Jakarta, Optimaise News – Aldi Taher mengakui masih kekurangan Rp1 miliar untuk memuluskan pindahan meski cabang kedua bisnis ayam gorengnya sudah beroperasi. Ia berencana melepas rumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, agar keluarga bisa lebih dekat ke orang tua di Jakarta Pusat, khususnya sang ibu yang menjalani stroke.
Inti artikel
- Aldi Taher mengakui masih kekurangan Rp1 miliar untuk memuluskan pindahan meski cabang kedua bisnis ayam gorengnya sudah beroperasi
- Pernyataan itu disampaikan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026)
- Aldi menyinggung cabang kedua usahanya sebagai sumber tambahan modal pindahan
Pernyataan itu disampaikan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). Optimaise News merangkum, artis yang juga suami Salsabillih itu mengaitkan langkah tersebut dengan kebutuhan merawat orang tua sekaligus penawaran terbuka agar rumah cepat laku.
Pengakuan dana tambahan Rp1 miliar usai buka cabang ayam goreng
Aldi menyinggung cabang kedua usahanya sebagai sumber tambahan modal pindahan. Ia jujur soal sisa dana yang belum terpenuhi.
“Jjujur ya, ini jujur, alhamdulillah ada cabang kedua, nambahin uang buat nambah pindahan rumah, Bang. Masih kurang 1 M,” kata Aldi di Cempaka Putih, Jumat (7/8/2026).
Laporan sebelumnya menempatkan harga tawaran rumah Jagakarsa di kisaran Rp6,5 miliar. Ada pula perbandingan rumah target di Rawamangun sekitar Rp7,7 miliar, sehingga selisih dan sisa biaya tetap menjadi isu yang ia sebut di hadapan media.
Alasan pindah Rawamangun: rawat ibu stroke dan kurangi beban ayah
Motif utamanya personal. Ia ingin memudahkan jenguk dan perawatan, terutama ibu yang stroke, serta mengurangi bolak-balik ayah yang kerap kelelahan.
“Saya kan mau jual rumah di Jagakarsa, mau pindah ke Rawamangun, dekat dari Cempaka Putih. Karena rumah ibu kan daerah Jakarta Pusat. Jadi, saya pindah rumah untuk orang tua,” ujarnya.
Dari kronologi Juli 2026 yang dirangkai ulang Optimaise News bersama update Agustus ini, rumah Jagakarsa sempat dipilih karena lingkungan berpohon dan cocok terapi. Ayah pasca operasi usus buntu lebih nyaman di rumah sendiri di Kramat Sentiong dan tak ingin merepotkan anak. Usia ayah yang sudah lanjut serta jarak Jagakarsa, Sentiong yang jauh memperkuat niat pindah ke Rawamangun yang hanya sekitar lima sampai sepuluh menit dari kediaman orang tua.
Cara Aldi tawarkan rumah Jagakarsa ke pengusaha secara terbuka
Agar properti cepat berpindah tangan, Aldi membuka penawaran di muka umum. Ia bahkan menyebut beberapa nama pengusaha sambil bercanda dan mengarahkan kontak ke adiknya atau saluran bisnis ayam goreng.
“Bapak Haji Syam, Bapak Putra Siregar, Juragan 99 kalau mau bayarin hubungin Instagram adik saya Kurnia Nugraha Taher atau hubungin Ayam Goreng Basah, hubungin siapa aja lah yang penting laku tuh rumah, udah,” selorohnya.
Di Instagram terdahulu ia juga sempat menyinggung kebutuhan modal dari hasil penjualan. Kini, di Agustus 2026, penekanan bergeser ke kekurangan Rp1 miliar dan kebutuhan pindah yang lebih mendesak demi keluarga.
Istikharah dan harapan lingkungan baru untuk pemulihan keluarga
Keputusan diputuskan setelah ia melihat ayah sering kelelahan menjenguk ibu. Aldi mengaku menunaikan salat istikharah lalu berdiskusi dengan istri.
“Saya melihat ayah kasihan tiap hari, nih… Akhirnya saya salat istikharah, saya bilang ke istri, ‘Bunda, kita pindah yuk dari sini biar rumahnya dekat sama ayah, sama ibu’,” ungkap Aldi.
Ia berharap rumah baru memberi kenyamanan bagi seluruh keluarga. “Itu akhirnya Allah kasih jawaban, saya mau pindah di Rawamangun dekat rumah ayah, cuma 10 menit dari rumah ibu sama ayah… Kan beli rumah itu buat ibu, buat ayah juga, buat istri, anak, dan juga buat ibu berobat. Karena lingkungannya bagus, bisa jemur pagi,” tandasnya.
Proses pembelian di Rawamangun digambarkan masih berjalan, sementara penjualan Jagakarsa didahulukan. Sintesis laporan Juli, Agustus 2026 menunjukkan garis waktu yang konsisten: dari terapi ibu di rumah lama, kelelahan ayah, istikharah, hingga pengakuan dana yang masih kurang meski usaha kuliner berkembang.







