Artis Arie Untung mengumandangkan azan untuk mendiang ayahnya, H. Untung Rumekso, yang berpulang di usia 86 tahun pada Sabtu (18/7/2026). Prosesi pemakaman digelar hari yang sama di TPU Kandang, wilayah Jakarta Selatan.
Bagi Arie, azan itu bukan sekadar rangkaian upacara. Ia memaknainya sebagai bakti terakhir sekaligus pembalikan peran: dulu sang ayah yang mengajarinya azan, kini ia yang menuntun perpisahan spiritual.
Dari guru azan menjadi yang diantar
Di lokasi pemakaman, Arie menuturkan hubungan emosional yang membuat suaranya sulit stabil. Ia mengingat sosok yang pertama kali mengenalkannya pada azan dan pada kehidupan.
“Ini orang yang ajarin saya azan dulu. Orangnya yang ajarin saya mengenal dunia, nah sekarang saya ajarin beliau mengenal dunia yang baru,” kata Arie kepada wartawan di area pemakaman.
Pernyataan itu menempatkan momen azan sebagai simbol penutup siklus ayah-anak. Pantauan Optimaise News, penekanan pada “mengajar dunia baru” menjadi sudut paling personal dari perpisahan tersebut.
Suara bergetar tahan tangis di bakti terakhir

Arie mengakui perasaannya luluh saat berdiri di depan jenazah. Meski begitu, ia memilih menyelesaikan azan sebagai bentuk penghormatan akhir.
“Kayak gimana ya rasanya, kita coba berbakti terakhirlah gitu sebelum akhirnya berpisah gitu sama beliau. Hancur banget sih rasanya tapi ya sudah, memang itu yang terbaik buat dia,” ujarnya.
Adegan semacam ini sering disandingkan publik dengan viral momen haru sejenis di media sosial, ketika azan di ruang duka memicu empati luas. Bedanya, di sini yang bersuara adalah anak kandung yang sudah dewasa, bukan anak kecil, dan fokusnya pada balas jasa kepada sosok yang dipanggil keluarga dengan sebutan Pukung.
Fenita minta keluarga lepas tanpa membebani
Fenita Arie mendampingi suaminya di pemakaman. Ia menekankan pentingnya ikhlas agar arwah mendiang tidak terasa dibebani oleh penolakan keluarga.
“Sayang kita harus ikhlas apapun itu, pokoknya lepasin aja jangan diberat supaya Pukung juga nggak berat,” kata Fenita.
Pesan itu memperluas narasi duka dari Arie sendiri ke sikap keluarga inti. Optimaise News mencatat, pendekatan Fenita lebih ke pelembutan rasa, bukan menahan air mata secara paksa.
Permintaan doa dan maaf untuk Pukung
Selain bakti lewat azan, Arie membuka ruang doa dari siapa saja yang pernah berinteraksi dengan mendiang. Ia juga meminta keikhlasan bila sempat ada salah di masa lalu.
“Ya teman-teman semua minta doanya kalau pernah kenal sama Pukung dan pernah buat salah ya mohon diikhlaskan. Semoga beliau husnul khatimah, amin, ditempatkan di jannah bersama orang bertakwa,” katanya.
Jenazah dimakamkan pada hari yang sama dengan tanggal wafat. Nama lengkap mendiang tercatat sebagai H. Untung Rumekso.
FAQ
Siapa yang mengumandangkan azan di pemakaman?
Arie Untung sendiri yang mengumandangkan azan untuk ayahnya di prosesi pemakaman.
Kapan dan di mana pemakaman digelar?
Sabtu, 18 Juli 2026, di TPU Kandang, Jakarta Selatan, pada hari yang sama ayahnya berpulang.
Berapa usia mendiang H. Untung Rumekso?
Beliau berpulang di usia 86 tahun.
Apa yang diminta Arie dan Fenita dari publik?
Arie meminta doa husnul khatimah serta keikhlasan; Fenita menekankan keluarga harus melepaskan agar Pukung tidak terasa berat.







