7 Tewas Bentrok di Kapal Induk Abraham Lincoln 263 Hari

Laporan Tasnim 12 Agustus 2026: 7 personel tewas di kapal induk USS Abraham Lincoln usai 263 hari pengerahan. Pentagon belum mengonfirmasi.

Author Image

Adel

7 Tewas Bentrok di Kapal Induk Abraham Lincoln 263 Hari

– Laporan kantor berita Iran Tasnim, yang dikutip Press TV dan Mehr pada Rabu, 12 Agustus 2026, menyebut tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dalam bentrokan di kapal induk USS Abraham Lincoln di Samudra Hindia. Menurut sumber militer yang dikutip Tasnim, insiden pecah saat penasihat Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait Brad Cooper menemui awak yang kecewa soal masa tugas.

Inti artikel

  • Kapal induk Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan 263 hari dan 208 hari berturut-turut di laut, dengan misi blokade pelabuhan Iran
  • Ia berbicara di hadapan pelaut dan marinir yang sedang berkumpul
  • Kedatangan utusan markas itu justru meruncingkan rasa tak didengar, bukan meredakan marah

Kapal induk Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan 263 hari dan 208 hari berturut-turut di laut, dengan misi blokade pelabuhan Iran. Optimaise News merangkum, Pentagon, Gedung Putih, serta Armada Ketiga dan Kelima belum merilis konfirmasi independen atas klaim tujuh korban tewas itu.

Awal Konflik: Penasihat CENTCOM Dibuat Kena Jerit Awak

Menurut Tasnim, penasihat itu naik ke kapal untuk merespons keluhan yang menumpuk setelah keluarga personel memprotes lama penugasan. Ia berbicara di hadapan pelaut dan marinir yang sedang berkumpul.

“Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel,” kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim. Kedatangan utusan markas itu justru meruncingkan rasa tak didengar, bukan meredakan marah.

Perkembangan ketegangan menjadi perkelahian dengan senjata tajam

Sumber yang sama mengatakan cemoohan cepat berubah jadi adu fisik antar awak. Pisau dan senjata tajam lain disebut ikut dipakai dalam perkelahian itu.

“Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka,” ujar sumber tersebut. Suasana di dek dan ruang dalam kapal disebut masih tegang.

Laporan tujuh korban dan keluhan 5000 awak yang lelah 263 hari

Sekitar 5.000 pelaut dan marinir menanggung kelelahan fisik serta tekanan psikologis. Keluarga menyoroti kesehatan mental, komunikasi yang serba tidak menentu, dan ketiadaan tanggal pulang yang diumumkan terbuka.

Pekan lalu di San Diego, sekitar 200 kerabat menghadang Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao. Mereka menuntut kejelasan nasib awak yang berangkat dari San Diego pada 21 November 2025. Beberapa laporan militer AS menyebut ada upaya bunuh diri dan personel yang dicegah melompat dari kapal.

Tak ada respons Pentagon meski kapal berada di Samudra Hindia

Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, klaim tujuh kematian masih harus dibaca sebagai informasi yang belum diverifikasi Barat. USS Abraham Lincoln sempat singgah singkat di Oman pada Juli, lalu kembali ke operasi tanpa henti yang disebut terlama bagi kapal induk AS di era modern.

Angkatan Laut AS disebut menyiapkan USS Theodore Roosevelt sebagai pengganti. Jadwal kepulangan awak tetap tak pasti karena alasan keamanan operasi.

Konteks pengerahan di tengah eskalasi perang AS-Iran

Kapal itu dikerahkan ke kawasan setelah operasi terkait Venezuela, lalu terlibat dalam serangan AS-Israel ke Iran akhir Februari. Misi utamanya kini menegakkan blokade laut Washington terhadap pelabuhan Iran.

Pencarian publik di Indonesia juga menaikkan entri kapal induk wikipedia dan perbandingan kapal induk nuklir semacam kekuatan USS Gerald R Ford. Beda dengan halaman ensiklopedia, isu yang mengerek tren hari ini adalah klaim kekerasan internal di kapal induk abraham, bukan spesifikasi kelas Ford. Beberapa pemimpin militer AS sempat menyarankan agar perang tidak diperpanjang, tetapi tanda berakhir konflik belum tampak.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.