Komisaris dan pendiri PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Alexander Ramlie memborong 4.617.000 lembar saham dalam dua hari beruntun. Transaksi pada 17 dan 20 Juli 2026 menelan dana sekitar Rp18,16 miliar saat harga sempat bertahan di bawah Rp4.000.
Inti artikel
- Komisaris dan pendiri PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Alexander Ramlie memborong 4.617.000 lembar saham dalam dua hari beruntun
- Transaksi pada 17 dan 20 Juli 2026 menelan dana sekitar Rp18,16 miliar saat harga sempat bertahan di bawah Rp4.000
- Kepemilikan langsungnya naik dari 185.777.760 menjadi 190.394.760 lembar
Kepemilikan langsungnya naik dari 185.777.760 menjadi 190.394.760 lembar. Hak suara ikut bergeser tipis dari 0,256 persen ke 0,263 persen. Optimaise News merangkai alur lengkap aksi itu, termasuk progres bertahap dan status non-pengendali yang tidak berubah.
Akumulasi Dua Hari: 4,62 Juta Lembar Senilai Rp18,16 Miliar
Pada 17 Juli 2026 Alexander membeli 3.138.500 saham senilai sekitar Rp12,28 miliar. Dua hari kemudian, 20 Juli, ia menambah 1.478.500 lembar lewat sembilan transaksi terpisah senilai sekitar Rp5,88 miliar.
Gabungan keduanya mencapai 4.617.000 lembar atau setara Rp18,16 miliar. Angka total ini menyatukan rincian yang sebelumnya tersebar di sejumlah laporan bursa. Seluruh pembelian dilakukan secara langsung tanpa skema repurchase agreement.
Bagi pembaca ritel, pola borong dua hari berturut-turut dari komisaris-pendiri sering dibaca sebagai sinyal keyakinan. Meski demikian, porsi akhir tetap di bawah satu persen sehingga struktur pengendalian AMMN tidak bergeser.
| Tanggal | Jumlah Saham | Nilai Perkiraan | Catatan |
|---|---|---|---|
| 17 Juli 2026 | 3.138.500 | Rp12,28 miliar | Beberapa transaksi |
| 20 Juli 2026 | 1.478.500 | Rp5,88 miliar | 9 transaksi terpisah |
| Total dua hari | 4.617.000 | Rp18,16 miliar | Investasi pribadi langsung |
Jejak Harga Beli dari Rp3.890 hingga Rp4.030

Kisaran harga pada 17 Juli berada di Rp3.890 hingga Rp3.930 per lembar. Level itu masih di bawah ambang Rp4.000. Pada 20 Juli harga perolehan sempat menyentuh Rp4.030 meski sesi harian sebelumnya sempat bertahan di bawah Rp4.000.
Pola sebaran lot menunjukkan Alexander memanfaatkan fluktuasi harian. Harga yang merangkak kembali ke area Rp4.000 sepekan itu menjadi latar aksi belinya. Pembelian terpecah agar dampak ke pasar tetap terkendali.
Langkah ini memberi konteks tambahan bagi investor yang memantau pergerakan AMMN. Harga beli yang menyentuh Rp4.030 di hari kedua menandai fleksibilitas eksekusi di tengah volatilitas harian.
Kepemilikan Naik Bertahap ke 190,39 Juta Saham

Sebelum transaksi, Alexander memegang 185.777.760 saham. Setelah aksi 17 Juli porsi naik ke sekitar 188,92 juta lembar. Tambahan 20 Juli membawa total menjadi 190.394.760 saham.
Hak suara bergerak dari 0,256 persen menjadi 0,263 persen. Kenaikan relatif jumlah saham pada aksi 20 Juli saja sekitar 0,78 persen dari posisi pasca-17 Juli. Alur berurutan 185,78 juta ke 188,92 juta lalu 190,39 juta memperlihatkan akumulasi yang terukur, bukan lonjakan mendadak.
Timeline ringkas dua hari ini memudahkan pembaca melihat setiap langkah. Optimaise News menekankan bahwa progres bertahap itu menjadi gambaran utuh yang jarang disusun dalam satu alur di media lain.
Status Transaksi: Investasi Pribadi, Tanpa Ubah Pengendali
Keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyatakan tujuan pembelian adalah investasi pribadi. Saham yang dibeli berstatus saham biasa dengan kepemilikan langsung. Tidak ada perubahan status pengendali di Amman Mineral.
Seluruh transaksi berlangsung tanpa perjanjian repurchase agreement. Status non-pengendali tetap terjaga karena porsi akhir hanya 0,263 persen. Sinyal insider dari komisaris-pendiri tetap menarik perhatian, namun tidak mengubah peta kekuasaan pemegang saham utama.
Bagi investor ritel, konteks ini penting agar tidak salah baca. Aksi belanja pribadi memberi petunjuk keyakinan internal, tetapi tidak otomatis menjadi katalis pergeseran pengendalian.
Posisi Alexander Ramlie di Amman Mineral
Alexander Ramlie merupakan salah satu pendiri Amman Mineral. Ia pernah menjabat Presiden Direktur sebelum beralih ke posisi komisaris. Peran itu memberinya pemahaman mendalam atas operasi tambang tembaga dan emas perseroan.
Aksi belanja pribadi tidak mengubah struktur pengendali. Namun pola borong saat harga di bawah Rp4.000 memberi bayangan tentang pandangan internal terhadap valuasi saat ini. Pasar biasanya menaruh perhatian pada gerakan komisaris yang juga pendiri karena kedekatan mereka dengan kinerja operasional.
Dengan kepemilikan yang naik bertahap ke 190,39 juta lembar, Alexander menegaskan komitmen jangka panjang tanpa mengganggu keseimbangan pemegang saham pengendali.







