Asing Jual Bersih & APIC Diborong Rp920 Miliar

Asing catat jual bersih Rp920,3 miliar di IHSG 22 Juli 2026, tapi borong APIC Rp297,7 miliar usai BI Rate ditahan 5,25 persen. Simak 10 saham favorit asing.

Author Image

Dyah

Asing Jual Bersih & APIC Diborong Rp920 Miliar

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp920,3 miliar di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 22 Juli 2026. Aliran modal itu tetap selektif. Akumulasi terpusat di saham finansial dan komoditas tepat usai kepastian suku bunga acuan ditahan Bank Indonesia.

Inti artikel

  • Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp920,3 miliar di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 22 Juli 2026
  • Aliran modal itu tetap selektif
  • Akumulasi terpusat di saham finansial dan komoditas tepat usai kepastian suku bunga acuan ditahan Bank Indonesia

IHSG putus reli sembilan hari beruntun dan ditutup di 6.334,48 atau turun 0,09 persen. Nilai transaksi mencapai Rp18,52 triliun dengan volume 44,63 miliar saham serta frekuensi 2,7 juta kali. Kondisi ini muncul setelah BI Rate ditahan di 5,25 persen sesuai ekspektasi pasar.

APIC Jadi Sasaran Utama Lewat Transaksi Negosiasi

APIC menjadi sasaran utama lewat transaksi negosiasi. Saham itu mencatat net foreign buy Rp297,7 miliar. Hampir seluruhnya berasal dari pasar negosiasi senilai Rp297,8 miliar.

Besaran akumulasi di APIC menonjol jauh di atas emiten lain. Di tengah penjualan bersih pasar ratusan miliar, saham finansial ini justru jadi penampung likuiditas asing terbesar. Transaksi negosiasi setinggi itu biasanya mencerminkan kesepakatan institusional yang terstruktur.

Pola ini memberi sinyal preferensi asing pada emiten tertentu usai kepastian moneter. Investor ritel layak mencermati volume dan pergerakan harga lanjutan di saham serupa.

Deretan Saham Energi-Komoditas yang Juga Diakumulasi

Deretan Saham Energi-Komoditas yang Juga Diakumulasi
Ilustrasi Deretan Saham Energi-Komoditas yang Juga Diakumulasi.

Deretan saham energi dan komoditas juga diakumulasi asing. TINS dibeli bersih Rp55,5 miliar. ANTM menyusul dengan Rp48,9 miliar dan BNBR Rp44,5 miliar.

VKTR mendapat net buy Rp32,9 miliar. BUMI dicatat Rp27,3 miliar sementara ADRO Rp22,2 miliar. Sektor ini mendominasi daftar beli di luar saham finansial utama.

Minat pada komoditas berlanjut di tengah dinamika harga global. Bagi investor lokal, pola akumulasi ini bisa jadi acuan awal alokasi di emiten tambang dan energi.

IHSG Putus Reli Sembilan Hari di Level 6.334

IHSG putus reli sembilan hari di level 6.334. Indeks ditutup melemah 0,09 persen ke 6.334,48. Pergerakan tipis itu mengakhiri rentetan penguatan sebelumnya.

Aktivitas pasar tetap solid dengan nilai transaksi Rp18,52 triliun. Volume mencapai 44,63 miliar saham dan frekuensi 2,7 juta. Data ini menunjukkan partisipasi masih tinggi meski arah indeks koreksi ringan.

Kepastian BI Rate membantu meredam volatilitas berlebih. Namun pelemahan tipis mengisyaratkan aksi ambil untung usai reli panjang.

Aliran Asing Tetap Selektif di Tengah Dolar Menguat

Aliran asing tetap selektif di tengah dolar yang menguat. Penjualan bersih keseluruhan Rp920,3 miliar berkontras tajam dengan pembelian di saham-saham pilihan. Asing tidak keluar total, melainkan memilah emiten.

Usai BI menahan suku bunga acuan di 5,25 persen, fokus beralih ke prospek sektoral. Sektor energi-komoditas dan finansial menjadi magnet utama.

Bagi investor ritel, selektivitas ini berarti peluang tetap ada di saham yang diakumulasi asing. Pantau pergerakan net buy harian dan korelasinya dengan sentimen moneter agar lebih bijak mengambil posisi.

Sepuluh Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar

Sepuluh saham dengan net foreign buy terbesar dipimpin APIC Rp297,7 miliar. Berikutnya TINS Rp55,5 miliar, ANTM Rp48,9 miliar, BNBR Rp44,5 miliar, dan VKTR Rp32,9 miliar.

Urutan selanjutnya diisi BUMI Rp27,3 miliar, ADRO Rp22,2 miliar, BBCA Rp17,9 miliar, ICBP Rp15,4 miliar, serta DEWA Rp15,3 miliar. Daftar lengkap nilai ini memudahkan pemantauan langsung.

Sintesis kontrasnya jelas: pasar secara keseluruhan net sell Rp920,3 miliar, namun sepuluh saham ini menyerap akumulasi signifikan. Dominasi energi-komoditas diikuti perbankan dan infrastruktur memberi peta bagi alokasi portofolio ritel pasca kepastian BI Rate.

Pola semacam ini sering berulang saat kebijakan moneter stabil. Investor bisa memanfaatkan data net foreign buy sebagai salah satu filter pemilihan saham, tentu dengan analisis fundamental tambahan.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.