliar yang dipimpin aksi lepas saham bank pelat merah
- Tekanan diperparah sentimen ganda harga minyak Brent di US$100,69 dan tarif impor baru Amerika Serikat
Tekanan diperparah sentimen ganda harga minyak Brent di US$100,69 dan tarif impor baru Amerika Serikat. Bukan sekadar semua sektor merah, aliran asing keluar dari perbankan dan energi jadi pemicu utama. Optimaise News memetakan rincian aksi tersebut dari data bursa.
Tekanan Jual Asing Rp759 Miliar: BMRI Jadi Sasaran Utama
Investor asing mencatat foreign buy Rp2,89 triliun lawan foreign sell Rp3,65 triliun di sesi I. Total transaksi asing mencapai Rp6,54 triliun. Net sell Rp759,46 miliar langsung menekan indeks.
BMRI menjadi sasaran utama dengan nilai jual asing Rp386,06 miliar. Disusul BUMI Rp142,89 miliar dan CUAN Rp123,37 miliar. Aksi jual beruntun di bank pelat merah berlanjut dua hari, mempercepat pelemahan blue chips.
Emiten lain yang ikut dilepas asing meliputi TPIA, PTRO, AMMN, DEWA, TINS, ENRG, dan DSSA. Pola ini menegaskan fokus asing pada perbankan dan energi, bukan aksi acak.
Big Caps Perbankan dan Energi Menyeret Indeks ke 6.196

Selain BMRI, saham big caps lain seperti AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI masuk daftar pemberat utama. Mereka menyeret IHSG berbalik jatuh ke level 6.196 pada sesi penutupan.
Seluruh 11 sektor perdagangan berakhir di zona merah. Sektor perbankan paling konsisten jadi target jual asing. Breadth pasar menunjukkan 587 saham melemah, 104 menguat, dan 105 stagnan.
Kapitalisasi besar di perbankan dan energi membuat dampaknya terasa ke seluruh indeks. IHSG level 6.196 jadi penutup terlemah dalam beberapa sesi terakhir.
Sentimen Ganda: Minyak Brent US$100,69 dan Tarif Trump 10-12,5%

Harga minyak Brent yang menyentuh US$100,69 memicu kekhawatiran inflasi global. Investor global beralih ke mode risk-off dan menarik dana dari pasar emerging.
Presiden Trump menerapkan tarif impor 10 sampai 12,5 persen ke 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Kombinasi dua faktor eksternal ini memperbesar arus keluar modal asing di bursa Jakarta.
Alur sebab-akibatnya lurus. Tarif dan minyak tinggi memicu risk-off, lalu tersalur ke jual asing di bank pelat merah serta batubara-energi. Akibatnya IHSG anjlok 1,88 persen dalam sehari.
Peta Transaksi: 587 Saham Melemah, Nilai Rp17,71 Triliun
Nilai transaksi harian mencapai Rp17,71 triliun. Volume perdagangan 37,84 miliar saham dengan frekuensi 2,25 juta kali. Aktivitas masih tinggi meski arah mayoritas melemah.
Data menunjukkan partisipasi investor tetap aktif. Namun dominasi jual asing di big caps membuat breadth pasar condong ke pelemahan masif.
Saham yang Paling Banyak Dilepas Investor Asing Hari Ini
Peta aksi asing satu layar memperlihatkan ranking jual bersih terbesar. Data digabung dengan daftar big caps pemberat indeks agar pembaca ritel langsung paham tekanan utama.
| Emiten | Nilai Jual Asing (Rp miliar) | Keterangan |
|---|---|---|
| BMRI | 386,06 | Bank pelat merah, pemberat utama |
| BUMI | 142,89 | Energi batubara |
| CUAN | 123,37 | Saham energi terkait |
| TPIA, PTRO, AMMN | – | Masuk daftar dilepas asing |
| DEWA, TINS, ENRG, DSSA | – | Ikut tekanan jual asing |
Ranking ini jarang dijabarkan utuh di laporan lain. Gabungan net sell total plus daftar pemberat memberi gambaran lengkap bagi investor ritel.
Checklist Pantauan Pekan Depan
Arah aliran asing di BMRI dan BBRI jadi penentu pemulihan jangka pendek. Stabilitas harga minyak di atas atau di bawah US$100 juga krusial bagi sentimen energi.
Respons kebijakan domestik terhadap tarif AS perlu diawasi. Jika ada langkah mitigasi atau negosiasi, arus modal bisa berbalik. Optimaise News akan terus memantau ketiga indikator itu.







