Alex Eala menorehkan momen bersejarah di Mubadala Citi DC Open 2026. Petenis Filipina berusia 21 tahun itu menumbangkan Naomi Osaka, juara Grand Slam empat kali dan mantan nomor satu dunia, lewat kemenangan straight sets 6-4, 6-2 di semifinal yang digelar di Washington, Amerika Serikat, dini hari WIB 2 Agustus 2026.
Inti artikel
- Alex Eala menorehkan momen bersejarah di Mubadala Citi DC Open 2026
- Dominasi ini membawa Eala ke final turnamen WTA 500 untuk pertama kali dalam kariernya
- Ia juga memperpanjang rekor bagus melawan pemain top-10 musim ini, sekaligus menandai final kedua setelah Eastbourne tahun lalu
Dominasi ini membawa Eala ke final turnamen WTA 500 untuk pertama kali dalam kariernya. Ia juga memperpanjang rekor bagus melawan pemain top-10 musim ini, sekaligus menandai final kedua setelah Eastbourne tahun lalu. Optimaise News merangkum perjalanan lengkapnya.
Skor 6-4 6-2 dan Durasi 76 Menit Lawan Osaka
Pertandingan semifinal berlangsung cepat, hanya 1 jam 16 menit. Eala unggul 2-1 di set pertama berkat break servis Osaka, lalu menutup dengan 6-4. Set kedua lebih telak. Ia langsung pimpin 2-0 setelah memanfaatkan double fault lawan, sebelum merampungkan kemenangan 6-2.
Osaka sempat selamatkan dua match point di gim terakhir. Namun Eala tetap tenang dan menyelesaikan laga. Peringkat 28 dunia itu tampil solid di baseliner serta servis, membuat juara Grand Slam itu kesulitan membangun ritme.
Bagi pembaca awam, kemenangan straight sets melawan pemain sekelas Osaka bukan hal remeh. Osaka punya empat trofi major dan pengalaman di puncak ranking. Eala menunjukkan kedewasaan di usia muda.
Jalur ke Final: Fernandez, Svitolina, Lalu Osaka

Jalan Eala ke final penuh tantangan berat. Di babak kedua ia menyingkirkan juara bertahan Leylah Fernandez. Kemudian di perempat final, Eala mengalahkan unggulan kedua Elina Svitolina. Kemenangan atas Svitolina menjadi kemenangan keenamnya melawan top-10 di musim 2026.
Urutan ini menegaskan streak Eala yang konsisten. Ia bukan sekadar lolos final, melainkan menumbangkan tiga lawan berkualitas beruntun. Streak top-10 itu memberi bobot ekstra pada debut final WTA 500-nya.
Turnamen yang juga disebut Washington Open 2026 ini menjadi panggung pembuktian. Eala memanfaatkan momentum setelah menumbangkan petenis-petenis berpengalaman tersebut.
Final Kedua Setelah Eastbourne, Lawan Pegula

Ini penampilan final kedua Eala setelah Eastbourne Open tahun lalu. Di final Mubadala Citi DC Open 2026, ia akan berhadapan dengan unggulan satu Jessica Pegula. Pegula lolos setelah mengalahkan Diana Shnaider 7-5, 6-4.
Rekor head-to-head sempat mencatat Pegula menang atas Eala di Miami Open 2025. Namun Eala kini lebih matang. Laga final sempat tertunda cuaca, menurut catatan media Indonesia, menambah drama menjelang bentrokan.
Bagi Eala, satu kemenangan lagi bisa memberinya titel WTA 500 pertama. Framing usia 21 tahun membuat langkah ini terasa lebih istimewa. Sedikit lagi ia menyentuh gelar level 500 yang dinanti.
Kutipan Eala: Arti Kemenangan Lawan Pemain Hebat
Setelah laga, Eala menyampaikan perasaannya lewat ABS-CBN. “Satu pertandingan lagi tapi saya sudah sangat bahagia,” katanya. Ia juga menambahkan, “Kemenangan yang berarti bagi saya karena melawan pemain yang luar biasa.”
Eala mengakui butuh waktu mencerna semuanya. “Saya rasa bermain sangat baik… senang berbagi lapangan dengan Naomi. Saya masih butuh waktu untuk benar-benar mencerna semuanya.” Kutipan ini menggambarkan rasa syukur sekaligus rasa takjub menghadapi legenda seperti Osaka.
Bagi penggemar tenis Asia Tenggara, momen ini memperkuat citra Eala sebagai petenis muda yang mampu bersaing di level elite. Dominasi internasional yang ia tunjukkan di Washington memberi sinyal kuat untuk musim selanjutnya.







