Thread keluhan penumpang di akun Threads @deardilah soal sikap Aisar Khaled di kabin pesawat meledak hingga 2,2 juta views hanya dalam hitungan jam. Ribuan komentar dari warganet Indonesia dan Malaysia membanjiri unggahan itu sebelum pemilik akun menghapusnya usai mendapat kontak langsung dari sang influencer.
Inti artikel
- Baru setelah thread lenyap, Aisar Khaled muncul lewat Instagram Story pada 22 Juli 2026 untuk minta maaf publik
- Ia mengakui tak sadar karena burnout dan kurang istirahat, tanpa menyangkal insiden atau menjadikan kelelahan sebagai pembenaran penuh
- Optimaise News merangkum alur lengkap dari kabin hingga maaf itu
Baru setelah thread lenyap, Aisar Khaled muncul lewat Instagram Story pada 22 Juli 2026 untuk minta maaf publik. Ia mengakui tak sadar karena burnout dan kurang istirahat, tanpa menyangkal insiden atau menjadikan kelelahan sebagai pembenaran penuh. Optimaise News merangkum alur lengkap dari kabin hingga maaf itu.
Kronologi Keluhan di Kabin: Dari Take-off sampai Foto Saat Landing
Insiden bermula tak lama setelah pesawat lepas landas menuju Malaysia. Penumpang di kursi depan mengaku kaki Aisar berulang kali menendang dan mendorong sandaran. Teguran verbal sempat dilontarkan, tapi perilaku serupa terus berulang sepanjang penerbangan.
Saat pesawat mendarat, penumpang mengambil foto bukti. Tampak kaki menjulur jauh ke area jendela kursi depan, sementara wajah Aisar terlihat jelas ber-hoodie abu-abu tua. Detail visual itu yang kemudian menjadi bahan utama unggahan Threads.
Beberapa netizen yang tinggi badan mencatat saran praktis di kolom komentar. Mereka menilai penumpang jangkung seharusnya mempertimbangkan business class agar ruang kaki lebih leluasa dan tidak mengganggu orang di depan.
Skala Viral Threads dan Reaksi Lintas Negara

Unggahan @deardilah disebut menembus lebih dari 2,2 juta penayangan dengan ribuan komentar, termasuk sekitar 2.800 yang tercatat di beberapa media. Reaksi datang dari dua negeri sekaligus. Warganet Malaysia menyoroti citra Aisar di negeri jiran, sementara netizen Indonesia menyinggung etika ruang terbatas.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana influencer terkenal bisa abai terhadap kenyamanan bersama di kabin sempit. Komentar bersilang bahasa itu memperbesar tekanan publik sebelum thread akhirnya dihapus.
Isu ini juga memicu pencarian soal siapa aisar khaled dan aisar khaled biodata di mesin pencari. Sebagian netizen menyinggung masa lalu fuji dan aisar khaled, tapi fokus utama tetap pada perilaku di pesawat.
Kontak Langsung ke Pemilik Akun hingga Unggahan Dihapus

Setelah viral membesar, Aisar Khaled dikabarkan menghubungi langsung pemilik akun Threads. Ia meminta maaf secara pribadi lewat pesan. Tidak lama kemudian, unggahan yang sudah ditonton jutaan kali itu dihapus.
Langkah kontak pribadi ini membedakan kasus tersebut dari sekadar klarifikasi di media sosial. Penumpang yang semula mengeluh memilih menarik bukti visual setelah mendapat permintaan maaf langsung.
Timeline singkatnya jelas: keluhan di kabin, unggahan viral, kontak pribadi, lalu penghapusan thread. Rantai itu jarang tersusun utuh di liputan lain.
Bunyi Maaf Publik Aisar dan Alasan Burnout
Di Instagram Story 22 Juli 2026, Aisar Khaled mengakui tak sadar menendang kursi karena sedang burnout dan kurang istirahat. Ia minta maaf tanpa menyangkal kejadian. Kutipan yang beredar menyebutkan ia sadar 1000 kebaikan bisa hilang hanya karena 2-3 kesalahan.
Ia tidak memakai kelelahan sebagai dalih penuh. Sebaliknya, ia menekankan janji untuk lebih waspada di masa depan. Sintesis pernyataan dari berbagai unggahan menunjukkan nada menyesal yang konsisten, bukan pembelaan.
Maaf publik ini datang setelah tekanan lintas negara dan penghapusan thread. Urutan itu memperlihatkan kesadaran bahwa ruang digital memperbesar dampak kesalahan kecil di kabin.
Janji Tak Mengulang serta Perdebatan Etika Ruang Publik
Aisar berjanji tidak akan mengulangi perilaku serupa. Ia menekankan pentingnya lebih peka terhadap penumpang lain di ruang sempit. Janji itu menjadi penutup rangkaian maaf pribadi dan publik.
Perdebatan etika kabin pun mengemuka. Pesawat adalah ruang terbatas tempat hak nyaman bersama harus dihormati. Kaki yang berulang kali menendang sandaran dianggap melanggar batas sederhana itu, terutama setelah ditegur.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa popularitas di media sosial tidak menghapus tanggung jawab di ruang fisik. Burnout memang nyata, tapi dampaknya tetap ditanggung orang di sekitar.






