Jakarta, Optimaise News – Deretan video hoaks yang mengatasnamakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menyebar di media sosial Facebook sejak Juni 2026. Konten-konten ini menyuntikkan narasi palsu tentang program bantuan dana pensiunan, biaya sekolah, hingga modal usaha yang dijanjikan langsung oleh Gibran.
Inti artikel
- Deretan video hoaks yang mengatasnamakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menyebar di media sosial Facebook sejak Juni 2026
- Penggunaan kecerdasan buatan membuat konten ini semakin meyakinkan
- Namun penelusuran mendalam mengungkap bahwa semua video tersebut palsu dan telah melalui proses penyuntingan AI
Penggunaan kecerdasan buatan membuat konten ini semakin meyakinkan. Namun penelusuran mendalam mengungkap bahwa semua video tersebut palsu dan telah melalui proses penyuntingan AI. Optimaise News merangkum fakta lengkap agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan serupa.
Deretan Hoaks Video Gibran yang Mengatasnamakan dan Menggunakan AI
Video pertama diunggah 10 Juni 2026 di Facebook dengan narasi bahwa program bantuan dana pensiunan Indonesia sedang dibuka. Narasi ini mengajak warga untuk mendaftar segera. Video kedua muncul pada 1 Juli 2026 dengan janji bantuan biaya sekolah, kuliah, utang, dan modal usaha bagi yang membutuhkan.
Video ketiga dibagikan melalui komentar Facebook pada 8 Juni 2026. Narasi serupa menyatakan Gibran Rakabuming Raka ingin membantu rakyat yang sedang membutuhkan bantuan dana. Ketiga konten ini menggunakan gaya yang mirip dengan kegiatan asli Gibran pada akhir 2024 dan 2025, sehingga semakin sulit dibedakan.
Cara Kerja AI dalam Pembuatan dan Penyebaran Hoaks Gibran
AI berperan besar dalam menyunting suara dan visual agar terlihat seperti Gibran sendiri. Proses ini mencakup penggabungan wajah, suara, dan gerakan agar narasi terasa alami. Hasilnya, penipu dapat menyebarkan konten tanpa kesulitan.
Penyebaran dilakukan melalui link atau menu komentar di Facebook. Masyarakat yang membuka link atau mengetik komentar langsung terpapar informasi palsu yang mengarah ke situs penipuan. Pola ini mirip dengan kasus video AI Prabowo yang baru-baru ini ditangkap di Cimahi.
Penelusuran Fakta Liputan6 yang Mengungkap Identitas AI Hoaks
Liputan6 melakukan analisis mendalam dan menemukan hasil deteksi AI yang berbeda-beda antar video. Pada video bantuan pensiunan, hanya 0,9 persen hasil video dan 32,2 persen audio yang terdeteksi sebagai buatan AI. Video bantuan sekolah hingga modal usaha menunjukkan 81,2 persen video dan 96,3 persen audio terdeteksi AI.
Penelusuran ini juga membandingkan dengan foto asli dan rekaman kegiatan Gibran di Istana serta rapat DBON. Semua bukti identitas asli yang berbeda jauh dengan konten video hoaks. Liputan6 juga menunjukkan bahwa konten ini bagian dari deretan hoaks yang mencatut nama Gibran sebagai putra sulung Presiden Joko Widodo.
Dampak Sosial dan Strategi Masyarakat Menghadapi Hoaks Serupa
Hoaks ini menargetkan masyarakat yang membutuhkan bantuan dana untuk kesejahteraan pensiun dan ekonomi. Banyak yang terpaksa membuka link atau menulis komentar, sehingga rentan penipuan dana atau pencurian data. Polda Jawa Barat menerapkan UU ITE pasal manipulasi data elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara untuk kasus serupa.
Penangkapan tersangka video AI Prabowo di Cimahi menjadi pelajaran berharga. Modus yang sama digunakan untuk hoaks Gibran. Masyarakat perlu waspada dan tidak mudah percaya konten yang mengatasnamakan pemimpin tanpa verifikasi.
Rekomendasi Verifikasi dan Cara Menangkal Konten AI yang Menyesatkan
Verifikasi konten AI dilakukan dengan membandingkan tanggal unggahan, asal usia kegiatan asli, dan hasil deteksi AI. Liputan6 sebagai mitra Facebook sejak 2018 telah menjadi rujukan utama. Masyarakat disarankan mencari sumber resmi sebelum membuka link atau meninggalkan komentar.
Langkah praktis meliputi membandingkan video dengan rekaman asli Gibran, memeriksa metadata, dan melaporkan ke platform jika mencurigakan. Dengan pendekatan ini, penyebaran hoaks dapat ditekan dan masyarakat terlindungi dari penipuan.






