500 Santri Baiat Pagar Nusa Surabaya: PCNU Tegaskan Jaga Damai

PCNU Surabaya lantik Pagar Nusa 2025-2030 sambil baiat 500 santri. Kader diminta loyal ke NU, buang arogansi, jaga damai Kota Pahlawan.

Author Image

Adel

500 Santri Baiat Pagar Nusa Surabaya: PCNU Tegaskan Jaga Damai

– PCNU Surabaya menegaskan Pagar Nusa sebagai garda ketenteraman Kota Pahlawan lewat pelantikan pengurus periode 2025-2030. Acara digelar di Aula Universitas WR Supratman, Sukolilo, berbarengan pembaiatan massal lebih dari 500 santri pada 26 Juli 2026.

Inti artikel

  • PCNU Surabaya menegaskan Pagar Nusa sebagai garda ketenteraman Kota Pahlawan lewat pelantikan pengurus periode 2025-2030
  • Acara digelar di Aula Universitas WR Supratman, Sukolilo, berbarengan pembaiatan massal lebih dari 500 santri pada 26 Juli 2026
  • Masduki Toha disampaikan Wakil Ketua Riadi Ngasiran

Pesan Ketua PCNU H. Masduki Toha disampaikan Wakil Ketua Riadi Ngasiran. Kader wajib loyal hanya kepada NU, menolak arogansi, dan menjauhkan aksi anarkis di ruang publik agar kekuatan fisik menghadirkan rasa aman warga.

Pembaiatan Massal dan Pelantikan PC Pagar Nusa di Kampus WR Supratman

Lebih dari 500 santri dibaiat dalam prosesi yang sama dengan pelantikan pengurus cabang. Angka itu menandai estafet generasi pendekar, bukan sekadar seremoni formal.

Bagi warga Surabaya, momen regenerasi ini memberi sinyal jelas. Potensi fisik muda diarahkan ke rasa aman sipil, bukan pamer tenaga di jalanan kota.

Optimaise News mencatat suasana khidmat di kampus Sukolilo. Sumpah kesetiaan para santri memperkuat fondasi organisasi bela diri di tingkat cabang.

Kehadiran ratusan peserta mencerminkan daya tarik Pagar Nusa di kalangan pesantren. Regenerasi ini diharapkan menjaga relevansi organisasi di tengah dinamika kota besar.

Akar Sejarah: Mengapa Loyalitas Tunggal ke NU Dianggap Mutlak

Akar Sejarah: Mengapa Loyalitas Tunggal ke NU Dianggap Mutlak
Ilustrasi akar Sejarah: Mengapa Loyalitas Tunggal ke NU Dianggap Mutlak.

Pagar Nusa lahir dari tubuh Nahdlatul Ulama sendiri. Peran sentral dipegang KH A. Mudjib Ridlwan, putra pencipta lambang NU KH Ridlwan Abdullah.

Silsilah itu jarang dijabarkan untuk pembaca awam, padahal menjadi fondasi loyalitas tunggal. Tanpa ikatan sejarah, organisasi bela diri mudah lepas dari akar ormas.

PCNU menekankan bahwa sejarah ini wajib diingat setiap kader. Ikatan tersebut membedakan Pagar Nusa dari kelompok sejenis yang tak terikat struktur NU.

Legitimasi historis ini juga menenangkan warga. Mereka tahu kekuatan fisik yang muncul di ruang publik berpijak pada nilai-nilai yang sudah diuji lama.

Sembilan Poin Pedoman Gerak: Buang Arogansi, Lindungi Ulama

Sembilan Poin Pedoman Gerak: Buang Arogansi, Lindungi Ulama
Ilustrasi Sembilan Poin Pedoman Gerak: Buang Arogansi, Lindungi Ulama.

Sembilan poin pedoman gerak disusun agar kader tak menyimpang. Di antaranya penguatan ikatan sejarah, termasuk mengenang mendiang KH Suharbillah.

Kader diminta menanggalkan arogansi dan menjauhkan diri dari anarkisme. Mereka wajib menjaga kondusivitas lingkungan serta melindungi ulama di manapun berada.

Poin lainnya menekankan pemberian rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat. Kekuatan fisik tak boleh menimbulkan antipati warga terhadap penampilan pendekar di ruang kota.

Pedoman ini menjawab risiko penolakan publik. Jika dijalankan konsisten, Pagar Nusa justru menjadi mitra yang menenteramkan, bukan sumber ketegangan.

Pengurus Baru dan Kehadiran Pimpinan Pusat, Wilayah

Ketua PC Pagar Nusa Surabaya periode 2025-2030 adalah Abdul Rochman. Sekretaris dijabat Dimas Agung Nurpratama.

Acara dihadiri jajaran pimpinan pusat dan wilayah. Hadir Ketua Umum PP Pagar Nusa H. Muhammad Nabil Haroen, Sekretaris PP Abdulloh Hamid, serta Ketua PW KH Sholahuddin Fathurrohman.

Kehadiran mereka memberi legitimasi penuh bagi pengurus baru. Dukungan berlapis ini diharapkan mempercepat konsolidasi di tingkat cabang Surabaya.

Struktur baru itu langsung mendapat amanah tegas dari PCNU. Loyalitas tunggal dan sikap rendah hati menjadi ukuran kinerja ke depan.

Amanah untuk Warga Surabaya: Kekuatan Fisik Diarahkan ke Rasa Aman

PCNU berharap warga memahami bahwa Pagar Nusa hadir untuk merawat ketenteraman. Kekuatan fisik diarahkan agar Kota Pahlawan tetap kondusif bagi semua.

Amanah anti-arogansi menjawab risiko antipati masyarakat terhadap penampilan pendekar di ruang publik. Jika dijalankan, organisasi ini menjadi mitra warga sehari-hari.

Regenerasi lewat 500 santri memperkuat kapasitas jangka panjang. Surabaya mendapat garda yang terikat disiplin NU, bukan kekuatan liar tanpa kendali.

Optimaise News melihat amanah ini sebagai kontrak sosial baru. Warga boleh menuntut Pagar Nusa menepati janji jaga damai tanpa arogansi.

Tanya Jawab Seputar Pagar Nusa Surabaya
Apa arti loyalitas tunggal Pagar Nusa kepada NU?
Loyalitas tunggal berarti kader hanya mengabdi kepada Nahdlatul Ulama. Mereka tidak boleh terpengaruh kelompok lain di luar struktur NU.
Mengapa pembaiatan 500 santri penting bagi warga Kota Pahlawan?
Pembaiatan menandai estafet generasi pendekar. Potensi fisik muda diarahkan menjadi penjaga rasa aman sipil, bukan sumber konflik di ruang publik.
Bagaimana sikap Pagar Nusa di ruang publik menurut amanah PCNU?
Mereka wajib buang arogansi, hindari aksi anarkis, lindungi ulama, dan jaga kondusivitas. Tujuannya memberi rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat Surabaya.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.