Arie Untung memetik pelajaran rumah tangga dari almarhum ayahnya, Untung Rumekso, saat berbicara di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Menurut pantauan Optimaise News, penekanannya bukan kronologi duka semata, melainkan cara ayah menyeimbangkan humor dengan wibawa serta merespons pasangan tegas lewat ketenangan dan husnuzon.
Ayah yang komedian di rumah tapi tetap berwibawa
Di lingkar keluarga, almarhum digambarkan mudah membuat suasana cair. Pada momen berbeda, ia mampu tampil tegas tanpa kehilangan karisma.
Keseimbangan dua sisi itulah yang Arie sebut sebagai bekal besar. Ia mengakui banyak meniru pola tersebut dalam hidupnya sendiri.
“Beliau ini orangnya lucu, maksudnya komedian di rumah tuh. Tapi bisa berwibawa juga di saat yang berbeda. Jadi banyak ajarin ke saya deh,” ujar Arie Untung di lokasi tersebut.
Dalam arie untung kenang sosok ayah yang humoris, yang menonjol justru kemampuan berganti peran sesuai situasi, bukan sekadar lelucon harian.
Resep meredam ketegasan pasangan: rileks dan berprasangka baik

Ibu di rumah dikenal cukup tegas. Ayah justru memilih tetap santai dan jarang membiarkan pikiran melantur berlebihan.
Sikap husnuzon terus-menerus menjadi jembatan agar ketegangan tidak membesar. Pola itu kemudian Arie bawa ketika ia sendiri menikah.
“Orangnya tuh benar-benar rileks, nggak kayak overthinking. Ibu kan agak galak di rumah, tapi dia tuh bisa husnuzon mulu orangnya. Jadi kita ketika saya punya istri galak juga jadi tahu ternyata cara merespons itu santai aja gitu,” ujar Arie.
Resepnya praktis: jangan balas ketegasan dengan ketegangan. Biarkan prasangka baik yang menuntun respons pertama.
Senyum yang tak pudar sampai detik akhir

Kesan menyenangkan selalu tertinggal pada siapa pun yang bertemu almarhum. Memori teman-teman Arie pun hampir seragam: senyum.
Bahkan di ujung hayat, ekspresi itu masih melekat. Bagi Arie, itu bukti karakter, bukan formalitas sesaat.
“Dia ketemu semua teman saya pasti memorinya beliau tuh senyum. Sampai meninggalnya pun senyum. Jadi orangnya memang murah senyum,” kata Arie.
Sementara banyak liputan menyoal kronologi ayah Arie Untung meninggal dunia, sudut yang ia tonjolkan di sini adalah wajah yang tetap ramah hingga detik terakhir.
Tradisi sapa tetangga yang jadi warisan sosial keluarga
Selain humor di rumah, almarhum dikenal akrab dengan seluruh tetangga. Menyapa orang sekitar sudah dianggap tradisi yang disebut Pukung.
“Pukung tuh ngajarin kita kan rumah Pukung maksudnya ada banyak tetangga-tetangga. Iya dia bilang ini udah kayak jadi tradisi Pukung gitu kan,” ujar Arie.
Di kampung, jalan ke jalur besar melewati banyak rumah. Setiap rumah disapa satu per satu sehingga jaringan kenalan tumbuh luas.
“Kadang-kadang kita di kampung kan mau ke jalan gede harus lewat banyak rumah, semua satu-satu disapa jadi kenal semua kan. Akhirnya saya juga keikutan, ketemu siapa aja saya sapa jadi banyak teman gara-gara dia,” tambahnya.
Warisan itu membentuk modal sosial Arie hingga kini. Ia mengaku dikenal banyak orang justru berkat kebiasaan yang diturunkan ayahnya.
Bekal Arie menghadapi istri yang tegas di rumah sendiri
Modal utama yang ia bawa ke rumah tangga sendiri adalah ketenangan. Merespons pasangan tegas tidak harus dengan ketegangan balasan.
Dalam ringkasan Optimaise News, warisan itu berupa pola pikir husnuzon dan kemampuan tetap rileks, bukan sekadar anekdot lucu di ruang keluarga.
Dengan bekal tersebut, Arie merasa lebih siap menghadapi dinamika harian. Humor ayah di rumah dan wibawa di momen lain menjadi peta praktis baginya.
Pelajaran itu juga menegaskan bahwa kesabaran bisa dilatih lewat contoh orang tua, bukan teori belaka.
FAQ
Di mana Arie Untung menyampaikan kenangan tentang ayahnya?
Ia berbicara di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/7/2026).
Siapa nama almarhum ayah Arie Untung?
Ayahnya adalah almarhum Untung Rumekso.
Apa sifat utama yang dikenang dari sang ayah?
Sosok yang humoris di rumah namun tetap berwibawa, murah senyum sampai akhir hayat, serta ramah menyapa tetangga.
Pelajaran apa yang Arie terapkan di rumah tangganya?
Cara merespons istri yang tegas dengan sikap rileks dan husnuzon, meniru pola ayah menghadapi ibu di rumah.







