Jakarta, Optimaise News – Ketua Umum APJII Muhammad Arif menegaskan tantangan konektivitas Indonesia kini beralih ke kualitas cepat dan harga terjangkau, bukan sekadar perluasan jangkauan. Pernyataan itu menyoroti peran internet sebagai tulang punggung kegiatan ekonomi serta layanan publik yang makin padat.
Inti artikel
- Pernyataan itu menyoroti peran internet sebagai tulang punggung kegiatan ekonomi serta layanan publik yang makin padat
- Arif menekankan fondasi transformasi digital nasional bergantung pada konektivitas bermutu
- Asosiasi mengaku siap bergandengan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital
Arif menekankan fondasi transformasi digital nasional bergantung pada konektivitas bermutu. Optimaise News merangkum komitmen asosiasi untuk berkolaborasi dalam program Komdigi, termasuk Kampung Internet dan target layanan 100 Mbps yang bisa dijangkau masyarakat luas.
APJII Siap Dukung Program Kampung Internet hingga 100 Mbps
Asosiasi mengaku siap bergandengan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Fokusnya mencakup inisiatif Kampung Internet serta penyediaan akses berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan tarif yang ramah bagi UMKM dan rumah tangga.
Langkah ini dinilai krusial karena banyak pelaku usaha kecil masih bergantung pada koneksi stabil untuk pembayaran digital, pemasaran daring, dan layanan pelanggan. Pemerataan kecepatan di luar kota besar menjadi kunci agar manfaat digital tidak timpang.
Arif menggarisbawahi bahwa kecepatan tinggi yang terjangkau akan mengurangi kesenjangan digital antarwilayah. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat realisasi target tersebut tanpa membebani pengguna akhir.
Perkuat IIX dan IDNIC Demi Lalu Lintas Domestik Efisien

APJII terus memperkuat Indonesia Internet Exchange agar data domestik tetap beredar di dalam negeri. Langkah ini menekan latensi sekaligus menaikkan efisiensi jaringan nasional bagi ribuan operator.
Melalui Indonesia Network Information Center, asosiasi mendistribusikan alamat IP beserta Autonomous System Number. Distribusi itu menjangkau ribuan penyelenggara telekomunikasi sehingga rute lokal lebih tertata dan responsif.
Bagi pemilik usaha digital, latensi rendah berarti transaksi e-commerce dan cloud service lebih mulus. Penguatan kedua infrastruktur ini menjadi fondasi teknis sebelum target 100 Mbps dapat dinikmati merata.
Penetrasi 81,72 Persen 2026 Harus Diikuti Mutu Layanan
Survei internal mencatat penetrasi internet diproyeksikan mencapai 81,72 persen pada 2026, setara sekitar 235 juta pengguna. Angka tersebut naik dari 79,5 persen di 2024 atau sekitar 221 juta pengguna.
Arif meminta lonjakan pengguna dibarengi perbaikan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, serta literasi digital. Tanpa keempat elemen itu, penambahan user hanya menambah beban tanpa nilai tambah ekonomi.
Ia menegaskan APJII akan terus bekerja sama dengan pemerintah, industri, dan akademisi. Tujuannya memastikan transformasi digital Indonesia berlangsung inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM di daerah.
Optimaise News melihat komitmen ini membuka ruang bagi pelaku usaha mikro untuk mempercepat adopsi digital. Dengan infrastruktur yang lebih kokoh, konektivitas 100 Mbps diyakini mampu menopang produktivitas nasional jangka panjang.







